Teknik Konservasi Mataair Berdasarkan Karakteristiknya : Studi Kasus Dusun Sumberwatu dan Dusun Dawangsari, Prambanan, di. Yogyakarta

*Akhmad Khahlil Gibran orcid  -  Teknik Geologi, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Nur Idham Kholid  -  Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Indonesia
Received: 12 May 2020; Published: 31 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Di Dusun sumberwatu dan Dusun Dawangsari terdapat tiga mataair yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air. Tiga mataair tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau. Kulaitas air yang dihasilkan juga belum diuji standar baku mutu air bersih, sehingga dipelukan upaya konservasi  untuk meningkatkan kuantitas dan kualiatas agar memenuhi standar baku mutu air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Teknik konservasi yang tepat berdasarkan karakteristik mataair (tipe, kuantitas, dan kualitas) dan menentukan letak daerah imbuhan. Metode survei, wawancara, dan matematis digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Aspek-aspek yang diolah terdiri atas topografi, kemiringan lereng, kebutuhan air masyarakat, kondisi fisik, kimia, dan biologi air mataair. Dari data aspek-aspek tersebut dianalisis dan diinterpretasikan sehingga mendapatkan teknik konservasi yang tepat. Dari hasil penelitian, diperoleh mataair tersebut terbentuk oleh adanya tenaga gravitasi, dengan tipe mataair turbuler. Kuantitas (debit) 3 mataair tergolong kelas 7-8 dengan kualitas air pada seluruh sumber air bakteri coliform tinggi. Zona recharge berada pada bagian timur dan bagian barat di lokasi penelitian. Arahan teknik konservasi yang dilakukan secara agronomis pada daerah imbuhan dengan penanaman sistem wanatani, pembuatan saluran resapan dan rorak pada sistem teras gulud. Kemudian sistem mekanis di sempadan mataair yakni alat Chlorine Diffuser untuk mengatasi bakteri coliform, serta teknik bangunan penangkap air dari sumber air.

Keywords: Mataair, Teknik konservasi, Recharge, Karakteristik mataair, Agronomis

Article Metrics:

  1. Arsyad, Sitanala, dan Rustiadi, E. (2012). Penyelamatan Tanah, Air, dan Lingkungan. Bogor: Crestpent Press
  2. Badan Standarisasi Nasional (2005). Standar Nasional Indonesia Nomor SNI-03-7065-2005-plambing tentang tatacara perencanaan sistem plambing
  3. BPBD Kabupaten Sleman. (2015). Peta Risiko Bencana Kekeringan Kabupaten Sleman
  4. Badan Pusat Statistik Yogyakarta. (2016). Kecamatan Prambanan Dalam Angka 2016
  5. Departemen Pekerjaan Umum. (1998). Spesifikasi teknis perlindungan mata air (P MA) (AB-D/LW/ST/006/98), Panduan Teknis Pengembangan SPAM Sederhana
  6. Jocom, H., Kameo, D. D., Utami, I., dan Kristijanto, A. I. (2016). Air dan Konflik: Studi Kasus Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),51-61, doi: 10.14710/jil.14.1.51-61
  7. Kodoatie, dan Robert J. 2012. Tata Ruang Air Tanah. Yogyakarta: C.V Andi Offset
  8. Kospa, H. S. D., dan Rahmadi. (2019). Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Kualitas Air Di Sungai Sekanak Kota Palembang Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 212-221 doi: 10.14710/jil.17.2.212-221
  9. Meinzer, O. E. (1923), Outline of ground-water hidrology with definition, Geological Survei Water-Supplay Paper 494, United States Printing Office, Washington
  10. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416 Tahun 1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
  11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 14/PRT/M/2010 Tentang standar pelayanan minimal bidang pekerjaan umum dan penataan ruang
  12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 28/PRT/M/2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau
  13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No 02/PRT/M/2013 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air
  14. Permana, A, P. (2019). Analisis Kedalaman dan Kualitas Air Tanah di Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo, Jurnal Ilmu Lingkungan 17(1),15-22, doi: 10.14710/jil.17.1.15-22
  15. Pohan, D. A. S., Budiyono, dan Syafrudin. (2016). Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau dari Aspek Lingkungan di Sungai Kupang Kota Pekalongan. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2),63-71, doi: 10.14710/jil.14.2.63-71
  16. Riastika. M. (2011). Pengelolaan air tanah berbasis konservasi di recharge area boyolali, Jurnal Ilmu Lingkungan, Vol 9 (2): 86-97
  17. Sari, E. K., dan Wijaya, O. E. (2019). Penentuan Status Mutu Air dengan Metode Indeks Pencemaran dan Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(3), 486-491, doi: 10.14710/jil.17.3.486-491
  18. Sudarmadji, Darmanto, D., Widyastuti, M., dan Lestari, S. 2016., Pengelolaan mata air untuk penyediaan air rumahtangga berkelanjutandi lereng selatan gunungapi merapi, Jurnal Manusia Dan Lingkungan, Vol. 23 (1): 102-110
  19. Sudarmadji (2014). Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  20. Sulistyorini, I. S., Edwin, M., dan Arung, A. S. 2016. Analisis kualitas air pada sumber mata air di kecamatan karangan dan kaliorang kabupaten kutai timur, Jurnal Hutan Tropis, Vol. 4 (1): 64-76
  21. Taufik, I., Purwanto, M. Y. J., Pramudya, B., dan Saptomo, S. K. (2020). Alokasi air dan pengembangan prasarana penyediaan air baku di das ciliman. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1),171-184, doi: 10.14710/jil.18.1.171-184
  22. Triatmodjo, B. (2009). Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Beta Offset
  23. Yogafanny, E. (2015). Pengaruh aktifitas warga di sempadan sungai terhadap kualitas air sungai winongo, Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, Vol 7 (1): 41-50

Last update: 2021-03-01 02:54:41

No citation recorded.

Last update: 2021-03-01 02:54:42

No citation recorded.