Keanekaragaman dan Dominansi Jenis Tumbuhan Gulma Pada Perkebunan Kopi di Hutan Wisata Nglimut Kendal Jawa Tengah

*Sri Utami scopus  -  Universitas Diponegoro, Department of Biology, Faculty of Science and Mathematic, Semarang, Indonesia
Murningsih Murningsih  -  Universitas Diponegoro
Fuad Muhammad  -  Universitas Diponegoro
Received: 19 Jul 2020; Published: 31 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan karena mengganggu dan menurunkan hasil tanamaan budidaya. Tanaman budidaya yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi andalan bagi negara adalah tanaman kopi. Kopi menjadi komuditas yang bisa memberikan kontribusi besar bagi perekonomian di Indonesia.   Produktifitas perkebunan kopi salah satunya dipengaruhi oleh tumbuhan gulma yang tumbuh bersama dengan tanaman kopi. Hadirnya tumbuhan gulma di perkebunan kopi akan dapat menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragman dan dominansi jenis gulma yang tumbuh pada perkebunan kopi di hutan wisata Nglimut, Kendal. Teknik penelitian menggunakan purposif sampling  dengan menentukan 5 titik sampling secara diagonal. Masing-masing titik sampling diambil 3 plot ukuran 1 x 1 m untuk kategori rumput/herba dan 3 plot ukuran 5 x 5 m untuk kategori semak. Data dianalisis secara kuantutatif dengan menghitung kemelimpahan dan Indeks Nilai Penting setiap jenis gulma yang ditemukan. Hasil penelitian didapatkan 15 jenis gulma yang tumbuh di perkebunan kopi. Jenis gulma yang paling banyak adalah dari famili Poaceae (4 jenis gulma: Axonopus compressus, Eleusine indica, Oplismenus burmanni dan Panicum repens  ) dan Asteraceae (3 jenis gulma: Clidemia hirta, Eleutheranthera rudealis dan Eupatorium odoratum). Jenis gulma yang memiliki kemelimpahan tertinggi dan mendominasi lahan perkebunan kopi adalah Axonopus  compressus (INP : 105.475%) dan Clidemia hirta (INP: 96.53%). Jenis-jenis gulma tersebut memiliki kemampuan daya kompetisi tinggi dalam memperebutkan sumber daya air, cahaya matahari, unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Oleh sebab itu jenis gulma tersebut harus mendapatkan penanganan yang serius agar tidak merugikan tanaman kopi dan menurunkan hasil panen. Dengan mengetahui jenis gulma yang dominan dapat untuk menentukan cara pengendalian gulma perkebunan kopi yang tepat dan efisien.

Keywords: Perkebunan kopi, gulma, dominansi, indeks nilai penting, hutan wisata Nglimut

Article Metrics:

  1. Binggali, P. 2005. Crop Protection Compendium-Clidemia hirta (L.) D.Don. http://home.vicnet.net.au/~invasive/downloads/feralherald3.pdf. Diunduh 10 Juni 2020
  2. DaMatta, F. M and J. D. C. Ramalho. 2006. Impacts of drought and temperature stress on coffee physiology and production: a review. Brazilian J. Plant. Physiol. 18: 55-81
  3. Departemen Pertanian. 2012. Produksi Kopi Menurut Propinsi di Indonesia, 2008-2012. www.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 3 Juli 2020
  4. El-Gizawy, N.Kh.B., A.M. Fadlallah, A.M. Hassanein and I.E. Soliman. 2010. Estimation of the Critical Period for Weed Control in Soybean (Glycine max L.) as Influenced by Plant Den-sity. Agypt. J of. Agricultural Rese-arch Center. 2 (4): 7-9
  5. Fachrul, M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta
  6. Hafiz, A. Purba E, Sengli B dan Damanik J. 2014. Efikasi Beberapa Herbisida Secara Tunggal dan Campuran Terhadap Clidemia hirta (L.) D. Don. Di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Agroekoteknologi, 2 (4) : 1578-1583
  7. Lowe S, Browne M, Boudjelas S. dan De Poorter M. 2000. 100 of the World's Worst Invasive Alien Spesies A selection from the Global Invansive Species Database
  8. Moreiras AMS, Weiss OA, Roger MJR. 2004. Allelopathic evidence in Poaceae. The Botanical Review 69 (3): 300-319
  9. Najiyati S. dan Danarti. 2011. Kopi Budidaya dan Penanganan Lepas Panen. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta
  10. Nursanti dan Adriadi A. 2018. Keanekaragaman Tumbuhan Invasif Di Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Sultan Thaha Saifudin Jambi. Media Konservasi 23 (1) : 85-91
  11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014. Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik
  12. Peters H.A. 2001. Clidemia hirta Invasion at the Pasoh Forest Reserve : An unexpeted Plant Invasion in an undisturbed tropical forest. Bioptropica, 33 (1) : 60-68
  13. Rambe, T.D, L. Pane, P. Sudharto dan Caliman. 2010. Pengelolaan Gulma Pada Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Smart Tbk. Jakarta
  14. Soerianegara I. & Indrawan A. (2005). Ekosistem Hutan Indonesia. Bogor: Laboratorium Ekologi Hutan. Fakultas Kehutanan, IPB
  15. Suhartono, S dan Winara, A. 2018. Keragaman dan Potensi Pemanfaatan Jenis Gulma Pada Agroforesty Jati (Tectona grandis L.) dan Jalawure (Tacca leontopetaloides (L.) Kuntz) Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Hutan, 15 (2): 66-77
  16. Sukamto. 2007. Babadotan (Ageratum conyzoides) Tanaman Multi Fungsi yang Menjadi Inang Potensial Virus Tanaman. Warta Puslitbangbun, 13 (3) : 2-5
  17. Srivastava SA, Dvidedi RP, Shukla. 2014. Invasive Alien Spesies of Teresterial Vegetation of North Eastren. International Journal of Forestry Research. 4 (1): 1-9
  18. Tampubolon E.P, Setiawan A dan Sudiarso. 2019. Analisis Vegetasi di Perkebunan Kopi Rakyat dan PTPN XII dengan Naungan yang Berbeda. Jurnal Produksi Tanaman, 7 (1) : 81-89
  19. Tjitrosoedirdjo, S. 2005. Inventory of the invasive alien plant species in Indonesia. BIOTROPIA 25:60-73
  20. Tjitrosoepomo, G. 2010. Spermatophyta. Gadjah Mada Press Yogyakarta
  21. Wahyuni, I., Sulistyorini dan Tjitrosoedirdjo S.2015. Inventory of Invasive Plant Species at Bukit Duabelas and the Vicinity, Jambi,Sumatra. Proceeding Papers of Internationalon Biosciences (IcoBio): 52-61
  22. Wahyuni, R, Solfiyeni, Chairul. 2015. Analisis Vegetasi Spesies Tumbuhan Asing Invasif di Kawasan Cagar Alam Lembah Harau. Prosiding Seminar Bioeti 3;19. Padang Indonsia. Padang (ID): Jurusan Biologi Universitas Andalas
  23. Wentworth J. 2013. Postnote: Invasive Alien Plant Species. http://www.parliament.uk/documents/ POST/postpn439_invasive-alien-plants-pecies-references.pdf
  24. Widiyanti, T. 2013. Kondisi Kebun Sumber Benih Kopi (Coffea sp) di Kebun Kalisat Jampit Bondowoso. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebun2an. Surabaya

Last update: 2021-02-24 10:34:41

No citation recorded.

Last update: 2021-02-24 10:34:42

No citation recorded.