skip to main content

Wetland Fires and Its Environmental Conditions

Universitas Sriwijaya, Indonesia

Received: 2 Dec 2020; Published: 28 Apr 2021.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract
Today, many wetlands have been converted into agricultural, industrial, and residential areas. This conversion of land functions creates new problems for the environment and human, one of which is land fires. The results of land fires can also cause other problems that results in losses in various fields, such as human health, the economy, and other fields. The emergence of smog as a result of land fires can cause respiratory problems, disruption of the transportation system, conflicts between neighboring countries, and the others. South Sumatra Province is one of the largest contributors to the haze as a result of land fires, especially its wetlands. Ogan Ilir Regency is one of the areas in South Sumatra Province which has extensive wetlands and fires frequently occur. Fires are caused by triggering factors, one of which is natural factors such as a prolonged dry season, availability of water supply, and intensity of rainfall. This study is an analytic descriptive study that aimed to provide an overview of environmental conditions on land, the majority of which are wetlands which experienced fires in Ogan Ilir Regency in 2019. The environmental conditions studied included soil and vegetation types. The data obtained will be displayed through tables and graphs, then interpreted and analyzed descriptively. The type of data used is secondary data in the form of a report by the Regional Disaster Management Agency Ogan Ilir Regency related to land fires in OI Regency and processed using the Geographic Information System (GIS) application. The results of the analysis show that the area of land fires that mostly occurred in North Indralaya District was 382,7 hectares with a total of 144 hotspots. The burnt area was dominated by peat soil (53%) and scrub vegetation (43%).
Fulltext View|Download
Keywords: Soil type, Peat soil, Vegetation, Shrubs, Wetland

Article Metrics:

  1. Adji, Damanik, Teguh, dan Suastika. 2019. Pengaruh Jarak dari Saluran Drainase Terhadap Karakteristik Lahan Gambut Pedalaman Kalimantan Tengah (Studi Kasus: Kanal Penghambat dan Dampak Pembasahan). Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, Vol. 4 No. 2. Hal. 226–232
  2. Antonius. 2016. Upaya Konservasi Ekosistem Hutan Rawa Gambut. PIPER, Vol. 23 No. 12. Hal. 136–146
  3. Arabia, T., Manfarizah, Syakur, S., dan Irawan, B. 2018. Karakteristik Tanah Inceptisol yang Disawahkan di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Floratek, Vol. 13 No. 1. Hal. 1–10
  4. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir. 2020a. Kecamatan Payaraman dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir
  5. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir. 2020b. Ogan Ilir dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir
  6. Balch, J. K., Bradley, B. A., Abatzoglou, J. T., Chelsea Nagy, R., Fusco, E. J., and Mahood, A. L. 2017. Human-Started Wildfires Expand the Fire Niche across the United States. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, Vol. 114 No. 11. Pages 2946–2951
  7. Budiningsih, K. 2017. Implementasi Kebijakan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, Vol. 14 No. 2. Hal. 165–186
  8. Cahyono, O. 2014. Dasar Ilmu Tanah. Universitas Tunas Pembangunan, Surakarta
  9. Chelsea Nagy, R., Fusco, E., Bradley, B., Abatzoglou, J. T., and Balch, J. 2018. Human-Related Ignitions Increase the Number of Large Wildfires across U.S. Ecoregions. Fire, Vol. 1 No. 1. Pages 1–14
  10. Darmawijaya, M. I. 1997. Klasifikasi Tanah : Dasar Teori bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  11. Dewi, N. K., dan Rudiarto, I. 2013. Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, Vol. 1 No. 2. Hal. 175
  12. Faturrahma, N. Z. 2019. Analisis Faktor Alam terhadap Kejadian Kebakaran Lahan Basah di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan 2019. Universitas Sriwijaya
  13. Fiantis, D. 2015. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. In Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis Vol. 53. Padang: Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Universitas Andalas
  14. Haniy, S. U., Hamzah, H., dan Hanifah, M. 2019. Kebakaran Hutan Berkepanjangan Dapat Menghambat Kemajuan Indonesia dalam Mengurangi Deforestasi
  15. Harahap, F. R. 2016. Pengelolaan Lahan Basah Terkait Semakin Maraknya Kebakaran dengan Pendekatan Adaptasi yang Didasarkan pada Konvensi Ramsar. Jurnal Society, Vol. 4 No. 2. Hal. 38–47
  16. Hardjowigeno, S. 1986. Sumber Daya Fisik Wilayah dan Tata Guna Lahan: Histosol. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor
  17. Haris, M. A., Kumalawati, R., dan Arisanty, D. 2017. Identifikasi Faktor-Faktor Kerentanan Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar. Jurnal Pendidikan Geografi, Vol. 4 No. 4. Hal. 23–31
  18. Hero, B., Alfa, W., Selatan, S., dan Barat, K. 2018. Peran Curah Hujan Terhadap Penurunan Hotspot Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Empat Provinsi Di Indonesia Pada Tahun 2015-2016 the Role of Rainfall Towards Forest and Land Fires Hotspot Reduction in Four Districs in Indonesia on 2015-2016. Jurnal Silvikultur Tropika, Vol. 9 No. 1. Hal. 24–30
  19. Hetty, S. 2019. Sifat-Sifat Tanah (pp. 1–71). pp. 1–71
  20. Irwandi, Jumani, & B, I. 2016. Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur. Jurnal Agrifor, Vol. 15 No. 2. Hal. 201–210
  21. Jawad, A., Nurdjali, B., & Widiastuti, T. 2015. Zonasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari, Vol. 3 No. 1. Hal. 88–97
  22. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016 Pedoman Pemulihan Ekosistem Gambut
  23. Ketaren, S. E., Marbun, P., dan Marpaung, P. 2014. Klasifikasi Inceptisol pada Ketinggian Tempat yang Berbeda di Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Hasundutan. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, Vol. 2 No. 4. Hal. 1451–1458
  24. Margono, B. A., Bwangoy, J. R. B., Potapov, P. V., and Hansen, M. C. 2014. Mapping Wetlands in Indonesia Using Landsat and PALSAR Data-Sets and Derived Topographical Indices. Geo-Spatial Information Science, Vol. 17 No. 1. Pages 60–71
  25. Mintari, D., Astiani, T., dan Fernando, M. 2019. Beberapa Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Gambut Terbakar Dan Tidak Terbakar Di Desa Sungai Besar Kabupaten Ketapang. Jurnal Hutan Lestari, Vol. 7 No. 2. Hal. 947–955
  26. Murdiyarso, D., Kauffman, J. B., Warren, M., Pramova, E., and Hergoualch, K. 2012. Tropical Wetlands for Climate Change Adaptation and Mitigation (Science and Policy Imperatives with Special Reference to Indonesia). Center for International Forestry Research (CIFOR)
  27. Nurkholis, A., Rahma, A. D., Widyaningsih, Y., Maretya, D. A., Wangge, G. A., Widiastuti, A. S., Abdillah, A. 2016. Analisis Temporal Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Tahun 1997 dan 2015 (Studi Kasus Provinsi Riau)
  28. Pasaribu, S. M., dan Friyanto, S. 2008. Memahami Penyebab Kebakaran Hutan Dan Lahan Serta Upaya Penanggulangannya: Kasus Di Provinsi Kalimantan Barat. SOCA: Socioeconomics of Agriculture and Agribusiness, Vol. 8 No. 1. Hal. 1–23
  29. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Ilir. 2016. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016-2021. Kabupaten Ogan Ilir
  30. Pualilin, Y., Tjoneng, A., dan Abdullah. 2019. Pemetaan Zonasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Gowa. Jurnal Agrotek, Vol. 3 No. 1. Hal. 89–97
  31. Putra, A., Ratnaningsih, A. T., dan Ikhwan, M. 2018. Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kecamatan Bukit Batu, Kab. Bengkalis). Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, Vol. 13 No. 1. Hal. 55–63
  32. Putra, E. I., Hayasaka, H., Takahashi, H., and Usup, A. 2008. Recent Peat Fire Activity in the Mega Rice Project Area, Central Kalimantan, Indonesia. Journal of Disaster Research, Vol. 3 No. 5. Pages 334–341
  33. Rahardian, T. D. A., Yudo Prasetyo, dan Haniah. 2016. Analisis Sebaran Jenis Vegetasi Hutan Alami Menggunakan Sistem Penginderaan Jauh (Studi Kasus : Jalur Pendakian Wekas dan Selo). Jurnal Geodesi Undip, Vol. 5 No. 1. Hal. 275–284
  34. Ropelewski, C. F., & Halpert, M. S. 1987. Global and Regional Scale Precipitation Patterns Associated with the El Nino/Southern Oscillation. Monthly Weather Review, Vol. 115. Pages 1606–1626
  35. Rowell, A., & Moore, P. F. 2001. Global Review of Forest Fires
  36. Saharjo, B. H., Syaufina, L., Nurhayati, A. D., Putra, E. I., Waldi, R. D., dan Wardana. 2018. Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Komunitas Terdampak Asap (Cetakan I; A. D. Gumelar, Ed.). Bogor, Indonesia: PT Penerbit IPB Press
  37. Siregar, A. A. 2019. Analisis Faktor Manusia terhadap Kejadian Kebakaran Lahan Basah di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Universitas Sriwijaya
  38. Subekti, A., dan Wahyuni, T. S. 2015. Penampilan Fenotipik Varietas Lokal Talas Hitam pada Tiga Sentra Produksi di Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang Dan Umbi, No. 1. Hal. 657–664
  39. Sumarga, E., Hein, L., Hooijer, A., and Vernimmen, R. 2016. Hydrological and Economic Effects of Oil Palm Cultivation in Indonesian Peatlands. Ecology and Society, Vol. 21 No. 2
  40. Syaufina, L., dan Hafni, D. A. F. 2018. Variabilitas Iklim dan Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut ddi Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Jurnal Silvikultur Tropika, Vol. 9 No. 1. Hal. 60–68
  41. Syaufina, L., Siwi, R., dan Nurhayati, A. D. 2014. Perbandingan Sumber Hotspot sebagai Indikator Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut dan Korelasinya dengan Curah Hujan di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Jurnal Silvikultur Tropika, Vol. 5 No. 2. Hal. 113–118
  42. Trollope, W. S. W. 1984. Fire Behaviour. In P. V. de B. et. Al. (Ed.), Ecological Effects of Fire in South African Ecosystems. Heidelberg: Springer-Verlag Berlin
  43. Usup, A. 2015. Buku Panduan Sistem Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Berbasis Masyarakat Untuk Kawasan Hutan dan Lahan Gambut Tropis di Provinsi Kalimantan Tengah , Indonesia. Straling Resources dan Puter Indonesia
  44. World Meteorological Organization. 2020. WMO Confirms 2019 as Second Hottest Year on Record
  45. Yulianti, N. 2018. Pengenalan Bencana Kebakaran dan Kabut Asap Lintas Batas. Bogor: PT. Penerbit IPB Press
  46. Yulianti, N., & Hayasaka, H. 2013. Recent Active Fires under El Niño Conditions in Kalimantan, Indonesia. American Journal of Plant Sciences, Vol. 4 No. 3. Pages 685–696
  47. Yulianti, N., Hayasaka, H., and Sepriando, A. 2013. Recent Trends of Fire Occurrence in Sumatra (Analysis Using MODIS Hotspot Data): A Comparison with Fire Occurrence in Kalimantan. Journal of Forestry, Vol. 3 No. 4. Pages 129–137

Last update:

  1. Optimizing disaster communication for future fire mitigation

    Rosalina Kumalawati, Astinana Yuliarti, Syamani D Ali, Jany Tri Raharjo, Rijanta, Ari Susanti, Erlis Saputra, Karnanto Hendra Murliawan, Inu Kencana Hadi, Rizky Nurita Anggraini. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1190 (1), 2023. doi: 10.1088/1755-1315/1190/1/012027

Last update: 2024-06-20 08:15:18

No citation recorded.