skip to main content

Analisis Keberlanjutan Biogas Skala Mikro di Pedesaaan (Studi Kasus di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat)

IPB University, Indonesia

Received: 5 Mar 2021; Published: 28 Apr 2021.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract
Penggunaan bioenergi sebagai energi terbarukan sudah mulai menggantikan penggunaan energi fosil secara bertahap. Upaya pemerintah dalam mendukung penggunaan bioenergi dengan membuat program Desa Mandiri Energi di berbagai tempat yang memiliki potensi sumber energi terbarukan. Keberlanjutan bioenergi sangat penting untuk dinilai agar kebutuhan energi saat ini dan kebutuhan energi dimasa yang akan datang dapat terpenuhi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan biogas, mengidentifikasi atribut sensitif multidimensi keberlanjutan, serta merumuskan strategi pengembangan tata kelola sistem biogas secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Analisis data dilakukan dengan metode Multi Dimensional Scalling (MDS), menggunakan modifikasi program Rapfish dengan tinjauan pada lima dimensi yaitu dimensi sosial, ekonomi, lingkungan, teknologi dan kelembagaan. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ciaul dan Kampung Babakan, Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat yang dipilih secara sengaja (purposive). Penentuan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data primer dalam penelitian ini adalah kuisioner dan pertanyaan terstruktur sebagai pedoman dalam melakukan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan status keberlanjutan biogas secara dimensi sosial, lingkungan, teknologi, dan kelembagaan tergolong cukup berkelanjutan. Keberlanjutan biogas secara dimensi ekonomi tergolong kurang berkelanjutan. Setiap dimensi keberlanjutan terdapat dua atribut sensitif yang mempengaruhi secara signifikan. Atribut sensitif ditentukan berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) dari setiap atributnya. Rumusan strategi yang telah disusun berdasarkan atribut sensitif yang sudah ditentukan. Hal ini untuk memprioritaskan strategi-strategi dalam upaya meningkatkan status keberlanjutan biogas.
Fulltext View|Download
Keywords: Bioenergi, Limbah ternak, Multi Dimensional Scalling (MDS), Pembangunan berkelanjutan, Sistem biogas

Article Metrics:

  1. Alder, J., Pitcher, T.J., Preikshot, D., Kaschner, K., and Ferriss, B. 2000. How Good is Good? A Rapid Appriasal Technique for Evaluation of the Sustainability Status Fisheries of the North Atlantic in Handbook of Methods for Assessing the Impact of Fisheries on Marine Ecosystems of the North Atlantic, editor D. Pauly, T.J. Pitcher. Fisheries Centre Research Reports, Vol. 8 No. 2. Pages 136-182
  2. Blazquez, J., Fuentes, R., and Manzano, B. 2020. On some Economic Principles of the Energy Transition. Energy Policy, Vol. 147. Pages 1-9
  3. Bridge, G., Bouzarovski, S., Bradshaw, M., and Eyre, N. 2013. Geographies of Energy Transitions: Space, Place and the Low-Carbon Economy. Energy Policy, Vol. 53. Pages 331-340
  4. Emerseon, E., Syarief, R., dan Asmara, A. 2020. Strategi Keberlanjutan Pemanfaatan Biogas Industri Tapioka di PD XYZ, Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, Vol. 15 No. 1. Hal. 84-93
  5. Fauzi, A., dan Anna, S. 2002. Evaluasi Status Keberlanjutan Pembangunan Perikanan: Aplikasi Pendekatan Rapfish (Studi Kasus Perairan Pesisir DKI Jakarta). Jurnal Pesisir dan Lautan, Vol. 4 No. 3. Hal. 43-55
  6. Flotats, Xavier, August, B., Belen, F., and Albert, M. 2009. “Manure Treatment Technologies: Onfarm Versus Centralized Strategies, NE Spain as Case Study”. Jurnal Science Direct Bioresource Technology, Vol. 100 No. 22. Pages 5519 – 5526
  7. Insam, H., Gomez, B.M., and Ascher, J. 2015. Manure-based Biogas Fermentation Residues – Friend or Foe of Soil Fertility? Soil Biology and Biochemistry, Vol. 84. Pages 1–14
  8. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2018. Konsumsi Energi Nasional (2007-2017). Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  9. Khalil, M., Berawi, M.A., Heryanto, R., and Rizalie, A. 2019. Waste to Energy Technology: The Potential of Sustainable Biogas Production from Animal Waste in Indonesia, Renewable and Sustainable Energy Reviews, Vol. 105. Pages 323-331
  10. Munasinghe, M. 1993. Environmental Economic and Sustainable Development. The International Bank for Reconstructioan and Development / The World Bank: Washington D.C
  11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. 2014. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN)
  12. Ristianingsih, D., Dharmawan, A.H., dan Putri, E.I.K. 2018. Analisis Keberlanjutan Biogas Limbah Tahu Pedesaan (Studi Kasus Di Desa Kalisari, Kabupaten Banyumas). Jurnal Ilmu Lingkungan, Vol. 16 No. 2. Hal. 104-112
  13. Rizki, R.A. 2014. Keberlanjutan Implementasi Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Di Desa Tegalweru. Sarjana Thesis: Universitas Brawijaya
  14. Roubík, H., and Mazancová, J. 2020. Suitability of Small-Scale Biogas Systems based on Livestock Manure for the Rural Areas of Sumatra. Environmental Development, Vol. 33. Pages 1-14
  15. Souza, G.M., Ballester, M.V.R., Cruz, C.H.B., Chum, H., Dale, B., Dale, V.H., Fernandes, E.C.F., Foust, T., Karp, A., and Lynd, L. 2017. The Role of Bioenergy in a Climate-Changing World. Environmental Development. Pages 1-25
  16. Triwahyuni, A., Hanafi, I., dan Yanuwiadi, B. 2015. Strategi Keberlanjutan Pemanfaatan Energi Alternatif Biogas di Desa Argosari Jabung Kabupaten Malang. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari, Vol. 6 No. 2. Hal. 153-162

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-03-02 06:17:28

No citation recorded.