skip to main content

The Production of Compost from Organic Wastes using Bioactivators and Its Application to Celery (Apium graveolens L.) Plant

Research Center for Biotechnology-LIPI, Indonesia

Received: 25 May 2021; Revised: 18 Jul 2021; Accepted: 25 Jul 2021; Available online: 30 Jul 2021; Published: 2 Aug 2021.
Editor(s): Ilmu Lingkungan

Citation Format:
Abstract

Dilakukan pembuatan pupuk kompos dari limbah Jerami padi sawah percobaan dan seresah daun tanaman buah-buahan kebun plasma nutfah Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG) LIPI menggunakan bioaktivator StarTmik@OK dan Tricho Plus (LIPI) dan Promi (produk komersial). Kompos yang dihasilkan diaplikasikan kepada tanaman seledri (Apium graveolens L.) di rumah kasa (screenhouse) Puslit Bioteknologi-LIPI Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah petiol daun, dan biomassa. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan SPSS ver. 24 dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hasil menunjukkan bahwa secara umum kompos yang berasal dari jerami padi dengan menggunakan berbagai bioaktivator menghasilkan nilai rataan pertumbuhan tertinggi yaitu tinggi tanaman (35,7 cm), jumlah petiol (23,7), dan biomassa (42,3 g) dibandingkan dengan kompos yang menggunakan bahan lainnya. Penggunaan pupuk kimia masih diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seledri.

Abstract                                                                        

The organic waste of rice straw from the experimental paddy field and broadleaf litter from the fruit germplasm garden of Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG) was processed into compost with the addition of bioactivators. The bioactivator of StarTmik@OK and Tricho Plus (LIPI) and Promi (commercial product) was added to the composting raw materials. Produced compost was then applied to celery (Apium graveolens L.) plants in the screenhouse of RD Center for Biotechnology-LIPI. The growth parameters observed were plant height, leaf petiole, and biomass. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. Obtained data were statistically analyzed using SPSS ver.24, followed by Duncan’s multiple range tests (DMRT). The result showed that the highest growth rates, i.e., plant height (35.7 cm), number of petiol (23.7), dan biomass (42.3 g), were obtained by using rice straw compost using various bioactivators. Meanwhile, chemical fertilizer is still needed to increase the growth of celery plants.

Fulltext View|Download
Keywords: Apium graveolens L.; Bioactivator; Celery; Compost; Organic Waste

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Article
Language : EN
  1. Adawiyah, R., & Afa, M. (2018). Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Berbagai Media Tanam Tanpa Tanah dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC). BioWallacea: Jurnal Penelitian Biologi, 5(1), 750-760
  2. Agustina, L. (1990). Nutrisi Tanaman, Rineka Cipta, Jakarta
  3. Chen, J. H. (2006). The Combined Use of Chemical and Organic Fertilizers and/or Biofertilizer for Crop Growth and Soil Fertility. International workshop on sustained management of the soil-rhizosphere system for efficient crop production and fertilizer use, Land Development Department Bangkok Thailand
  4. Edi, S. (2009). Teknologi Budidaya Seledri Dataran Rendah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi
  5. Fitrah, A., & Amir, N. (2015). Effect of Solid and Liquid Organic Fertilizer on the Growth and Production Plant Celery (Apium graveolens L.) di Polybag. Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian, 10(1), 43-48
  6. Hendrika, G., A. Rahayu, & Mulyaningsih, Y. (2017). Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Berbagai Komposisi Pupuk Organik dan Sintetik. Jurnal Agronida, 3 (1), 1-9
  7. Hindersah, R., Hernanto Y., & Joy B., Mulyani, O. (2018). Utilization of Tofu Waste in Composting of household Waste for Increasing Quality of Compost Microbiology, Agrinimal, 15-21
  8. Indriani, Y.H. (2007). Membuat Kompos Secara Kilat. Jakarta: Penebar Swadaya
  9. Jumin, H. (2008). Agronomi. Raja Grafindo Persada. Jakarta
  10. Kementerian Pertanian RI (2011). Permentan No.70/Permentan/SR.140 /10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah
  11. Lakitan, N. (2007). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo. Jakarta
  12. Lingga, P., & Marsono. (2010). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Seri Agritekno. Penebar Swadaya, Jakarta:
  13. Mas’ud. (1992). Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa, Yogyakarta
  14. Mutryarny, E., Endriani, E., & Lestari, S. U. (2014). Pemanfaatan Urine Kelinci untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L) Varietas Tosakan, Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(2), 23-34
  15. Pangaribuan, D., & Pujisiswanto, H. (2008). Pemanfaatan Kompos Jerami untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Buah Tomat. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II. Universitas Lampung, vol. 7, no. 1
  16. Permadi, A. (2006). 36 Resep Tumbuhan Obat untuk Menurunkan Kolesterol. Penebar Swadaya, Jakarta:
  17. Priadi, D., & Ermayanti, T. M. (2014). Pembuatan Kompos Berbahan Dasar Potongan Rumput dan Kotoran Sapi serta Pemanfaatannya Untuk Tanaman Sayuran. dalam Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Unggulan Bidang Pangan Nabati Bogor, vol. 25, pp. 169-178
  18. Rina, D. (2015). Manfaat Unsur N, P, dan K bagi Tanaman. Balai Litbang Pertanian Kalimantan Timur Kementrian Pertanian Republik Indonesia
  19. Rosmarkam, A. dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisus, Yogyakarta
  20. Sari, L. O. R. K. (2012). Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 3(1), 1-7
  21. Sumarni, N. & Rosliani, R. (2001). Media Tumbuh dan Waktu Aplikasi Larutan Hara Penanaman Cabai Secara Hidroponik. J. Hort, 11(4), 237-243
  22. Syahrudin. 2011. Respon Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Pemberian Beberapa Macam Pupuk Daun pada Tiga Jenis Tanah. Jurnal Universitas Palangkaraya, Fakultas Pertanian,12(1)
  23. Syam, N., Suriyanti, S., & Killian, L. H. (2017). Pengaruh Jenis Pupuk Organik dan Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.). Agrotek, 1(2), 43-53
  24. Yan, J., Yu, L., Xu, S., Gu, W., & Zhu, W. (2014). Apigenin Accumulation and Expression Analysis of Apigenin Biosynthesis Relative Genes in Celery. Scientia Horticulturae, 165, 218-224
  25. Yasin, S. M., Kasim, N. N., Sapareng, S., & Jabal, J. (2019). Pengaruh Bioaktivator dalam Proses Pengomposan Jerami Padi. Journal TABARO Agriculture Science, 3(1), 287-294
  26. Yuliarti, N. 2009. 1001 Cara Menghasilkan Pupuk Organik. Lily Publisher, Yogyakarta
  27. Yusuf, M. (2017). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Perlakuan Beberapa Media Tanam dan Pupuk Organik Cair. Jurnal Agrium Unimal, 14(1), 43-56

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.