skip to main content

Studi Penutupan Lahan Hulu dan Hilir Dareah Aliran Sungai Liliba Terhadap Kuantitas Air

Program Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Nusa Cendana Kupang – Jalan Adisucipto Penfui Kecamatan Kelapa Lima Kupang 85111 Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Received: 26 Aug 2021; Revised: 30 Sep 2021; Accepted: 6 Oct 2021; Available online: 13 Oct 2021; Published: 9 Nov 2021.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba secara adminitrasi terletak di 2 (dua) daerah adminitrasi yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dengan luas 4.534 ha, panjang sungai utama 20.176,22 m. Daya dukung DAS Liliba sebagai sumberdaya alam (tanah, air, dan vegetasi) sangat dipengaruhi kondisi penutupan lahan. Penurunan kuantitas ditandai dengan semakin berkurangnya debit air pada musim kemarau,. Studi dilakukan selama bulan 3 bulan dari bulan September sampai November 2019. Perubahan penutupan lahan dianalisa berdasarkan klasifikasi penggunaan lahan di DAS Liliba tahun 2008-2018. Kuantitas air dianalisa dengan menggunakan metode Mock pada 4 titik pengamatan. Hasil studi menunjukkan penutupan lahan tipe pemukiman meningkat dari 20.39% pada tahun 2008 menjadi 48.47% pada tahun 2018. Penurunan semak belukar sebesar 19.73% pada tahun 2008 menjadi 0% pada tahun 2018. Penurunan kawasan hutan sekunder dari 15.45% pada tahun 2008 menjadi 10.14 % pada tahun 2018. Kondisi mengakibatkan berkurangnya kuantitas air Debit maksimum terjadi pada bulan Januari, yaitu 1.36 m³/dt, sedangkan debit minimum terjadi pada bulan Oktober, yaitu 0.34 m³/dt.

 

ABSTRACT

Liliba water shed locate administratively at Kupang city and district of Kupang with about 4,534 ha of wide and about 20,176.22 m of main river length. Carrying capacity of Liliba watershed as natural resources (soil, water, and vegetation) is affected strongly by land cover conditions. Decreasing in water quantity is indicated by decrease in water discharge during dry season. Study had been conducted at Liliba Water Shed during September to November 2019. Change of land cover was analyzed  based on classification land use at Liliba Water Shed during  2008-2018 Water quantity was observed by Mock method at 4 locations. Result of the study showed that land cover of settlement type increased from 20.39% in 2008 to 48.47 % in 2018. Shrubs type decreased from 19.73% in 2008 to 0% in 2018. Moreover, secondary forest areas decreased from 15.45% in 2008 to 10.14% in 2018. These conditions resulted in decreasing of water quantity. Maximum water discharge was 1.36 m3/second occurred in January and minimum water discharge occurred in October was 0.34 m3/second. Meanwhile, analyzed water quality indicated a light level of pollution in all parameters measurements.

Fulltext View|Download
Keywords: Daerah Aliran Sungai; Liliba; Kuantitas air; Penutupan Lahan

Article Metrics:

  1. Agustiningsih, D. (2012). Kajian Kualitas Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air Sungai [PhD Thesis]. Program Magister Ilmu Lingkungan Undip
  2. Asdak, C. (2014). Hidrologi Pengalolaan Daerah Aliran Sungai cetakan ke - 6. Penerbit UGM Press. Yogyakarta
  3. BPKH Wilayah Kupang. (2018). Peta Tutupan Lahan Provinsi NTT tahun 2018. BPKH Wil. XIV Kupang. Kupang
  4. Halim, F. (2014). Pengaruh Hubungan Tata Guna Lahan Dengan Debit Banjir pada Daerah Aliran Sungai Malalayang. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(1)
  5. Hasani, U. O. (2017). Analisis Kualitas Air Sungai Konaweha Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ecogreen, 2(2), 123–129
  6. Hutagaol, R. R., & Hardwinarto, S. (2011). Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Debit Limpasan Pada Sub Das Sepauk Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Jurnal Kehutanan Tropika Humida, 4(1), 111–115
  7. Kirana, P. H., Hizbaron, D. R., & Hadi, P. (2017). Pengaruh Curah Hujan dan Perubahan Penutup Lahan terhadap Banjir di Kabupaten Bandung Tahun 1995-2015. Jurnal Bumi Indonesia, 6(4)
  8. Kupang, P. K. (2011). Review Rencana Umum Tata Ruang Kota Kupang. Dinas Perumahan Rakyat Dan Tata Ruang Kota Kupang. Kupang
  9. Kurniawan, A. E., Suripin, S., & Purnaweni, H. (2015). Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Koefisien Runoff di DAS Kemoning Kabupaten Sampang. Ekosains, 7(3)
  10. Neno, A. K., Harijanto, H., & Wahid, A. (2016). Hubungan debit air dan tinggi muka air di sungai lambagu kecamatan tawaeli kota palu. Jurnal Warta Rimba, 4(2)
  11. Ngaji, A. U. K. (2009). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Kondisi Hidrologis Kawasan Daerah Aliran Sungai Talau. Partner, 16(1), 51–55
  12. Nurrahma, T. W. (2018). Penerapan Model Mock dan Model Tangki Untuk Pemodelan Hujan-Debit di DAS Bedadung Jember
  13. Romlah, D. R., Yuwono, S. B., Hilmanto, R., & Banuwa, I. S. (2018). Pengaruh Perubahan Tutupan Hutan terhadap Debit Way Seputih Hulu. Jurnal Hutan Tropis, 6(2), 197–204
  14. Setyowati, D. L. (2010). Hubungan Hujan dan Limpasan pada Sub DAS Kecil Penggunaan Lahan Hutan, Sawah, Kebun Campuran di DAS Kreo
  15. Sudharmono, R., Sumiyati, S., & Nugraha, W. D. (2015). Studi Pengaruh Tata Guna Lahan terhadap Kualitas Air dengan Metode National Sanitation Foundation’s-Indeks Kualitas Air (Nsf-ika)(Studi Kasus Sungai Plumbon–Kota Semarang) [PhD Thesis]. Diponegoro University
  16. Sutrisno, A. J., & Susilo, H. (2020). Analisis Prediksi dan Hubungan antara Debit Air dan Curah Hujan pada Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 10(1), 25–33
  17. Wafa, M. A., Nugraha, W. D., & Sumiyati, S. (2015). Studi Pengaruh Tata Guna Lahan terhadap Kualitas Air Sungai dengan Metode Indeks Pencemaran (Studi Kasus Sungai Plumbon–Semarang Barat) [PhD Thesis]. Diponegoro University
  18. Wangsaatmaja, S., Sabar, A., & Prasetiati, M. A. (2006). Permasalahan dan Strategi Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan Studi Kasus: Cekungan Bandung. Indonesian Journal on Geoscience, 1(3), 163–171
  19. Wibowo, M. (2005). Analisis Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Debit Sungai (Studi Kasus Sub-DAS Cikapundung Gandok, Bandung). Jurnal Teknologi Lingkungan, 6(1)
  20. Yogafanny, E. (2015). Pengaruh Aktifitas Warga di sempadan Sungai terhadap Kualitas Air Sungai Winongo. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 7(1), 29–40

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-03-03 19:07:33

No citation recorded.