skip to main content

Identifikasi dan Pencegahan Daerah Rawan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Di Kalimantan Barat

Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia

Received: 5 Nov 2021; Revised: 1 Dec 2021; Accepted: 8 Dec 2021; Available online: 15 Dec 2021; Published: 1 Jan 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Kalimantan Barat memiliki potensi bencana kebakaran hutan dan lahan gambut yang tinggi karena banyaknya titik api dan jenis lahan gambut yang mudah terbakar pada musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan menentukan kecenderungan titik pamas dan mengidentifikasi dan mencegah kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan gambut dengan data hotspot, peta curah hujan, peta tutupan lahan, peta kesatuan hidrologis gambut, dan peta cekungan air tanah menggunakan Sistem Informasi Geografis atau SIG. Metode overlap digunakan untuk menganalisis kecenderungan titik panas sedangkan Overlay dan Scoring digunakan untuk mengidentifikasi kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Setelah dilakukan analisis titik panas, terdapat kecenderungan curah hujan pada kelas curah hujan 1.500-3.000 mm/tahun dengan 2.192 kejadian. Perubahan tutupan lahan di kawasan hutan mengalami penurunan sebesar 7,96%. Peningkatan tutupan lahan di kawasan non-hutan sebesar 11,26%, mempengaruhi potensi dan kecenderungan titik api dan bencana kebakaran hutan dan lahan. Kubu Raya memiliki tingkat kerawanan bencana kebakaran pada kelas sangat rawan dengan luasan 0,26%, dan Kapuas Hulu memiliki tingkat kerawanan bencana kebakaran pada kelas tidak rawan dengan luas 0,19%. Kabupaten Ketapang merupakan daerah dengan tingkat pencegahan tertinggi, dengan luas cekungan airtanah sebesar 26,46%.

ABSTRACT

West Kalimantan has a high potential for forest and peatland fire disasters due to the high number of hotspots and the type of peatland which burns easily during the dry season. The purpose of this research is to map and determine the trend of hotspots and areas prone to forest and peatland fires and prevent them with hotspot data, rainfall maps, land cover maps, maps of peat hydrological units, and maps of groundwater basins using Geographic Information Systems or GIS. The overlap method is used to analyze the trend of hotspots; meanwhile, Overlay and Scoring are used to identify areas prone to forest and land fires in this research. After analyzing the hotspots, there is a tendency for rainfall with a class of 1,500-3,000mm/year with 2,192 events. Land cover change in forested areas decreased by 7.96%. It increased land cover in non-forest areas by 11.26%, affecting the potential and tendency of hotspots and forest and land fire disasters. Kubu Raya has a fire disaster vulnerability level in the very vulnerable class with an area of 0.26%, and Kapuas Hulu has a fire disaster vulnerability level in the non-prone class with an area of 0.19%. Ketapang Regency is the area with the highest prevention rate, with a groundwater basin area of 26.46%.

Fulltext View|Download
Keywords: Rawan Kebakaran; Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut, Titik Panas; Cekungan Air tanah Sistem Informasi Geografis
Funding: Dana Penelitian Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura No. 3195/UN22.4/KU/2021 Tanggal 15 Juni 2021

Article Metrics:

  1. Adam, S. S., Rindarjono, M. G., & Karyanto, P. (2019). Sistem Informasi Geografi untuk Zonasi Kerentanan Kebakaran Lahan dan Hutan di Kecamatan Malifut, Halmahera Utara. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 6(5), 559. https://doi.org/10.25126/jtiik.2019651674
  2. Adidarma, W. K., Martawati, L., Mk, S. D., Subrata, O., Madya Bidang Teknik Hidrologi, P., Peneliti Bidang Teknik Hidrologi, C., Pertama Bidang Teknik Hidrologi Pusat Litbang Sumber Daya Air, P., Ir Juanda No, J. H., & Bandung, -. (2010). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pola Hujan Dikhususkan Bagi Pertanian Di Pulau Sumatera Dan Kalimantan. Jurnal Teknik Hidraulik, 1(1), 1–94
  3. Bahri, S. (2002). Kajian penyebaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah sumatera bagian utara dan kemungkinan mengatasinya dengan tmc
  4. Prayoga, Bayu Rizky M., Yananto, A., Della Ananto Kusumo, dan, (2017). Analisis Korelasi Kerapatan Titik Api dengan Curah Hujan Di Pulau Sumatra Dan Kalimantan (Correlational Analysis between Hotspots Density and Rainfall in Sumatera and Kalimantan). Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 18(1), 17–24
  5. Carlson, K. M., Curran, L. M., Asner, G. P., Pittman, A. M. D., Trigg, S. N., & Marion Adeney, J. (2013). Carbon emissions from forest conversion by Kalimantan oil palm plantations. Nature Climate Change, 3(3), 283–287. https://doi.org/10.1038/nclimate1702
  6. Dinas Kehutanan SumSel. (2015). Modul 2 . Pemutakhiran Peta Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan dan
  7. Edi, A. S., & Kurnianingtyas, A. P. (2020). Pemetaan Kebakaran Hutan Dan Lahan Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Jurnal Planologi, 17(2), 232. https://doi.org/10.30659/jpsa.v17i2.12606
  8. Hoscilo, A., Page, S. E., Tansey, K. J., & Rieley, J. O. (2011). Effect of repeated fires on land-cover change on peatland in southern Central Kalimantan, Indonesia, from 1973 to 2005. International Journal of Wildland Fire, 20(4), 578–588. https://doi.org/10.1071/WF10029
  9. Humam, A., Hidayat, M., Nurrochman, A., Anestatia, A. I., Yuliantina, A., & Aji, S. P. (2020). Identifikasi Daerah Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh di Kawasan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 1(1), 32–42. https://doi.org/10.23960/jgrs.2020.v1i1.14
  10. Jawad, A., Nurdjali, B., & Widiastuti, T. (2015). Zonasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari, 3(1), 88–97
  11. Larasati, N., Subiyanto, S., & Sukmono, A. (2017). Analisis Penggunaan Dan Pemanfaatan Tanah (P2T) Menggunakan Sistem Informasi Geografis Kecamatan Banyumanik Tahun 2016. Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 89–97
  12. Puji, Nursohela, Banowati Eva, dan P. S. (2015). Zonasi Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan Di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Geo Image, 4(1), 30–37
  13. Purwadhi, S. H., & Sanjoto, T. B. (2007). Pengantar Interpretasi Citra Penginderaan Jauh. In Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan Universitas Negeri Semarang (Vol. 1)
  14. Putri, T. T. A. (2017). Pengelolaan Sumberdaya Lahan Gambut di Kubu Raya Kalimantan Barat Menuju Lahan Tanpa Bakar. Jurnal Penelitian Agrosamudra, 4(2), 92–109
  15. Rachmah, Z., Rengkung, M. M., & Lahamendu, V. (2018). Kesesuaian Lahan Permukiman Di Kawasan Kaki Gunung Dua Sudara. Spasial, 5(1), 118–129
  16. Rachman, A., Saharjo, Bambang Hero, Putri, & Kumala, E. I. (2020). Forest and Land Fire Prevention Strategies in the Forest Management Unit Kubu Raya, South Ketapang, and North Ketapang in West Kalimantan Province. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(2), 213–223. https://doi.org/10.18343/jipi.25.2.213
  17. Silviana, S. H., Saharjo, B. H., & Sutikno, S. (2020). Fire risk analysis based on groundwater level in rewetting peatland, Sungaitohor village, kepulauan Meranti district, Riau province. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering,796(1). https://doi.org/10.1088/757-899X/796/1/012041
  18. Sudiana, N. (2019). (Study on Ground Water Level and the Implication To Peatland Fire At Kesatuan Hidrologi Gambut ( Khg ) Kahayan- Sebangau in Central Kalimantan) Studi Muka Air Tanah Gambut Dan Implikasinya Terhadap Bahaya Kebakaran Lahan Gambut Di Kesatuan Hidrologi Gambut. Jurnal Sains Dan Teknologi Mitigasi Bencana, 14(1), 1–7
  19. Susiati, H., Suntoko, H., Alhakim, E. E., & Suryanto, S. (2019). Pertimbangan Parameter Suhu Permukaan Tanah Dan Potensi Kebakaran Hutan Di Calon Tapak PLTN, Provinsi Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Infrastruktur Energi Nuklir, 195–203
  20. Tukidi. (2010). Karakter Curah Hujan Di Indonesia. Jurnal Geografi, 7(2), 136–145. https://doi.org/10.15294/jg.v7i2.84
  21. Wahyunto, W., Supriatna, W., & Agus, F. (2013). Land Use Change And Recommenation For Sustainable Development Of Peatland For Agriculture: Case Study at Kubu Raya and Pontianak Districts, West Kalimantan. Indonesian Journal of Agricultural Science, 11(1), 32. https://doi.org/10.21082/ijas.v11n1.2010.p32-40
  22. Widodo, T. (2013). Kajian Ketersediaan Air Tanah Terkait Pemanfaatan Lahan di Kabupaten Blitar. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 9(2), 122. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i2.6516
  23. Yananto, A., & Dewi, S. (2016). Analisis Kejadian El Nino Tahun 2015 Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Titik Api Di Wilayah Sumatera Dan Kalimantan. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca,17(1),11. https://doi.org/10.29122/jstmc.v17i1.544

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.