skip to main content

Evaluasi Aspek Teknis Operasional Pengelolaan Persampahan di Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu

Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 12 Jan 2022; Revised: 16 Mar 2022; Accepted: 23 Mar 2022; Available online: 30 Mar 2022; Published: 5 Jul 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Pusat kota Putussibau terletak di Kecamatan Putussibau Utara yang memiliki aktivitas penduduk tertinggi diantara kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu dengan kepadatan penduduknya 5,07 jiwa/km2 dengan luas wilayah 5.204,8 km2. Penanganan sampah di Kecamatan Putussibau Utara dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju timbulan sampah serta komposisi sampah dan mengevaluasi aspek teknis operasional pengelolaan persampahan di Kecamatan Putussibau Utara. Metode yang digunakan untuk mengukur timbulan sampah adalah pengukuran langsung dari 25 sampel perumahan dan 13 sampel non-perumahan dan komposisi sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994 selama 8 hari, sedangkan evaluasi aspek teknis operasional dilakukan dengan observasi secara langsung serta wawancara pada key person di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu dan dianalisis menggunakan metode checklist pada tabel yang telah dibuat dan evaluasi mengacu pada Permen PU No. 3/PRT/M/2013. Hasil penelitian yang didapat timbulan sampah di Kecamatan Putussibau Utara dengan jumlah penduduk 26,388 Jiwa sebesar 1,57 l/orang/hari dan timbulan sampah total kecamatan yaitu 41.607 m3/hari, sedangkan komposisi sampah organik berupa sampah sisa makanan dan daun-daun sebanyak 48% dan total anorganik dari berbagai macam komposisi sebanyak 52% yang besaran sampahnya didominasi oleh sampah plastik dan kertas yang dihasilkan oleh sumber perkantoran, pasar, dan toko, berdasarkan komposisi sampah dapat dihitung analisis pewadahan sampah organik dan anorganik dengan kapasitas wadah yang didapatkan masing-masing 3 liter. Berdasarkan timbulan sampah yang telah dihitung dapat dilakukan analisis estimasti timbulan sampah pada tahun mendatang yaitu sebesar 46.987 m3/hari, analisis kebutuhan kontainer dengan jumlah kontainer yang dibutuhkan sebanyak 2 unit dan alat angkut sebanyak 1 unit dengan proyeksi 5 tahun yaitu selama tahun 2020-2024. Pengelolaan sampah yang dihadapi adalah tingkat pelayanan yang masih rendah, sarana prasarana teknis operasional yang kurang memadai serta rendahnya peran serta masyarakat dalam praktik minimasi dan pemanfaatan sampah.

ABSTRACT

Putussibau city center is located in North Putussibau District which has the highest population activity among other sub-districts in Kapuas Hulu Regency with a population density of 5.07 people/km2 with an area of 5,204.8 km2. The handling of waste in North Putussibau District is carried out by the Kapuas Hulu District Environmental Service. The purpose of this study was to determine the rate of waste generation and the composition of waste and to evaluate the operational technical aspects of solid waste management in Putussibau Utara District. The method used to measure waste generation is direct measurement of 25 housing samples and 13 non-residential samples and waste composition based on SNI 19-3964-1994 for 8 days, while evaluation of operational technical aspects is carried out by direct observation and interviews with key persons at The Environmental Service of Kapuas Hulu Regency and analyzed using the checklist method in the table that has been made and the evaluation refers to the Minister of Public Works No. 3/PRT/M/2013. The results of the study obtained that the waste generation in North Putussibau District with a population of 26,388 people was 1.57 l/person/day and the total waste generation in the sub-district was 41,607 m3/day, while the composition of organic waste in the form of food waste and leaves was 48%. and a total of 52% inorganic from various compositions, the amount of which is dominated by plastic and paper waste produced by office, market and shop sources. Based on the composition of the waste, an analysis of organic and inorganic waste containers can be calculated with the capacity of each container obtained 3 liter. Based on the calculated waste generation, an analysis of the estimated waste generation in the coming year, which is 46,987 m3/day, analysis of container needs with the number of containers required is 2 units and the means of transportation is 1 unit with a projection of 5 years, namely during the year 2020-2024. Waste management faced is a low level of service, inadequate operational technical infrastructure and low community participation in the practice of minimizing and utilizing waste

Fulltext View|Download
Keywords: Evaluasi Teknis Operasional; Timbulan Sampah; Kecamatan Putussibau Utara

Article Metrics:

  1. Adioetomo dan Samosir. 2010. Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Selemba Empat
  2. Ahsan, A., Alamgir, M., Sergani, M.M.El., Sham, S., Rowshom, MK., and Daud, N.N.Nik. 2014. Assassement of Municipal Solid Waste Management System In a Developing Country. Chinese Journal of Engineering
  3. Alvin, Jap A. 2014. Analisa Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tipe Sedang Contoh Kasus Perumahan Taman Losari 2000 Makassar. Tugas Akhir. Universitas Hasanuddin. Makassar
  4. Amrizarois, ismail., et al. 2020. Adaptasi Pendampingan Pengelolaan Sampah di Masa Pandemi Covid-19 melalui Web Training Kreatifitas Produk Olahan Sampah. Semarang: Jurnal Abdidas. Vol. 1 (3), 165-167
  5. Auvaria, Shinfi Wazna. 2017. Perencanaan Pengelolaan Sampah Di Pondok Pesantren Langitan Kecamatan Widang Tuban. Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2 (1)
  6. Brigita., G, Rahardyan, Benno. 2013. Analisa Pengelolaan Sampah Makanan Di Kota Bandung. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol 19 (1), 34-45
  7. Cyntia, C. G. Samudro dan D. Siwi Handayani. 2016. Studi Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Dalam Perencanaan Teknik Operasional Pengelolaan Sampah di Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 5 (2). Semarang. Press. Jamaica
  8. Damanhuri, E dan Padmi, Tri. 2010. Pengelolaan Sampah Edisi Semester I – 2010/2011. Bandung: Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung
  9. Damanhuri, E dan Tri Padmi. 2016. Pengelolaan Sampah Terpadu. Bandung: ITB
  10. Guerrero, et al. 2012. Solid waste management challenges for cities in developing countries. Sci Total Environment
  11. Hartono, I, Gusniani, 2000, Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan. Universitas Indonesia Press, Jakarta
  12. Kardono, 2007. Integrated Solid Waste Management in Indonesia. Proceedings of International Symposium on EcoTopia Science. ISETS07: 629-633
  13. Kurnia, C, V., Sumiyati, S., dan Samudro, G. 2017. Pengaruh kadar air terhadap hasil pengomposan sampah organik dengan metode open windrow. Jurnal Teknik Mesin. 06, 58-62
  14. Maulida, A., Mizwar, A dan Firmansyah, M. 2017. Studi Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah Domestik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Skripsi. Program Studi Teknik Lingkungan. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru
  15. Nisa, K. 2016. Memproduksi Kompos Mikroorganisme Lokal (MOL). Katalog. Depok
  16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/Prt/M/2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
  17. Purristiyana. 2011. Strategi Peningkatan Pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertemanan Dalam Pengelolaan Sampah Perumahan (Kajian di Kabupaten Bogor). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
  18. Ratya, H dan Herumurti, W. 2017. Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Rungkut Surabaya. Jurnal Teknik ITS 6:2
  19. Ruslinda, Yenni, Shinta Indah, dan Widya Laylani, 2012. Studi Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah Domestik Kota Bukittinggi. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND Vol 9 (1). Padang
  20. Salim, E. 2010. Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi. Jakarta: Kompas Penerbit Buku
  21. Selintung, Mary, Irwan Ridwan Rahim dan Ryan Rombe, 2015. Studi Pengelolaan Sampah Terpadu di Tingkat Kelurahan Kota Makassar (Studi Kasus: Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang). Jurnal Teknik Sipil Universitas Hasanuddin. Makasar
  22. Sitanggang, Ch Monica., Priyambada, Ika Bagus., Syafrudin. 2017. Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol. 6 (1)
  23. SNI 19-3964-1994 Tentang Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan
  24. SNI 3242-2008 Tentang Pengelolaan Sampah di Permukiman
  25. Song, Qingbin, Zhishi, Wang and Jinhui, Li. 2016. Residents Attitudes and Willingness to Pay for Solid Waste Management in Macau, Journal of Procedia Environmental Sciences, 31, 635-643
  26. Subandriyo, Anggoro, D., Hadiyanto. 2012. Optimasi Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Kombinasi Aktivator Em4 dan Mol Terhadap Rasio C/N. Jurnal Ilmu Lingkungan UNDIP, Volume 10 issue 2:70-75
  27. Suryani, A.S. 2014. Studi Kasus Bank Sampah Malang (A Case Study of Malang Waste Bank) Anih Sri Suryani. Jurnal Aspirasi. 71-84
  28. Tchobanoglous, G. 1993. Integrated SolidWaste Management. New York: McGraw-Hill
  29. Thomas Hope, E. 1998. Solid Waste Management Critical Issues for Developing Countries. Canoe
  30. Yones, Indra. 2007. Kajian Pengelolaan Sampah Di Kota Ranai Ibu Kota Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau. Tesis Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.