skip to main content

Pemanfaatan Limbah Lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang Sebagai Bahan Pengganti Tanah Liat Pada Pembuatan Batu Bata

Department of Engineering, Universitas Tanjungpura, Indonesia

Received: 12 Apr 2022; Revised: 10 Oct 2022; Accepted: 28 Oct 2022; Available online: 3 Jan 2023; Published: 9 Jan 2023.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Limbah lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang berasal dari pengolahan air. Limbah lumpur PDAM mengandung aluminium dalam bentuk Al(OH)3 yang berpotensi mencemari badan perairan dan dapat menyebabkan penyakit kulit. Oleh karena itu, dilakukan pemanfaatan limbah lumpur PDAM menjadi batu bata dengan metode pembakaran dan tanpa dibakar.  Tujuan pemanfaatan limbah lumpur untuk mengetahui kualitas fisik – mekanik dan pengaruh limbah lumpur terhadap kualitas batu bata yang dihasilkan. Penjemuran limbah lumpur selama 2 hari dengan pengeringan batu bata selama 28 hari. Pada metode batu bata melalui pembakaran dilakukan pembakaran dengan suhu 1000˚C selama 2 hari. Komposisi bahan yaitu lumpur PDAM, tanah liat, semen dan air dengan 5 variasi berbeda. Komposisi variasi 1 (lumpur PDAM 17%, tanah liat 50%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 2 (lumpur PDAM 25%, tanah liat 42%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 3 (lumpur PDAM 33%, tanah liat 33%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 4 (lumpur PDAM 42%, tanah liat 25%, semen 17%, dan air 16%) dan komposisi variasi 5 (lumpur PDAM 50%, tanah liat 17%, semen 17%, dan air 16%). Kualitas batu bata yang paling banyak memenuhi syarat SNI 15-2094-2000 yaitu batu bata melalui pembakaran pada variasi 1 dan 2 dengan tampak datar, siku dan tidak retak; warna jingga; penyerapan air 14,8% dan 15,6%. Pada densitas dan kuat tekan, batu bata tidak memenuhi syarat. Semakin banyak limbah lumpur maka akan mempengaruhi hasil batu bata semakin buruk. Hasil batu bata yang buruk ketika komposisi limbah lumpur >25%.

Fulltext View|Download
Keywords: Batu Bata, Pemanfaatan Limbah Lumpur, SNI 15-2094-2000

Article Metrics:

  1. Andayono, T. 2017. Kualitas Batu Bata Pasca Sosialisasi Persyaratan Pokok Membangun Rumah Lebih Aman Gempa. INVOTEK. Vol. 17, No. 1
  2. Dinata, M. T., Adha, I., Setyanto. 2013. Studi Pengaruh Lama Waktu Proses Pembakaran Terhadap Kuat Tekan Batu Bata Setelah Penambahan Bahan Additive ISS 2500 (Ionic Soil Stabilizer). JRSDD. Vol. 1, No. 1
  3. Standar Nasional Indonesia. SNI 16-2094-2000. Batu bata Pejal Untuk Pasangan Dinding
  4. Fernanda, A., Iswan, Setyanto. 2012. Studi Kekuatan Pasangan Batu Bata Pasca Pembakaran Menggunakan Bahan Additive Zeolit. JRSDD. Vol. 1, No. 1
  5. Hidayati, R. N. 2018. Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Campuran terhadap Sifak Mekanik Batu Bata Di Desa Gunung Cupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta
  6. Mizwar, A dan Amalia, S.R. 2012. Pemanfaatan Limbah Lumpur Pengolahan Air Sebagai Bahan Pembuatan Batu Bata. Jurnal Bumi Lestari. Vol. 12, No. 2
  7. Nuryanti, Arizal, A., Arrisujaya, D. 2017. Kandungan Kimia Dari Limbah Lumpur Instalasi Pengolahan Air Minum Untuk Beton Geopolimer Dengan Xrf. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa. Vol. 7, No. 2
  8. Wiryasa, N. M. A. dan Sudarsana, I. A. 2009. Pemanfaatan Lumpur Lapindo Sebagai Bahan Substitusi Semen Dalam Pembuatan

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-24 07:14:52

No citation recorded.