Luasan hutan mangrove di Indonesia mengalami degradasi yang disebabkan oleh berbagai kerusakan sehingga rehabilitasi menjadi salah satu upaya penanganan pemulihan ekosistem. Proses pengelolaan mangrove tidak terlepas dari adanya risiko internal operasional maupun eksternal yang dapat menyebabkan kegagalan tanam. Karya Makmur merupakan kelompok usaha yang peduli terhadap keberlanjutan hutan mangrove dan focus pada penyediaan pasokan bibit di daerah pantai utara Kabupaten Bangkalan Madura. Pada area pengelolaan Kelompok Usaha Karya Makmur menunjukkan adanya risiko kegagalan seperti tidak berkembangnya bibit dengan sempurna sehingga berdampak pada kerugian produksi dan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi mitigasi risiko pengelolaan mangrove pada kelompok usaha Karya Makmur. Cakupan penelitian berfokus pada usaha pembibitan mangrove dengan menggunakan metode analisis House of Risk (HOR). Teridentifikasi alur proses bisnis pada pembibitan mangrove diawali dengan persiapan lahan, persiapan media tanam, persiapan benih, penanaman benih, dan perawatan bibit. Hasil menunjukkan terdapat risk event dan risk agent pada kelompok usaha Karya Makmur Jaya dengan urutan prioritas yakni benih yang bagus sulit didapat, adanya penyakit, terdapat hama pengganggu, kelalaian dalam penyiraman, kurangnya modal, dan perubahan cuaca dan iklim tidak menentu. Strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan utamanya yakni penyortiran benih mangrove dan diikuti dengan pengawasan pekerjaan karyawan, pemberian pestisida, bekerjasama dengan masyarakat dalam pengendalian kepiting, pelatihan tenaga kerja, dan pemberian teduhan.
Note: This article has supplementary file(s).
Subject | |
Type | Cover Letter, Reviewer dan Plagiasi |
Download (1MB) Indexing metadata |
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2025-03-31 00:15:54