KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS TEOLOGI

*Abdul Fatah  -  Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Tukiman Taruna  -  Unicef Perwakilan Jawa Tengah, Indonesia
Hartuti Purnaweni  -  Staf Edukatif Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undip, Indonesia
Received: 23 Apr 2014; Published: 24 Apr 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Daftar Isi Jurnal
Language: EN
Statistics: 768 1390
Abstract
ABSTRAK
Konsep pengelolaan sampah berbasis teologi yang disebut dengan shodaqoh
sampah adalah modifikasi dari pengelolaan sampah berbasis 3 R (Reuse, Reduce, Recycle)
dengan menambahkan unsur pendekatan teologi didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui fenomena yang terjadi, serta mengidentifikasi permasalahan dalam
pengelolaan sampah berbasis teologi di Desa Potorono, Kabupaten Bantul, Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menekankan
pada penafsiran pada fenomena yang muncul di masyarakat yang menjadi objek kemudian
dianalisa dan diinterpretasikan. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisa penelitian
ini adalah fenomenologi. Pendekatan fenomenologi berusaha masuk dalam dunia
konseptual subjek agar dapat memahami bagaimana dan apa makna yang disusun subjek
tersebut dalam kehidupan sehari-harinya
Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, munculnya fenomena
perubahan paradigma dari masyarakat dari bershodaqoh sampah ke jual beli sampah.
Manajemen pemilahan, penjualan, dan pelaporan berjalan cukup baik meskipun ada
kendala teknis dilapangan seperti tidak maksimalnya masyarakat dalam memanfaatkan
wadah sak yang telah disediakan pangurus dan masih enggannya masyarakat untuk
memilah sampah dari sumbernya, sehingga petugas pengambil sampah harus memilah
ulang karena sampah yang tercampur. Adanya kendala finansial dikarenakan masyarakat
mulai bergeser paradigmanya dari menshodaqohkan sampah menuju jual beli sampah,
mengakibatkan tersendatnya operasionalisasi shodaqoh sampah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat saran dan rekomendasi
sebagai berikut : Memberikan sentuhan teologis untuk memantapkan hati dalam
bershodaqoh sebagai wujud implementasi amal soleh yang diajarkan oleh agama semisal
dengan meminta pengurus MLH (Majelis Lingkungan Hidup) Muhammadiyah untuk
memberikan ceramah agama tentang manfaat dan pahala dari bershodaqoh salah satunya
adalah shodaqoh sampah. Perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antara pengurus
BMS (Bersih Menuju Sehat) dan masyarakat untuk memberikan pemahaman akan manfaat
shodaqoh sampah untuk kemaslahatan bersama (masyarakat),
Kata kunci : shodaqoh sampah, BMS (Bersih Menuju Sehat), MLH (Majelis Lingkungan Hidup)

Article Metrics: