skip to main content

Tren Temporal Karakteristik Sampah Laut Makro dan Meso (2019–2022) di Kepesisiran Bantul - Yogyakarta: Dasar Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Kepesisiran

Coastal and Watershed Research Group, Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 Indonesia, Indonesia

Received: 4 Dec 2024; Revised: 7 Dec 2025; Accepted: 14 Dec 2025; Available online: 16 Dec 2025; Published: 31 Dec 2025.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Sampah laut merupakan ancaman ekologis dan sosio-ekonomi yang mendesak secara global, tidak terkecuali di wilayah pesisir Indonesia, seperti di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk memahami karakteristik dan tren temporal sampah laut di wilayah ini sebagai basis kebijakan mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dan menganalisis tren kepadatan sampah laut berukuran makro (2,5 cm - 1 m) dan meso (0,5 - 2,5 cm) di Pantai Baru dan Pantai Depok, Bantul. Kontribusi ilmiah utama dari studi ini adalah penyediaan data pemantauan berkala jangka panjang, dari tahun 2019 hingga 2022, yang spesifik berdasarkan ukuran dan musim, yaitu musim barat hingga awal peralihan I dan musim timur hingga awal peralihan II, yang masih jarang dilakukan di pesisir selatan Jawa. Metode pelaksanaan pemantauan sampah laut di Kabupaten Bantul dilaksanakan menggunakan metode transek. Hasil analisis menunjukkan berbagai jenis sampah, termasuk plastik, kaca dan keramik, kayu, busa plastik, karet, kardus dan kertas, logam, dan bahan lainnya. Kepadatan sampah bervariasi signifikan dari 0 hingga 18 buah per meter persegi tiap tahunnya. Hanya sampah jenis plastik, busa plastik, dan bahan lainnya yang teridentifikasi memiliki kepadatan lebih dari satu buah per meter persegi, baik ukuran makro maupun meso. Secara umum, jenis sampah lain memiliki kepadatan kurang dari satu buah per meter persegi. Temuan paling signifikan adalah adanya peningkatan jumlah sampah plastik yang substansial, baik dari kepadatan berat maupun jumlah sampah. Temuan ini menegaskan bahwa plastik adalah kontributor dominan dan memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, studi ini memberikan data dasar yang kuat untuk merumuskan kebijakan atau intervensi manajerial yang terfokus dan berkelanjutan guna mengurangi dampak negatif sampah plastik di wilayah kepesisiran Bantul.
Fulltext View|Download
Keywords: sampah laut makro; sampah laut meso; kepadatan sampah laut; Pantai Baru; Pantai Depok
Funding: -

Article Metrics:

  1. Attamimi, A., Purba, N.P., Anggraini, S.R., Harahap, S.A., 2015. Investigation of marine debris in Kuta Beach Bali. In: Suhartanto, E., Juwono, P.T., WWS, A., Andawayanti, U., Hidayat, F., Susilo, G.E. (Eds.), Proceedings of Environmental Engineering and Water Technology, Integrated Water System and Governance (Malang, East Java, Indonesia), pp. C1–C7
  2. Durand, S.S. 2010. Studi Potensi Sumberdaya Alam di Kawasan Pesisir Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 6(1), 1–7. https://doi.org/10.35800/jpkt.6.1.2010.107
  3. GESAMP. 2016. Sources, fate and effects of microplastics in the marine environment: part two of a global assessment. In: Kershaw, P.J., Rochman, C.M. (Eds.), (IMO/FAO/ UNESCO-IOC/UNIDO/WMO/IAEA/UN/ UNEP/UNDP Joint Group of Experts on the Scientific Aspects of Marine Environmental Protection). Rep. Stud. GESAMP No. 93, (220 pp.)
  4. Hibatullah, M.F., Mutaqin, B.W. (2024). Marine debris characteristics in various coastal typologies in the Gunungkidul coastal area of Yogyakarta – Indonesia. Discover Geoscience. 2, 24. https://doi.org/10.1007/s44288-024-00033-1
  5. Indrawati, D. 2011. Upaya Pengendalian Pencemaran Sungai yang diakibatkan oleh sampah. Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology, 5(6): 185- 192. https://doi.org/10.25105/urbanenvirotech.v5i6.692
  6. Isnain, M.N., Mutaqin, B.W. (2023). Geomorphological and hydro-oceanographic analysis related to the characteristics of marine debris on the south coast of Yogyakarta – Indonesia. Rend. Fis. Acc. Lincei. 34(1), 227-239. https://doi.org/10.1007/s12210-022-01125-1
  7. Jambeck, J.R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T.R., Perryman, M., Adrady, A., Narayan, R., Law, K.L. 2015. Plastic waste inputs from land into the ocean. Science 347(6223), 768-771. http://doi.org/10.1126/science.1260352
  8. KLHK. 2019. Mengenal Status dan Arahan Pengelolaan Jasa Lingkungan DAS Progo. Available online at http://p3ejawa.menlhk.go.id/news144-mengenal-status-dan-arahan-pengelolaan---jasa-lingkungan-das-progo.html. Diakses pada 8 April 2021
  9. Lebreton, L., van der Zwet, J., Damsteeg, JW. et al. River plastic emissions to the world’s oceans. Nat Commun 8, 15611 (2017). https://doi.org/10.1038/ncomms15611
  10. Maximenko, N., Arvesen, J., Asner, G., Carlton, J., Castrence, M., Centurioni, L., Chao, Y., Chapman, J., Chirayath, V., Corradi, P., dkk. 2017 Remote Sensing of Marine Debris to Study Dynamics, Balances and Trends. Available online: https://ecocast.arc.nasa.gov/las/Reports%20and%20Papers/Marine-Debris-Workshop-2017. pdf (Diakses pada 24 April 2020)
  11. Mutaqin, B.W. 2017. Shoreline Changes Analysis in Kuwaru Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia: An Application of the Digital Shoreline Analysis System (DSAS). International Journal of Sustainable Development and Planning 12(7), pp. 1203-1214. https://doi.org/10.2495/SDP-V12-N7-1203-1214
  12. Mutaqin, B.W., Marfai, M.A., Helmi, M., Rindarjono, M.G., Windayati, R., Sunarto 2020a. Spatio-temporal Mapping of Ecotourism Activities in Buleleng Conservation Zone: A Methodological Review, IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 451 012095. https://doi.org/10.1088/1755-1315/451/1/012095
  13. Mutaqin, B.W., Marfai, M.A., Helmi, M., Nurhadi, Umarella, M.R., Munir, M. 2020b. How Important Risk Analysis of Plastic Pollution in Coastal Area? Case Study in Masohi, Central Maluku. E3S Web of Conferences 200, 02014. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020002014
  14. Mutaqin, B.W., Yuendini, E.P., Aditya, B., Rachmi, I.N., Fathurrizqi, M.I., Damayanti, S.I., Ahadiah, S.N., Puspitasari, N.N.A. 2020c. Kelimpahan Megabentos Sebagai Indikator Kesehatan Karang Di Perairan Bilik, Taman Nasional Baluran, Indonesia. Jurnal Enggano. 5(2), 181-194. https://doi.org/10.31186/jenggano.5.2.181-194
  15. Pangestu, I.F., Purba, N.P., Syamsudin, M.L. 2016. Microplastic condition in Indramayu, West Java waters. In: Afrianto, E., Yustiati, A., Hasan, Z., Anna, Z., Andriani, Y., Rizal, A., Syamsudin, M.L. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan: Sinergitas Teknologi, Hukum, dan Kebijakan Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Menuju Kedaulatan Pangan di Era MEA (Bandung, Indonesia), pp. 382–390
  16. Pawar, P.R., Shirgaonkar, S.S., Patil, R.B. 2016). Plastic marine debris: sources, distribution and impacts on coastal and ocean biodiversity. PENCIL Publ. Biol. Sci. 3(1), 40–54
  17. Peraturan Daerah DIY Nomor 1 tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2025
  18. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  19. Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut
  20. Purba, N.P, Handyman, D.I.W., Pribadi, T.D., Syakti, A.D., Pranowo, W.S., Harvey, A., Ihsan, Y.N. 2019. Marine Debris in Indonesia: A Review of Research and Status. Marine Pollution Bulletin 146, 134—144. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.05.057
  21. Purwaningrum, P.2016. Upaya mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan. Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology 8(2), 141-147. http://doi.org/10.25105/urbanenvirotech.v8i2.1421
  22. Ramos, A., Purba, N.P., Faizal, I., Mulyani, Y., Syamsudin, M.L. 2018. Microplastic tracking from Pacific garbage to Northern Indonesia Sea. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah 6(1), 87–96. https://doi.org/10.22437/ppd.v6i1.5178
  23. Reisser, J., Shaw, J., Wilcox, C., Hardesty, B.D., Proietti, M., Thums, M., Pattiaratchi, C. 2013. Marine plastic pollution in waters around Australia: characteristics, concentrations, and pathways. PloS one 8(11), e80466. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0080466
  24. Sheavly, S.B. 2007. National Marine Debris Monitoring Program: Final Program Report, Data Analysis and Summary. Prepared for U.S. Environmental Protection Agency by Ocean Conservancy, Grant Number X83053401-02, 76 p
  25. Small C, Nicholls RJ. 2003. A Global Analysis of Human Settlement in Coastal Zones. Journal of Coastal Research, 19(3), 584–599. https://www.jstor.org/stable/4299200
  26. Topçu, N., Tonay, M., Dede, A., Oztürk, A., Oztürk, B. 2012. Origin and abundance of marine litter along sandy beaches of the Turkish Western Black Sea Coast. Marine environmental research. 85, 21-28. https://doi.org/1016/j.marenvres.2012.12.006
  27. Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  28. United Nations Environment Programme (UNEP). 2005. Marine Litter, an Analytical Overview. United Nations Environment Programme, Nairobi, Kenya (58p)
  29. Wahid, N.M., Mutaqin, B.W. (2024). Tidal fluctuation effect on the characteristics of marine debris in the Kulon Progo beaches of Yogyakarta, Indonesia. Journal of Coastal Conservation. 28(1), 37. https://doi.org/10.1007/s11852-024-01036-3
  30. Yunanto, A., Suganda, E., Soesilo, T.E.B., Hanggono, A. 2014. Modeling abundance and control of litter on Kuta Beach, Bali, Indonesia. J. Sci. Basic App. Res. 15(1), 708–729

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-01-21 20:56:38

No citation recorded.