skip to main content

Analisis Kandungan Merkuri dan Penilaian Resiko Ekologi dari Keberadaan Merkuri (Hg) di Sungai Murui, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

1Department of Fisheries, Faculty of Agriculture, Forestry and Fisherie, Palangka Raya University, Indonesia

2Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya, Indonesia

Received: 4 Mar 2025; Revised: 25 May 2026; Accepted: 4 Jun 2026; Published: 24 May 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2023 yang bertujuan untuk menganalisis kandungan merkuri pada air dan sedimen, dan juga untuk menilai resiko ekologis dari keberadaan merkuri di Sungai Murui dengan metode penelitian yang digunakan adalah survei dan observasi. Pengukurun parameter kualitas air (pH, suhu dan electrical conductivity) dan pengambilan sampel air serta sedimen dilakukan pada 3 (tiga) titik stasiun dengan masing-masing 3 (tiga) kali ulangan. Parameter kualitas air diukur secara lamngsung dilapangan, sedangkan analysis kandungan merkuri dalam air di sedimen dilakukan di Laboratorium Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan. Rata-rata nilai parameter pH berkisar antara 3,29-5,39, suhu berkisar antara 28,48,-30,15°C, dan Electrical Conductivity berkisar antara 126-318 mS/m. Sedangkan rata-rata kandungan merkuri pada air berkisar antara 0,005-0,021 mg/l, nilai tersebut telah melebihi batas maksimum yang diperbolehkan berkisar antara 0,001-0,005 mg/l berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Kandungan merkuri di sedimen berkisar antara 0,36-0,82 mg/kg, kandungan tersebut telah melebihi batas standar yang ditetapkan pada beberapa negara (ANZECC, NOAA, and Canadian sediment quality standards). Berdasarkan hasil perhitungan I-Geo dan juga Contamination Factor (CF) didapatkan bahwa nilai I-Geo berkisar antara 3,91-5,10 termasuk dalam kategori tercemar berat hingga sangat tercemar dan nilai CF berkisar antara 22,50-51,46 yang termasuk ke dalam kategori faktor kontaminasi sangat tinggi. Sedangkan untuk penilaian resiko ekologis (ER) dan Risk Qoutient (RQ) didapatkan bahwa nilai ER berkisar antara 900,00-2.058,40 yang termasuk dalam kategori potensi risiko ekologi yang sangat tinggi (ER>320), nilai RQ berkisar antara 9,00-20,58 (RQ>1) menujukkan bahwa keberadaan merkuri dalam sedimen yang ada pada tiga lokasi tersebut memiliki resiko bagi ekologis.
Keywords: Kualitas Air; Merkuri; Risiko Ekologi; Risk Quotient; Sedimen; Sungai Murui

Article Metrics:

  1. Abdullah, M. I. C., Sah, A. S. R. M., Haris, H. 2020. Geoaccumulation Index and Enrichment Factor of Arsenic in Surface Sediment of Bukit Merah Reservoir, Malaysia. Tropical Life Sciences Research, 31(3), 109–125, 2020
  2. Afitha, A. D., Haryono, E., & Wacano, D. 2013. Variabilitas Harian Bikarbonat (Hco3) yang Terlarut dalam Air Pada Mata Air Karst di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul. Ekologi Lingkungan Kawasan Karst Indonesia: Menjaga Asa Kelestarian Kawasan Karst Indonesia, 27-40
  3. Banunaek, Z. A. 2016. Pencemaran Merkuri di Lahan Pertambangan Emas Rakyatdan Strategi Pengendaliannya (Doctoral Dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
  4. Bawelle, E., Undap, S. L., Kusen, D. J., Pangemanan, N. P., Tumembouw, S. S., Wantasen, A. S., & Langi, E. O. 2020. Konsentrasi Merkuri (Hg) Pada Air Laut di Area Budidaya Teluk Manalu Kabupaten Kepulauan Sangihe. E-Journal Budidaya Perairan, 8(2)
  5. Bornewnews. Https://Www.Borneonews.Co.Id/Berita/56566-Ada-Ribuan-Penambang-Di Sepanjang-Sungai-Murui
  6. Budi, P., Rahadjo, M., & Dewanti, N. A. Y. 2016. Analisis Pencemaran Logam Berat Timbal di Badan Sungai Babon Kecamatan Genuk Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undi p), 4(5), 119-118
  7. Elvince, R., Inoue, T., Darung, U., Kawakami, T., Nagafuchi, O., & Tsushima, K. 2008. Mercury Contamination In Lake Tilap, Central Kalimantan, Indonesia. Journal Of Ecotechnology Research, 13(4), 291-294
  8. Elvince, R., Inoue, T., Tsushima, K., Takayanagi, R., Darung, U., Gumiri, S., & Yamada, T. 2008. Assessment Of Mercury Contamination In The Kahayan River, Central Kalimantan, Indonesia. Journal Of Water And Environment Technology, 6(2):103-112
  9. Guo, W. , Liu, X., Liu, X., Li, G. 2010. International Society for Environmental Information Sciences 2010 Annual Conference (ISEIS) Pollution and Potential Ecological Risk Evaluation of Heavy Metals in the Sediments around Dongjiang Harbor, Tianjin. Procedia Environmental Sciences 2:729–736
  10. Hakanson, L. 1979. An ecological Risk Index for Aquatic Pollution Control, A Sedimentological Approach. Water Research, Vol 14: 975-1001
  11. Handayanto, E., Nuraini, Y., Muddarisna, N., Syam, N., & Fiqri, A. 2017. Fitoremediasi dan phytomining logam berat pencemar tanah. Universitas Brawijaya Press
  12. Hidayanti, K. 2019. Distribusi Logam Berat Pada Air dan Sedimen Serta Potensi Bioakumulasi Pada Ikan Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (Studi Kasus: DAS Sekonyer, Kalimantan Tengah). Media Ilmiah Teknik Lingkungan
  13. Huang, W.Y, Huang, S.W, Li, Y.L, Huang, S.P, Lin, C, Ngo, H.H., Bui, X. T. 2023. Reduced pollution level and ecological risk of mercury-polluted sediment in a alkali-chlorine factory’s brine water storage pond after corrective actions: A case study in Southern Taiwan. Environmental Technology & Innovation 29:1-11
  14. Indrajaya, F. & Virgiyanti, L. 2019. Analisa Kandungan Merkuri (Hg) di Wilayah Penambangan Emasdanau Payawan Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Promine, 7(2):59-64
  15. Japan Public Health Association. 2001 Tindakan Pencegahan Pencemaran Merkuri Lingkungan dan Efek Kesehatannya
  16. Kitong, M. T., Abidjulu, J., & Koleangan, H. S. 2012. Analisis Merkuri (Hg) dan Arsen (As) di Sedimen Sungai Ranoyapo Kecamatan Amurang Sulawesi Utara. Jurnal Mipa, 1(1), 16-19
  17. Le, Q. H , Tran, D.D., Chen, Y. C, Nguyen, H.L. 2019. Risk of Lead Exposure from Transport Stations to Human Health: A Case Study in the Highland Province of Vietnam. Toxic, 1-13
  18. Liu,A. X., Dadzie, A.A, Yuan, L, Xing, S · Zhou, X, Xiao, S. 2022. Analysis and potential ecological risk assessment of heavy metals in surface sediments of the freshwater ecosystem in Zhenjiang City, China. SN Applied Sciences 4:258
  19. Maulana, A., Harianti, M,Prasetyo, T.B, Herviyanti. 2023. Index of contamination/pollution factor, geo-accumulation and ecological risk in ex-gold mining soil contaminated with mercuryJOURNAL OF DEGRADED AND MINING LANDS MANAGEMENT Volume 10, Number 4 :4791-4799, doi: 10.15243/jdmlm.2023.104.4791
  20. Mahardika, D. I., & Salami, I. R. S. 2012. Profil Distribusi Pencemaran Logam Berat Pada Air dan Sedimen Aliran Sungai dari Air Lindi Tpa Sari Mukti. Jurnal Teknik Lingkungan, 18(1), 30
  21. Mahmud, M. 2014. Kajian Pencemaran Merkuri Terhadap Lingkungan Di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian Kerjasama
  22. Muadifah, A. 2019. Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Media Nusa Creative (MNC Publishing)
  23. Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  24. Rachmawatie, R., Hidayah, Z., & Abida, I. W. 2009. Analisis Konsentrasi Merkuri (Hg) dan Cadmium (Cd) di Muara Sungai Porong Sebagai Area Buangan Limbah Lumpur Lapindo. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal Of Marine Science And Technology, 2(2), 125-134
  25. Rahmah, N., Zulfikar, A., & Apriadi, T. 2022. Kelimpahan Fitoplankton dan Kaitannya dengan Beberapa Parameter Lingkungan Perairan di Estuari Sei Carang Kota Tanjungpinang. Journal Of Marine Research, 11(2), 189-200
  26. Rahman, A., Masmitra, K. D., & Nurliani, A. 2016. Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus L.) Budidaya Keramba di Sekitar Waduk Riam Kanan Kecamatan Aranio. Biodi daktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 11(2)
  27. Rahmatillahs & Husen, T. 2018 Penyalahgunaan Pengelolaan Pertambangan Terhadap Kerusakan Lingkungan Hidup Di Kecamatan Kluet Tengah. Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum. Vol. 7 No. 1
  28. Safitri, M. & Putri. 2013. Kondisi Keasaman (pH) Laut Indonesia. Jurnal Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. ITB. Bandung
  29. SNI 6989.57-2008 Tentang Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan
  30. SNI 6989.78-2011 Tentang Cara Uji Raksa (Hg) Secara Spektrofotometri Serapan Atom (Ssa)-Uap Dingin Atau Mercury Analizer
  31. Sumantri, A., Laelasari, E., Junita, N.R., Nasrudi n. 2014. Logam Merkuri Pada Pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin. Jurnal Kesehatan Masyarakat
  32. Sumarjono, E., Aryanto, R., Purwiyono, T. T., & Subandrio, S. 2020. Topografi Sebagai Faktor Pengontrol Terhadap Penyebaran Merkuri Limbah Pengolahan Bijih Emas dengan Metode Amalgamasi Pada Sedimen Sungai. In Prosidi ng Seminar Nasional Pakar (Pp. 1-3)
  33. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambang Mineral dan Batubara
  34. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Penataan Ruang
  35. United States Enviromental Protect Agency. 2017. Mercury Study Report To Congress, Office Of Air Quality Planning And Standards And Office Of Research And Development. Washington Dc (Us): Environmental Protection Agency
  36. Utami, R., Rismawati, W., & Sapanli, K. 2018.Pemanfaatan Mangrove Untuk Mengurangi Logam Berat di Perairan. In Seminar Nasional Hari Air Sedunia (Vol. 1, No. 1, Pp. 141-153)
  37. Wawo, R. H. A., Widodo, S., Jafar, N., & Yusuf, F. N. 2017. Analisis Pengaruh Penambangan Emas Terhadap Kondisi Tanah Pada Pertambangan Rakyat Poboya Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Geomine, 5(3)
  38. World Health Organization.1993 Guidelines For Drinking Water Quality (2nd Edn). Geneva
  39. Yanti, N. D. 2016. Penilaian Kondisi Keasaman Perairan Pesisir dan Laut Kabupaten Pangkajene Kepulauan Pada Musim Peralihan I. Makasar. Universitas Hasanuddin
  40. Yulianti, R., Sukiyah, E., & Sulaksana, N. 2016. Dampak Limbah Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Terhadap Kualitas Air Sungai Limun Kabupaten Sarolangun Propinsi Jambi. Bulletin Of Scientific Contribution, 14(3), 251-262
  41. Yuliastri, I. R. 2010. Penggunaan Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan dan Flokulan dalam Perbaikan Kualitas Air Limbah dan Air Tanah

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-19 12:27:02

No citation recorded.