skip to main content

Evaluasi Tapak Wisata Berbasis Kerentanan Wisata dengan Permodelan Maximum Entrophy (MaxEnt) pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa

1Jurusan Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro,Gedung Pascasarjana A Lt 4, Jl. Imam Bardjo, SH No. 3-5 Semarang 50241, Indonesia

2Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia

3Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 15 May 2025; Revised: 3 Jun 2026; Accepted: 8 Jun 2026; Available online: 16 Jul 2026; Published: 18 Jul 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Selama periode tahun 2004 – 2024 jumlah kunjungan wisata Taman Nasional Karimunjawa mengalami peningkatan yang sangat singnifikan. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga tiket yang ekonomis dan terjangkau, kemudahan akses serta tersedianya sarana transportasi yang memadai. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menyebabkan tekanan ekologis yang cukup besar sehingga memicu degradasi lingkungan, khususnya kerusakan terumbu karang. Luas kerusakan terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa mencapai 7,48 hektar, dengan sekitar 95% (7,097 hektar) berada pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan tapak wisata pada zona tersebut dengan menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi kerentanan tapak wisata berdasarkan titik objek daya tarik wisata alam dan delapan variabel lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar memiliki tingkat kerentanan tinggi seluas 19,43 hektar (3,5%), kerentanan sedang seluas 106,91 hektar (19,26%), kerentanan rendah seluas 158,79 hektar (28,60%), dan area tidak rentan seluas 270,09 hektar (48,65%) terhadap aktivitas wisata dengan variabel lingkungan yang paling mempengaruhi yaitu kedalaman, NDWI, tinggi gelombang dan tutupan lahan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian tapak wisata berdasarkan tingkat kerentanan tapak wisata pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa masih tergolong cukup baik.

Keywords: kerentanan wisata; maximum entropy; zona pemanfaatan; Taman Nasional Karimunjawa

Article Metrics:

  1. Aliansyah, H., & Hermawan, W. (2021). Peran Sektor Pariwisata Pada Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Jawa Barat. Bina Ekonomi, 23(1), 39–55. https://doi.org/10.26593/be.v23i1.4654.39-55
  2. Balai Taman Nasional Karimunjawa. (2019). Dokumen Rencana Pemulihan Ekosistem (Tidak dipublikasikan)
  3. Baloch, Q. B., Shah, S. N., Iqbal, N., Sheeraz, M., Asadullah, M., Mahar, S., & Khan, A. U. (2023). Impact of tourism development upon environmental sustainability: a suggested framework for sustainable ecotourism. Environmental Science and Pollution Research, 30(3), 5917–5930. https://doi.org/10.1007/s11356-022-22496-w
  4. Brown, K., Turner, R. K., Hameed, H., & Bateman, I. (1995). Tourism and sustainability in environmentally fragile areas: case studies from the Maldives and Nepal. Working Paper - Centre for Social & Economic Research on the Global Environment, GEC 95-30. https://doi.org/10.1017/S0376892997000428
  5. Deviana, D. A., Frida, P., & Rudiyanti, S. (2019). Analisis Kesesuaian Wisata Pantai Teluk Awur Di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Journal of Maquares, 8(2), 93–101. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/marj.v8i2.24232
  6. Direktorat Jenderal PHKA. (2003). Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA)
  7. Elith, J., Phillips, S. J., Hastie, T., Dudík, M., Chee, Y. E., & Yates, C. J. (2011). A statistical explanation of MaxEnt for ecologists. Diversity and Distributions, 17(1), 43–57. https://doi.org/10.1111/j.1472-4642.2010.00725.x
  8. Escalante, T., Rodríguez-Tapia, G., Linaje, M., Illoldi-Rangel, P., & González-López, R. (2013). Identification of areas of endemism from species distribution models: threshold selection and Nearctic mammals. TIP Revista Especializada En Ciencias Químico-Biológicas, 16(1), 5–17. https://doi.org/10.1016/s1405-888x(13)72073-4
  9. Farid, M., Purnomo, P. W., & Supriharyono, S. (2018). Perubahan Tutupan Terumbu Karang Ditinjau Dari Banyaknya Wisatawan Di Tanjung Gelam Kepulauan Karimunjawa Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Oli. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 7(1), 18–27. https://doi.org/10.14710/marj.v7i1.22521
  10. Hidayati, N., Pragita, T. E., & Parstiwi, B. (2014). Panduan Penerapan SNI 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam (1st ed.). Badan Standardisasi Nasional
  11. Hikmah, N., Fauziyah, N. K., Septiani, M., & Lasari, D. M. (2022). Healing Sebagai Strategi Coping Stress Melalui Pariwisata. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 3(2), 113–124. https://doi.org/10.36256/ijtl.v3i2.308
  12. Karimunjawa, B. T. N. (2023). Revisi Zona Pengelolaan Taman Nasional Karimunjawa
  13. Karsudi, Soekmadi, R., & Kartodihardjo, H. (2010). Ecotourism Development Strategy in the Yapen Islands, Papua Province. Manajemen Hutan Tropika, 15(2), 80–87. https://doi.org/10.29243/medkon.15.2
  14. Kartawijaya, T., Prasetia, R., Ripanto, & Jamaludin. (2011). Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Taman Nasional Karimunjawa
  15. Kurniawan, F. (2017). Studi resiliensi spasial pulau-pulau kecil: kasus kawasan konservasi perairan nasional, taman wisata perairan gili ayer, gili meno, dan gili trawangan (gili matra), nusa tenggara barat [disertasi]. Institut Pertanian Bogor, 6(1), 51–66. http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf%0Ahttp://fiskal.kemenkeu.go.id/ejournal%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1
  16. Li, Y., Li, M., Li, C., & Liu, Z. (2020). Optimized maxent model predictions of climate change impacts on the suitable distribution of cunninghamia lanceolata in China. Forests, 11(3). https://doi.org/10.3390/f11030302
  17. Liliyana, Hermina, U. N., & Anggita. (2025). Analisis Kelayakan Potensi Objek Daya Tarik Wisata (ODTWA) Taman Wisata Alam Indah Lestari di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 11(2), 1064–1076. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4356
  18. Luong, T. B. (2024). Adapting Values-Beliefs-Norms (VBN) model and the Value-Identity-Personal norm (VIP) model into ecotourism intention: A case study of Cat Tien National Park, Vietnam. International Journal of Geoheritage and Parks, 12(4), 621–635. https://doi.org/10.1016/j.ijgeop.2024.11.008
  19. Mitrică, B., Şerban, P. R., Roznoviețchi, I., Micu, D., Persu, M., Grigorescu, I., Amihăesei, V., Dumitraşcu, M., & Damian, N. (2025). The tourism sector’s vulnerability to climate change-related phenomena. Case study: Romania. International Journal of Disaster Risk Reduction, 118(November 2024). https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2025.105248
  20. Mohammadi, A., Almasieh, K., Nayeri, D., Adibi, M. A., & Wan, H. Y. (2022). Comparison of habitat suitability and connectivity modelling for three carnivores of conservation concern in an Iranian montane landscape. Landscape Ecology, 37(2), 411–430. https://doi.org/10.1007/s10980-021-01386-5
  21. Mulyasari, R., & Rahmadian, G. (2022). Gadjah Mada Journal of Tourism Studies Kerentanan Pariwisata dan Responnya : Studi Kasus Covid-19 di Kawasan Wisata Kaliurang. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, 4(1), 25–41. https://doi.org///doi.org/10.22146/gamajts.v4i1.81283
  22. Najeha, A. S., & Vitrianto, P. N. (2025). Degradasi Lingkungan Kawasan Wisata Pantai Samas dalam Kajian Ekologi Sosial. Journal of Tourism and Economic, 7(1), 23–38. https://doi.org/10.36594/jtec/8jm7j756
  23. Pakpahan, A., & Sentosa, A. (2020). Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Sungai Batu Sei Gohong Kota Palangka Raya. Jurnal Sociopolitico, 2(2), 126–130. https://doi.org/10.54683/sociopolitico.v2i2.32
  24. Panalaran, S., & Pamungkas, R. J. (2024). Analisis Kesesuaian Wisata di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran berdasarkan Parameter Oseanografi Satriyo Panalaran dan Rifky Jati Pamungkas*. Jurnal Kelautan Tropis Juni, 27(2), 269–276. https://doi.org/10.14710/jkt.v27i2.22438
  25. Porto, N., Rucci, A. C., & Ciaschi, M. (2018). Tourism accessibility competitiveness. A regional approach for Latin American countries. Investigaciones Regionales, 2018(42), 75–91
  26. Prasetya, J. D., Hudawan, D., & Farhaini, N. (2021). Kajian Kondisi Tutupan Karang Terhadap Daya Dukung Wisata Bahari Di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Jurnal Mineral, Energi, Dan Lingkungan, 4(2), 71. https://doi.org/10.31315/jmel.v4i2.3837
  27. Pribadi, A. H., Suryanti, S., & Ain, C. (2020). Dampak Kegiatan Pariwisata terhadap Status Tutupan Terumbu Karang dan Valuasi Ekonomi di Kepulauan Karimunjawa The Impact of Tourism Activities on The Status of Coral Reef Cover and Economic Valuation in Karimunjawa Island. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 9(1), 72–80. https://doi.org/10.14710/marj.v9i1.27762
  28. Quan, Q., & Wu, Y. (2024). Integrating Entropy Weight and MaxEnt Models for Ecotourism Suitability Assessment in Northeast China Tiger and Leopard National Park. Land, 13(8). https://doi.org/10.3390/land13081269
  29. Rahayuningsih, T., Muntasib, E. K. S. H., & Prasetyo, L. B. (2016). Nature Based Tourism Resources Assessment Using Geographic Information System (GIS): Case Study in Bogor. Procedia Environmental Sciences, 33(April), 365–375. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2016.03.087
  30. Rahman, A. D., Condro, A. A., & Giri, M. S. (2022). Model Distribusi Spesies : Maximum Entropy. IPB Press
  31. Rahminda, P., Solfema, S., & Putri, L. D. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Budaya Lokal dan Pelestarian Lingkungan Hidup. 3
  32. Saragi, H. (2023). Analisis Dampak Wisata Bahari Karimunjawa dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Jurnal Sosial Dan Sains, 3(1), 27–39. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v3i1.665
  33. Sekartjakrarini, S., & Nababan, M. G. (2010). Master Plan Wisata Alam Taman Nasional Karimunjawa Kabupeten Jepara Provinsi Jawa Tengah. In Wikipedia (Issue 248). https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Karimunjawa
  34. Setiawan, I. (2019). Potensi Destinasi Wisata Di Indonesia Menuju Kemandirian Ekonomi. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call for Papers Unisbank (Sendi_U), 53(9), 1–6. https://media.neliti.com/media/publications/173034-ID-potensi-destinasi-wisata-di-indonesia-me.pdf
  35. Su, H., Bista, M., & Li, M. (2021). Mapping habitat suitability for Asiatic black bear and red panda in Makalu Barun National Park of Nepal from Maxent and GARP models. Scientific Reports, 11(1), 14135. https://doi.org/10.1038/s41598-021-93540-x
  36. Sudini, L. P., & Arthanaya, I. W. (2022). Pengembangan Pariwisata Berwawasan Pelestarian Lingkungan Hidup. Jurnal Ilmu Hukum, 18(1), 65–76. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.5837
  37. Sulisyati, R. (2016). Daya Dukung Ekosistem Terumbu Karang Untuk Kesesuaian Wisata Bahari di Taman Nasional Karimunjawa. Disertasi tidak dipublikasikan, Program Studi Doktor Ilmu Kehutanan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
  38. Wabang, I. L., Yulianda, F., & Susanto, H. A. (2018). Kajian Karakteristik Tipologi Pantai Untuk Pengembangan Wisata Rekreasi Pantai Di Suka Alam Perairan Selat Pantar Kabupaten Alor. ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 1(2), 199–209. https://doi.org/10.29244/core.1.2.199-209

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-18 02:55:26

No citation recorded.