1Program Studi Klimatologi Terapan, FMIPA - Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Dramaga, Kec. Babakan, Kab. Bogor. 16680, Indonesia
2Direktorat Layanan Iklim Terapan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Jl. Angkasa I, No. 2, Kemayoran, Jakarta. 10610, Indonesia
3Departemen Geofisika dan Meteorologi, Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Dramaga, Kec. Babakan, Kab. Bogor. 16680, Indonesia
4 Pusat Pengelolaan Peluang dan Risiko Iklim Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Baranangsiang, Kab. Bogor., Indonesia
5 Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Jl. Angkasa I, No. 2, Kemayoran, Jakarta. 10610, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL75279, author = {Muhammad Fauzi and Tania June and Rini Hidayati and Ardhasena Sopaheluwakan}, title = {Dinamika Temporal Kenyamanan Termal Perkotaan Berdasarkan Model Estimasi Temperature Humidity Index}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Kenyamanan Termal; Neraca Energi Permukaan; Temperature Humidity Index}, abstract = {Peningkatan urbanisasi berkontribusi terhadap perubahan kondisi termal perkotaan yang dapat menurunkan tingkat kenyamanan masyarakat. Temperature Humidity Index (THI) merupakan salah satu indikator yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kenyamanan termal, namun pemantauan spasialnya masih terbatas oleh ketersediaan data observasi meteorologi. Penelitian ini bertujuan membangun model estimasi THI berbasis integrasi Land Surface Temperature (LST), membandingkan karakteristik kenyamanan termal antara wilayah urban (Kemayoran) dan suburban (Curug), serta menganalisis keterkaitannya dengan komponen neraca energi permukaan. Analisis dilakukan menggunakan data temperatur udara, kelembapan relatif, LST, dan parameter neraca energi periode 2015–2024. Model estimasi THI dikembangkan menggunakan pendekatan regresi linier, eksponensial non-linier, dan eksponensial linier. Hasil menunjukkan bahwa model regresi linier memberikan performa terbaik pada kedua lokasi dengan nilai R² sebesar 0,998–0,999 dan RMSE sebesar 0,043–0,049. Curug menunjukkan proporsi kondisi nyaman yang lebih tinggi dibandingkan Kemayoran, yang berkaitan dengan dominasi latent heat flux (LHF) dan nilai Bowen Ratio yang lebih rendah. Sebaliknya, Kemayoran memiliki proporsi sensible heat flux (SHF) yang lebih tinggi sehingga berkontribusi terhadap peningkatan ketidaknyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi LST dan parameter meteorologi mampu merekonstruksi THI dengan akurasi tinggi serta memberikan informasi yang berguna untuk memahami pengaruh karakteristik permukaan terhadap kenyamanan termal di wilayah perkotaan.}, pages = {350--364} doi = {10.14710/jil.24.2.350-364}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/75279} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-07-18 02:55:26
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.