skip to main content

Dinamika Temporal Kenyamanan Termal Perkotaan Berdasarkan Model Estimasi Temperature Humidity Index

1Program Studi Klimatologi Terapan, FMIPA - Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Dramaga, Kec. Babakan, Kab. Bogor. 16680, Indonesia

2Direktorat Layanan Iklim Terapan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Jl. Angkasa I, No. 2, Kemayoran, Jakarta. 10610, Indonesia

3Departemen Geofisika dan Meteorologi, Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Dramaga, Kec. Babakan, Kab. Bogor. 16680, Indonesia

4 Pusat Pengelolaan Peluang dan Risiko Iklim Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Baranangsiang, Kab. Bogor., Indonesia

5 Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Jl. Angkasa I, No. 2, Kemayoran, Jakarta. 10610, Indonesia

View all affiliations
Received: 30 Jun 2025; Revised: 15 Jun 2026; Accepted: 25 Jun 2026; Available online: 16 Jul 2026; Published: 18 Jul 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Peningkatan urbanisasi berkontribusi terhadap perubahan kondisi termal perkotaan yang dapat menurunkan tingkat kenyamanan masyarakat. Temperature Humidity Index (THI) merupakan salah satu indikator yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kenyamanan termal, namun pemantauan spasialnya masih terbatas oleh ketersediaan data observasi meteorologi. Penelitian ini bertujuan membangun model estimasi THI berbasis integrasi Land Surface Temperature (LST), membandingkan karakteristik kenyamanan termal antara wilayah urban (Kemayoran) dan suburban (Curug), serta menganalisis keterkaitannya dengan komponen neraca energi permukaan. Analisis dilakukan menggunakan data temperatur udara, kelembapan relatif, LST, dan parameter neraca energi periode 2015–2024. Model estimasi THI dikembangkan menggunakan pendekatan regresi linier, eksponensial non-linier, dan eksponensial linier. Hasil menunjukkan bahwa model regresi linier memberikan performa terbaik pada kedua lokasi dengan nilai R² sebesar 0,998–0,999 dan RMSE sebesar 0,043–0,049. Curug menunjukkan proporsi kondisi nyaman yang lebih tinggi dibandingkan Kemayoran, yang berkaitan dengan dominasi latent heat flux (LHF) dan nilai Bowen Ratio yang lebih rendah. Sebaliknya, Kemayoran memiliki proporsi sensible heat flux (SHF) yang lebih tinggi sehingga berkontribusi terhadap peningkatan ketidaknyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi LST dan parameter meteorologi mampu merekonstruksi THI dengan akurasi tinggi serta memberikan informasi yang berguna untuk memahami pengaruh karakteristik permukaan terhadap kenyamanan termal di wilayah perkotaan.
Keywords: Kenyamanan Termal; Neraca Energi Permukaan; Temperature Humidity Index

Article Metrics:

  1. Arif, N., B.S. Hadi, D.R.S. Sumunar, D.R. Nugraheni, Kharisma, A.N. Dewi, I. Kurniawati. 2023. Analysis of thermal comfort in urban area using Remote Sensing and Geographic Information System. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 1190 012013
  2. Asyura, M.F., T. June, R. Salmayenti. 2023. Bowen ratio and evapotranspiration dynamics of oil palm. Intl J Trop Drylands, Volume 6, Number 1, Pages: 37-45. DOI: 10.13057/tropdrylands/t070105
  3. Bhargava, A., S. Lakmini, S. Bhargava. 2017. Urban Heat Island Effect: It’s Relevance in Urban Planning. J Biodivers Endanger Species 2017, 5:2. Doi: 10.4172/2332-2543.1000187
  4. Choudhury, D., K. Das, A. Das. 2018. Assessment of land use land cover changes and its impact on variations of land surface temperature in Asansol-Durgapur Development Region. The Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Sciences 22 (2019) 203–218
  5. Effendy, S., A. Bey, A.F.M. Zain, I. Santosa. 2006. Peranan ruang terbuka hijau dalam mengendalikan suhu udara dan urban heat island wilayah Jabotabek. J. Agromet Indonesia 20 (1) : 23 -33, 2016
  6. Emmanuel, R. 2005. Thermal comfort implications of urbanization in a warm-humid city: the Colombo Metropolitan Region (CMR), Sri Lanka. Building and Environment 40 (2005) 1591–1601. doi: 10.1016/j.buildenv.2004.12.004
  7. Goldbatt, R.,A. Addas, D. Crull, A. Maghrabi, G.G. Levin, S. Rubinyi. 2021. Remotely sensed derived Land Surface Temperature (LST) as a proxy for air temperature and thermal comfort at a small geographical scale. Land. 10, no.4: 410. doi: 10.3390/land10040410
  8. Hou, H., K. Liu, X. Li, S. Chen, W. Wang, K. Rong. 2020. Assessing the urban heat island variations and its influencing mechanism in metropolitan areas of Pearl River Delta, South China. Physics and Chemistry of the Earth. ISSN 1474-7065. https://doi.org/10.1016/j.pce.2020.102953
  9. Humaida, N., L.B. Prasetyo, S.B. Rushayati. 2015. Priority assessment method of green open space (case study: Banjarbaru City). The 2nd International symposium on lAPAN-IPB Satellite for Food Security and Environmental Monitoring. Doi: 10-1016/j.proenv.2016.03.086
  10. Ige, S.O., V.O Ajayi, O.E Adeyeri, K.S.A Oyekan. 2017. Assessing remotely sensed temperature humidity index as human comfort indicator relative to landuse landcover change in Abuja, Nigeria. Spatial Information Research 25, no.4: 523-533. doi: 10.1007/s41324-017-0118-2
  11. Imran, H.M., A. Hossain, M.I. Shammas, M.K Das, M.R. Islam, K. Rahman, M. Almazroui. 2022. Land Surface Temperature and human thermal comfort responses to land use dynamics in Chittagong City of Bangladesh. Geomatics, Natural Hazards and Risk. Vol 13, No. 1, 2283-2312. doi: 10.1080/19475705.2022.2114384
  12. Jenerette, G.D., S.L. Harlan, A. Buyantuev, W.L. Stefanov, J.D. Barreto, B.L. Ruddell, S.W. Myint, S. Kaplan, X. Li. 2015. Micro-scale urban surface temperatures are related to land-cover features and residential heat related health impacts in Phoenix, AZ USA. Landscape Ecology. DOI: 10.1007/s10980-015-0284-3
  13. Johnson, D.P., J.S. Wilson, G.C. Luber. 2009. Socioeconomic indicators of heat-related health risk supplemented with remotely sensed data. International Journal of Health Geographics. 2009, 8:57 doi: 10.1186/1476-072X-8-57
  14. June, T., N.W.S.P. Dewi, A. Meijide. 2018. Perbandingan metode aerodinamik, bowen ratio dan penman-monteith dalam penentuan evapotranspirasi pertanaman kelapa sawit. Agromet 31(1): 11-20, 2018. Doi: 10.29244/j.agromet.32.1.11-20
  15. Kartika, Q.A., R. Hidayat, R.H. Virgianto. 2021. Perubahan temperature humidity index (THI) di pulau Jawa sejak 1981 hingga 2019. Majalah Geografi Indonesia Vol. 35, No. 2, 104-111
  16. Maru. R., I.I. Baharuddin, R.Umar, R. Rasyid, Uca, W. Sanusi, Bayudin. 2015. Analysis of the heat island phenomenon in Makassar, South Sulawesi, Indonesia. American Journal of Applied Sciences 2015, 12 (9): 616.626. DOI: 10.3844/ajassp.2015.616.626
  17. Nieuwolt, S. 1977. Tropical Climatology: An Introduction to the Climates of the Low Latitudes. 2nd Edition. John Wiley & Sons, Ltd. New York. ISBN 0471994065
  18. Oke, T.R., G. Mills, A. Christen, J.A. Voogt. 2017. Urban climates. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-84950-0. DOI: 10.1017/9781139016476
  19. Wati, T., dan Fatkhuroyan. 2017. Analisis Tingkat Kenyamanan Di DKI Jakarta Berdasarkan Indeks THI (Temperature Humidity Index). Jurnal Ilmu Lingkungan (2017), 15 (1): 57-63, ISSN 1829-8907
  20. Zheng, X., N. Zhang, X. Wang. 2022. Development of modified thermal humidity index and its application to human thermal comfort of urban vegetation patches. Ecosystem Health and Sustainability. Vol. 8, No. 1, 2130095. doi: 10.1080/20964129.2022.2130095

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-18 02:55:26

No citation recorded.