skip to main content

Komposisi Vegetasi dan Pemetaan Sebaran Jenis Mangrove di Kawasan Mangrove Wana Tirta, Kulon Progo

Forest Management Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Received: 20 Feb 2026; Revised: 3 Sep 2026; Accepted: 4 Sep 2026; Available online: 29 Sep 2026; Published: 30 Sep 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Mangrove Wana Tirta merupakan kawasan rehabilitasi mangrove di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi tinggi dalam konservasi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis vegetasi mangrove, mengetahui keterkaitan ekologis (faktor abiotik) pada sebaran dan komposisi vegetasi, serta pemetaan sebaran jenis mangrove dari bibir pantai ke arah daratan. Metode penelitian menggunakan transek garis dengan plot bersarang pada 3 (tiga) stasiun pengamatan. Pengamatan dilakukan dengan metode transek garis (Transect Line Plot) dan petak contoh berbentuk bujur sangkar bersarang (nested sampling) dengan ukuran 10×10 m² untuk pengamatan pohon, 5×5 m² untuk pengamatan pancang, dan 2×2 m² untuk pengamatan semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies mangrove sejati yang ditemukan di kawasan Wana Tirta, yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Total 172 individu ditemukan dengan fase hidup sebagai berikut: 19 semai, 131 pancang, dan 22 pohon. Rhizophora mucronata merupakan spesies dominan dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada tingkat semai dan pancang. Sedangkan pada tingkat pohon, didominasi oleh jenis Soneratia caseolaris. Faktor abiotik menunjukkan kondisi yang mendukung pertumbuhan mangrove dengan suhu air 27,49-28,59°C, pH 7,06-7,09, salinitas 28,28-31,93‰, dan substrat terdiri atas lumpur berpasir dan lumpur. Pola zonasi dari bibir pantai ke daratan menunjukkan bahwa A. marina terbatas di zona terdepan, R. apiculata di zona tengah, sementara R. mucronata dan S. caseolaris tersebar di ketiga zona. Struktur vegetasi yang didominasi tingkat pancang (76%) menunjukkan bahwa vegetasi pada kawasan penelitian saat pengamatan memiliki proporsi individu fase pancang yang lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan lainnya.
Keywords: faktor abiotik; komposisi jenis; mangrove; sebaran; Wana Tirta

Article Metrics:

  1. Abubakar, S., Kadir, M. A., Subur, R., Fadel, A. H., Al Hadad, M. S., Wahidin, N., & Muksin, D. 2023. Pemanfaatan Buah Mangrove Rhizophora apiculata sebagai Olahan Kopi Mangrove dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Maitara Utara Kecamatan Tidore Utara. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(2), 368-377
  2. Akbar, A. 2023. Analisis Indeks Nilai Penting Vegetasi Habitat Rusa Timor di Taman Nasioanal Tambora Wilayah Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (Skripsi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar)
  3. Amin, D. N., Irawan, H., & Zulfikar, A. 2015. Hubungan Jenis Substrat dengan Kerapatan Vegetasi Rhizophora Sp. di Hutan Mangrove Sungai Nyirih Kecamatan Tanjungpinang Kota Kota Tanjungpinang Dwi. Repository Umrah, 1(1), 1-15
  4. Arrahmah, N., & Wicaksono, F. 2022. Dinamika Partisipasi Masyarakat dalam Tata Kelola Ekowisata Hutan Mangrove Wana Tirta di Kabupaten Kulon Progo. Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation, 5(1), 13-24
  5. Arsyad, A. 2018. Analisis Keanekaragaman Jenis Mangrove di Mangrove Learning Center (MLC) Desa Binanga Kecematan Sendana Kabupaten Majene (Skripsi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar)
  6. Bengen, D. G. 2001. Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove: Pedoman Teknis. Bogor: Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor
  7. [BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2011. SNI 7717:2011 Survei dan Pemetaan Mangrove. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional
  8. Budi, S. 2021. Analisis Vegetasi Hutan Mangrove di Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur (Disertasi, UIN Raden Intan Lampung)
  9. Candri, D. A., Sani, L. H., Ahyadi, H., & Farista, B. 2020. Struktur komunitas Moluska di kawasan mangrove alami dan rehabilitasi pesisir selatan Pulau Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 20(1), 139-147
  10. Daryanto, A. O. 2020. Struktur Komunitas dan Persebaran Mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Disertasi, Universitas Brawijaya)
  11. Dwi, A. A. N., Fithria, A., & Kissinger, K. 2021. Strategi Pengembangan Hutan Mangrove Di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kabupaten Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 9(1), 88-93
  12. Fauzi, I., Alamsyah, R., Uspar, U., & Liswahyuni, A. 2023. Komposisi Jenis dan Kandungan Karbon Ekosistem Mangrove di Pantai Hubat Kabupaten Sinjai. Tarjih Fisheries and Aquatic Studies, 3(2), 62-73
  13. Hanan, A. F., Pratikto, I., & Soenardjo, N. 2020. Analisa Distribusi Spasial Vegetasi Mangrove di desa Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong. Journal of Marine Research, 9(3), 271-280
  14. Hariphin, R. L., & Wardoyo, E. R. P. 2016. Analisis Vegetasi Hutan Mangrove di Kawasan Muara Sungai Serukam Kabupaten Bengkayang. Jurnal Protobiont, 5(3): 66-72
  15. Hasuba, T. F., Permatahati, Y. I., Erawan, M. T. F., & Rahman, A. A. 2025. Inventarisasi Jenis dan Pemetaan Mangrove di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Moramo. Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan, 9(1), 73-77
  16. Husien, N., & Junaidinsyah, J. 2024. Identifikasi Beberapa Jenis Mangrove Hutan Kota Daerah Perlindungan Mangrove dan Laut (DPML) Teritip. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 3(9), 765-775
  17. Indrazora, T. H., Santoso, A., & Soenardjo, N. 2024. Mangrove Health Index di Kawasan Mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal of Marine Research, 13(4), 731-738
  18. Irwanto, I., Arung P. S., Putu O. N., & Illa M. R. 2020. Growth Characteristics of the Mangrove Forest at the Raised Coral Island of Marsegu, West Seram, Maluku. International Journal of Innovative Science and Research Technology, 5 (10), 211-219
  19. Karimah, K. 2017. Peran Ekosistem Hutan Mangrove sebagai Habitat untuk Organisme Laut. Jurnal Biologi Tropis, 17 (2), 51-57
  20. Kementerian Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 201 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove
  21. Kusumadewi, A., & Sancayaningsih, R. P. 2016. Densitas dan Fekunditas Cembirit (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) di Komunitas Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth di Hutan Lindung Mangunan, Bantul. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 13 (1), 420-426
  22. Martuti, N. K. T. 2013. Keanekaragam Mangrove di Wilayah Tapak, Tugurejo, Semarang. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences, 36(2), 123-130
  23. Mughofar, A., Masykuri, M., & Setyono, P. 2018. Zonasi dan Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove Pantai Cengkrong Desa Karanggandu Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 8(1), 77-85
  24. Paulina, G., Sinabang, I., Waruwu, K. D., Rahayu, W., & Harefa, M. S. 2023. Analisis Pemanfaatan Keanekaragaman Ekosistem Mangrove oleh Masyarakat Pesisir Pantai Paluh Getah. Jurnal Social Science, 11(1), 9-16
  25. Peny, M. N., Rehatta, B. M., Merryanto, Y., Tisera, W. L., & Anakotta, A. R. F. 2025. Pengaruh Kerapatan Mangrove terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Kota Kupang. Journal of Marine Research, 14(1), 105-116
  26. Pratiwi, D., Hartoko, A., & Febrianto, S. 2023. Potensi Serapan Karbon Hutan Mangrove, Kulon Progo, Yogyakarta. Jurnal Kelautan Nasional, 18(2), 99-112
  27. Putra, W. P. E. S., Santoso, D., & Syukur, A. 2021. Keanekaragaman dan Pola Sebaran Moluska (Gastropoda dan Bivalvia) yang Berasosiasi pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Selatan Lombok Timur. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 4(1), 223-242
  28. Rante, Q. A. D., Sahupala, A., & Komul, Y. 2024. Struktur dan Komposisi Hutan Mangrove di Negeri Hatusua Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. MARSEGU: Jurnal Sains dan Teknologi, 1(3), 185-204
  29. Rombe, K. H., Arafat, Y., Surachmat, A., & Andhini, F. A. 2021. Kajian Vegetasi Kawasan Hutan Mangrove Wana Tirta di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Salamata, 3(1), 1-6
  30. Savitri, D. M. 2020. Analisis Biomassa Hutan dan Serasah di Kawasan Wisata Mangrove Beejay Bakau Resort Kota Probolingo Jawa Timur (Disertasi, Universitas Brawijaya)
  31. Safe’i, R. 2021. Tingkat Kesehatan Hutan Mangrove dalam Hubungannya dengan Perubahan Iklim (Studi Kasus Mangrove Pesisir Timur Kabupaten Lampung Timur). Jurnal Hutan Tropis, 9(3), 325-332
  32. Setiyaningrum, L. L., & Haryati, E. S. 2022. Analisis Dampak Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Ditinjau dari Perekonomian Masyarakat Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4(5), 1334-1342
  33. Tabalessy, R. R. 2023. Ekosistem Mangrove Kota Sorong: Kajian Kondisi Ekosistem, Nilai Manfaat dan Prioritas Pengelolaan. Sorong: CV. Ruang Tentor
  34. Utomo, A. P., Haerani, J. O., Ferdian, R. N., Paradise, R., & Radianto, D. O. 2024. Pemaksimalan Fungsi Penanaman Mangrove di Daerah Rawan Abrasi Jakarta. Jurnal Ilmiah Nusantara, 1(3), 12-22
  35. Wantasen, A. S. 2013. Kondisi Kualitas Perairan dan Substrat Dasar sebagai Faktor Pendukung Aktivitas Pertumbuhan Mangrove di Pantai Pesisir Desa Basaan I, Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmiah Platax, 1(4), 204-209
  36. Zainuri, M., Indriyawati, N., Syarifah, W., & Fitriyah, A. 2023. Korelasi Intensitas Cahaya dan Suhu terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Estuari Ujung Piring Bangkalan. Buletin Oseanografi Marina, 12(1), 20-26

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-09-30 17:12:47

No citation recorded.