Forest Management Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL82610, author = {Imam Aksandywinata and Yus Andhini Pertiwi and Malihatun Nufus}, title = {Komposisi Vegetasi dan Pemetaan Sebaran Jenis Mangrove di Kawasan Mangrove Wana Tirta, Kulon Progo}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {5}, year = {2026}, keywords = {faktor abiotik; komposisi jenis; mangrove; sebaran; Wana Tirta}, abstract = {Mangrove Wana Tirta merupakan kawasan rehabilitasi mangrove di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi tinggi dalam konservasi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis vegetasi mangrove, mengetahui keterkaitan ekologis (faktor abiotik) pada sebaran dan komposisi vegetasi, serta pemetaan sebaran jenis mangrove dari bibir pantai ke arah daratan. Metode penelitian menggunakan transek garis dengan plot bersarang pada 3 (tiga) stasiun pengamatan. Pengamatan dilakukan dengan metode transek garis (Transect Line Plot) dan petak contoh berbentuk bujur sangkar bersarang (nested sampling) dengan ukuran 10×10 m² untuk pengamatan pohon, 5×5 m² untuk pengamatan pancang, dan 2×2 m² untuk pengamatan semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies mangrove sejati yang ditemukan di kawasan Wana Tirta, yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris. Total 172 individu ditemukan dengan fase hidup sebagai berikut: 19 semai, 131 pancang, dan 22 pohon. Rhizophora mucronata merupakan spesies dominan dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada tingkat semai dan pancang. Sedangkan pada tingkat pohon, didominasi oleh jenis Soneratia caseolaris. Faktor abiotik menunjukkan kondisi yang mendukung pertumbuhan mangrove dengan suhu air 27,49-28,59°C, pH 7,06-7,09, salinitas 28,28-31,93‰, dan substrat terdiri atas lumpur berpasir dan lumpur. Pola zonasi dari bibir pantai ke daratan menunjukkan bahwa A. marina terbatas di zona terdepan, R. apiculata di zona tengah, sementara R. mucronata dan S. caseolaris tersebar di ketiga zona. Struktur vegetasi yang didominasi tingkat pancang (76%) menunjukkan bahwa vegetasi pada kawasan penelitian saat pengamatan memiliki proporsi individu fase pancang yang lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan lainnya.}, pages = {1160--1167} doi = {10.14710/jil.24.5.1160-1167}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/82610} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-09-30 17:12:47
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.