1Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan, Indonesia
2Jl. Tjut Nyak Dien 36A Cijoho-Kuningan- Jawa Barat-Indonesia, Indonesia
3Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan, Indonesia
4 Jl. Tjut Nyak Dien Cijoho-Kuningan Jawa Barat-Indonesia, Indonesia
5 Jl. Tjut Nyak Dien 36A Cijoho-Kuningan, Jawa Barat-Indonesia, Indonesia
6 Jl. Tjut Nyak Dien 36A Cijoho-Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL83392, author = {Nurdin Nurdin and Dede Kosasih and Iing Nasihin and Ika Karyaningsih and Nina Herlina and Mohamad Rizal and Zidan Kiat}, title = {Analisis Variasi Musiman Kualitas Air sebagai Dampak Aktivitas Pertanian di Kawasan Waduk Darma}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {5}, year = {2026}, keywords = {eutrofikasi; stok fosfor; Indeks STORET; kualitas air musiman; Waduk Darma}, abstract = {Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berfungsi sebagai sumber irigasi, perikanan, dan pariwisata, tetapi terancam oleh aktivitas pertanian intensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi musiman kualitas air kualitas air Waduk Darma sebagai dampak aktivitas pertanian, khususnya beban nutrien Total Nitrogen (TN) dan Total Phosphorus (TP), serta kontribusinya terhadap eutrofikasi. Sampel air diambil selama musim hujan (Februari–April 2024) dan kemarau (Mei–Juli 2024) di lima titik (inlet, outlet, tengah, KJA, PDAM). Analisis tanah lahan pertanian dilakukan di laboratorium ICBB, PT Biodiversitas Bioteknologi Indonesia. status mutu air menggunakan Indeks STORET (PPRI No. 22/2021), dan sifat kimia tanah berdasarkan kriteria PPT Bogor (1995). Hasil menunjukkan variasi musiman ekstrem: pada musim hujan, TN 0,4–2,3 mg/L (melebihi baku mutu Kelas I dan II) berdampak buruk bagi lingkungan dan TP 0,10–0,18 mg/L (melebihi Kelas III) berdampak buruk bagi lingkungan, sedangkan pada kemarau kedua parameter di bawah ambang batas. Skor STORET mencapai -40 (tercemar berat) di puncak hujan, membaik menjadi tidak tercemar di kemarau. Analisis tanah mengungkap P₂O₅ tersedia sangat rendah (2,44 mg/kg) tetapi P₂O₅ potensial sangat tinggi (102,32 mg/100g), menunjukkan akumulasi fosfor akibat pemupukan berlebihan di tanah masam (pH 5,6) bertekstur liat (54% klei) dengan kejenuhan basa rendah (15%). Kondisi ini mendorong pemupukan lebih intensif, memperparah beban nutrien ke badan air melalui limpasan hujan. Pengelolaan terpadu berbasis DAS diperlukan, meliputi perbaikan kesuburan tanah, konservasi lahan, pengendalian KJA, dan pemantauan kualitas air berkala.}, pages = {1132--1139} doi = {10.14710/jil.24.5.1132-1139}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/83392} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-10-23 13:26:42
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.