1Universitas Negeri Makassar, Indonesia
2Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar, Indonesia, 90224, Indonesia
3Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar, Indonesia, Indonesia, 90224, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL86671, author = {Mufliha Aswan and Sulistiawaty Sulistiawaty and Muhammad Arsyad}, title = {Karakterisasi Mineral Sedimen Dasar Sungai Bawah Tanah Leang Londrong Kawasan Karst Pangkep TN Bantimurung Bulusaraung}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {24}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {Sedimen , Sungai Bawah Tanah, XRD, Mineral, Leang Londrong, TN Babul}, abstract = { Sedimen sungai bawah tanah pada kawasan karst menyimpan informasi tentang pelapukan batuan karbonat, suplai material permukaan, dan proses transportasi di dalam jaringan lorong bawah tanah. Penelitian ini mengkaji karakteristik fisik dan komposisi mineral sedimen pada aliran Sungai Bawah Tanah Leang Londrong, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Sampel diambil pada lima titik di segmen hilir sungai bawah tanah. Pada setiap titik sampel dikumpulkan dua fraksi, yaitu sedimen kasar (A) dan sedimen halus (B), sehingga diperoleh sepuluh. Pengamatan fisik meliputi ukuran butir, bentuk fragmen, warna, tekstur, dan indikasi pelapukan. Komposisi mineral diidentifikasi menggunakan difraksi sinar-X (XRD) dan pencocokan pola difraksi dengan basis data mineral. Hasil menunjukkan bahwa sedimen kasar didominasi fraksi kerikil hingga kerakal, bentuk sudut hingga sub-sudut, dan warna putih sampai krem yang berkaitan dengan material karbonat. Sebaliknya, sedimen halus mendominasi pasir sampai lanau, cenderung sub-bulat hingga sub-angular, berwarna coklat sampai coklat tua, dan menampilkan komposisi mineral yang lebih bervariasi. Kalsit (CaCO3) merupakan fase dominan pada seluruh sedimen kasar, dengan kisaran 65,3-100%. Fraksi halus mengandung quartz, graphite, garnet, mineral fosfat, silikat-aluminat, serta fase minor yang mengandung La dan Tb. Pola ini menunjukkan bahwa sedimen kasar terutama berasal dari pelapukan lokal batu gamping, sedangkan sedimen halus mencampurkan campuran bahan karbonat dan non-karbonat melalui aliran transportasi, infiltrasi permukaan, dan proses geokimia di lingkungan gua. Identifikasi fase minor, terutama yang berasosiasi dengan unsur tanah jarang, masih perlu dilakukan pemeliharaan menggunakan XRF atau ICP-MS sebelum konversi sebagai pengayaan geokimia yang definitif. }, pages = {1341--1348} doi = {10.14710/jil.24.6.1341-1348}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/86671} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-11-06 21:28:57
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.