Peran Deksmedetomidin Sebagai Protektor Otak Yang Dinilai Dengan Kadar Il-6 Dan Cox-2 Pada Tikus Model Cedera Otak Traumatika

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 13-04-2016
Published: 01-11-2015
Section: Penelitian
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Latar belakang: Proteksi otak sangat penting dalam penanganan cedera kepala sehari hari, agar tidak terjadi cedera sekunder. Proteksi otak terdiri dari metode dasar dan farmakologik yaitu dengan menggunakan obar-obatan. Sampai saat ini belum ada hasil proteksi otak yang konsisten dari berbagai metode farmakologi, sehingga masih terus menjadi bahan kajian.

Tujuan :  Penelitian ini untuk mengetahui peran deksmedetomidin sebagai protektor otak yang dinilai dengan kadar IL-6 dan COX-2.

Metode : Penelitian eksperimental di laboratorium dengan rancangan acak terkontrol, dilakukan pada 24 tikus wistar jantan, usia sekitar 3 bulan, kondisi aktif, yang mendapat perlakuan cedera kepala buatan derajat sedang. Setelah mendapat persetujuan komite etik, hewan coba dibagi dalam 3 kelompok secara random yaitu kelompok K1(NaCl) (n=8), kelompok P (deksmedetomidin) (n=8) dan kelompok K2 (kontrol) (n=8), kemudian dilakukan anestesi dengan Ketamin 80 mg/kgBB ip dan diambil sampel darah, selanjutnya kelompok K1 dan kelompok P dilakukan kraniektomi dan diberi trauma diikuti dengan pemberian deksmedetomidin 60 µgr/kgBB ip untuk kelompok P dan NaCl dengan volume dan cara sama untuk kelompok K1. Kelompok K2 tidak dilakukan cedera dan tidak mendapat terapi apapun. Pemberian deksmedetomidin atau NaCl diulang pada jam ke-3, ke-12 dan ke-24, pengambilan sampel darah berikutnya untuk pemeriksaan dengan metode ELISA dilakukan pada jam  ke-12 dan jam ke-24. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji ANOVA dan Friedman serta uji korelasi Spearman.

Hasil :  Kadar IL-6 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P, pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (160±15,57) vs (140,5±17,65) dan (172,6±19,07) vs (124,2±23,6). Sedangkan Kadar COX-2 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (1491,41±341) vs (803,62±215,73) dan (1048,45±170,43) vs (588,93±198,57). Kadar COX-2 menunjukkan proses inflamasi yang terjadi.  Analisis Spearman’s menunjukkan adanya korelasi positif antara IL-6 dan COX-2 (ρ=0,71), yang terjadi pada 12 jam pasca trauma pada kelompok yang mendapat NaCl.

Simpulan:  Deksmedetomidin mempunyai peran sebagai protektor otak dengan menurunkan kadar IL-6 dan COX-2. Ada korelasi positif pada perubahan kadar antara  IL-6 dan COX-2 setelah trauma.

 

Keywords

Proteksi otak; Deksmedetomidin; IL-6; COX-2.

  1. Mohammad Sofyan Harahap  Scholar Sinta
    Bag. Anestesi dan Terapi Intensif, Fak. Kedokteran Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang., Indonesia
  2. A. Himendra Wargahadibrata 
    Bag. Anestesiologi dan Reanimasi, Fak.Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS. dr. Hasan Sadikin, Bandung., Indonesia
  3. Tatang Bisri 
    Bag. Anestesiologi dan Reanimasi, Fak.Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS. dr. Hasan Sadikin, Bandung., Indonesia
  4. Nancy M Rehatta 
    Bag.Anestesiologi dan Reanimasi, Fak. Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr. Sutomo, Surabaya., Indonesia