Peran Deksmedetomidin Sebagai Protektor Otak Yang Dinilai Dengan Kadar Il-6 Dan Cox-2 Pada Tikus Model Cedera Otak Traumatika

*Mohammad Sofyan Harahap -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
A. Himendra Wargahadibrata -  Bagian Anestesiologi dan Reanimasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran/ RS. dr. Hasan Sadikin Bandung, Indonesia
Tatang Bisri -  Bagian Anestesiologi dan Reanimasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran/ RS. dr. Hasan Sadikin Bandung, Indonesia
Nancy Margarita Rehatta -  Bagian Anestesiologi dan Reanimasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga/ RSUD dr. Sutomo Surabaya, Indonesia
Published: 1 Nov 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 533 157
Abstract

Latar belakang: Proteksi otak sangat penting dalam penanganan cedera kepala sehari hari, agar tidak terjadi cedera sekunder. Proteksi otak terdiri dari metode dasar dan farmakologik yaitu dengan menggunakan obar-obatan. Sampai saat ini belum ada hasil proteksi otak yang konsisten dari berbagai metode farmakologi, sehingga masih terus menjadi bahan kajian.

Tujuan :  Penelitian ini untuk mengetahui peran deksmedetomidin sebagai protektor otak yang dinilai dengan kadar IL-6 dan COX-2.

Metode : Penelitian eksperimental di laboratorium dengan rancangan acak terkontrol, dilakukan pada 24 tikus wistar jantan, usia sekitar 3 bulan, kondisi aktif, yang mendapat perlakuan cedera kepala buatan derajat sedang. Setelah mendapat persetujuan komite etik, hewan coba dibagi dalam 3 kelompok secara random yaitu kelompok K1(NaCl) (n=8), kelompok P (deksmedetomidin) (n=8) dan kelompok K2 (kontrol) (n=8), kemudian dilakukan anestesi dengan Ketamin 80 mg/kgBB ip dan diambil sampel darah, selanjutnya kelompok K1 dan kelompok P dilakukan kraniektomi dan diberi trauma diikuti dengan pemberian deksmedetomidin 60 µgr/kgBB ip untuk kelompok P dan NaCl dengan volume dan cara sama untuk kelompok K1. Kelompok K2 tidak dilakukan cedera dan tidak mendapat terapi apapun. Pemberian deksmedetomidin atau NaCl diulang pada jam ke-3, ke-12 dan ke-24, pengambilan sampel darah berikutnya untuk pemeriksaan dengan metode ELISA dilakukan pada jam  ke-12 dan jam ke-24. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji ANOVA dan Friedman serta uji korelasi Spearman.

Hasil :  Kadar IL-6 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P, pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (160±15,57) vs (140,5±17,65) dan (172,6±19,07) vs (124,2±23,6). Sedangkan Kadar COX-2 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (1491,41±341) vs (803,62±215,73) dan (1048,45±170,43) vs (588,93±198,57). Kadar COX-2 menunjukkan proses inflamasi yang terjadi.  Analisis Spearman’s menunjukkan adanya korelasi positif antara IL-6 dan COX-2 (ρ=0,71), yang terjadi pada 12 jam pasca trauma pada kelompok yang mendapat NaCl.

Simpulan:  Deksmedetomidin mempunyai peran sebagai protektor otak dengan menurunkan kadar IL-6 dan COX-2. Ada korelasi positif pada perubahan kadar antara  IL-6 dan COX-2 setelah trauma.

 

Keywords
Proteksi otak; Deksmedetomidin; IL-6; COX-2.

Article Metrics:

  1. Sakabe T, Bendo AA. Anesthesia management of head trauma. Dalam: Newfield P, Cottrel JE, eds. Handbook of Neuroanesthesia edisi 4. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2007.h. 93-4
  2. Tolias CM, Bullock MR. Critical appraisal of neuroprotection trials in head injury: what have we learned ?. The Journal of American Society for Experimental Neuro therapeutics 2004;1(1):71-5
  3. Quiney N, Cooper R, Stone ham M. Pain after cranioromy: a time for reappraisal ?. Br J Neurosurg 1996 ;10: 295
  4. Bhatia P. Dexmedetomidine: a new agent in anaesthesia and critical care practice. Dept.of Anaesthesiology & Critical care. Dr. S.N Medical College, Jodhpur. 2002
  5. Liao J, Keiser J, Scales W, Kunkel S, Kluger MJ. Role of epinephrine in TNF and IL-6 production from isolated perfused rat liver. Am.J.Physiol 1995;37 (268) :896-8
  6. Tobias JD. Dexmedetomidine in trauma anesthesiology and critical care. International trauma care (ITACCS) 2007;17(1): 10-2
  7. Sakic K, Zura M, Bogatin D. Neuroimmunomodulation by regional and general anesthesia. Priodicum Biologicum 2009;111(2):204-8
  8. Gertler R, Brown C, Mitchell D, Silvius EN. Dexmedetomidine: a novel sedative-analgesic agent. BUMC Proceeding 2001;14:13-7
  9. Engelhard K, Werner C, Kaspar S, Mollenberg O, Blobner M, Bachl M, et al. Effect of the α-2 agonist dexmedetomidine on cerebral neurotransmitter concentration during cerebral ischemia in rats. Anesthesiology 2002; 96(2): 234-6
  10. Kuhmonen J, Pokorny J, Miettinen R, Haapalinna A, Jolkkonen J, Riekkinen P, et al. Neuroprotective effects of dexmedetomidine in the gerbil hippocampus after transient global ischemia. Anesthesiology 1997; 87(2): 347-50
  11. Woolf PD. Hormonal responses to trauma, mini symposium articles. Critical Care Medicine 1992;20(2): 216-20
  12. King LR, Mc Lurin LR, Lewis HP, Knowles HC. Plasma cortisol level after head injury. Annals of Surgery.1970;(172)6:976-82
  13. Desborough JP. The stress response to trauma and injury. BJA 2000;85(1): 115-9
  14. Mustofa. Perlakuan Hewan Coba. Makalah pada Pelatihan Manajemen Hewan Coba. Lab. Penelitian dan Pengujian Terpadu, UGM. 7 Juli 2009. Yogyakarta
  15. Kloet ER, Sutanto W. The use of various animal models in the study of stress and stress-related phenomena. Laboratory Animals.1994;28:293-4.
  16. Zhang XY, Zhou DF, Cao LY, Wu GY, Shen YC. Cortisol and cytokines in chronic and teratment-resistant patients with schizophrenia: association with psychopathology and response to antipsychotics. Neuropsychopharmacology. 2005:(30); 1532-4
  17. Lucas SM, Rothwell NJ, Gibson RM. The role if inflammation in CNS injury and disease. British Journal of Pharmacology.2006:147(51):232-4
  18. Kagiwada K, Chida D, Sakatani T, Asano M, Nambu A, Kakuta S et al. Interleukin (IL)-6, but not IL-1, induction in the brain downstream of cyclooxygenase-2 is essential for the induction of febrile response aginst peripheral IL-1α. Endocrinology.2004;(11)145:5044-6.
  19. Hoffman WE, Kochs E, Werner C, Thomas C, Albrecht RF. Dexmedetomidine improves neurologic outcome from incomplete ischemia in rat. Anesthesiology 1991;75:328-32
  20. Barone FC, Fewerstein BG. Inflammatory mediators and stroke : new opportunities for novel therapeutics. Journal of Cerebral Blood Flow and Metabolism 1999;19: 813-5
  21. Beattie MS. Inflamation and apoptosis: linked therapeutic targets in spinal cord injury. Trends in Molecular Medicine 2004; 10 (12):581-3
  22. Turnbull AV, Rivier CL. Regulation of the hypothalamic-pituitary-adrenal axis by cytokines: action and mechanism of action. Phisiological reviews 1999;79(1):5-8