Pengaruh Pemberian Pre Emptive Ketamin 0,15 mg/kgbb iv Terhadap Intensitas Nyeri Pasca Operasi Bedah Onkologi Mayor Dengan Anestesi Umum Di RSUD Dr Saiful Anwar Malang

*Umi Satiyah -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Indonesia
Djudjuk Rahmad Basuki -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Indonesia
Ristiawan Muji Laksono -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Indonesia
Published: 1 Nov 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 629 123
Abstract

Latar Belakang : Preemptive analgesia dan multimodal analgesia mempunyai peranan penting dalam penanganan nyeri selama dan pasca operasi dengan memblok jalur nyeri yang terdiri dari tranduksi, transmisi, modulasi dan persepsi. Ketamin sebagai Anti NMDA (N metil D Aspartat) reseptor bekerja memblok  jalur transmisi dan modulasi serta sinergis dengan opioid. Ketamin dosis kecil 0,15 mg/kgbb mempunyai efek preemptive analgesia dan tidak memiliki efek samping yang berat.

Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian preemptive ketamin 0,15 mg/kgbb iv terhadap intensitas nyeri  pasca bedah onkologi mayor dengan anestesi umum pada  1,2 dan 3 jam pasca operasi

Metode : Penelitian ini merupakan uji klinis acak tersamar ganda, bersifat eksperimental. Sampel penelitian adalah pasien usia 17-40 tahun, kriteria klinis ASA I-II, pendidikan minimal SMP, dan BMI antara 20-30 kg/M2 yang menjalani pembedahan elektif bedah onkologi mayor kategori nyeri sedang yang meliputi operasi struma dan mammae selain radikal mastektomi (MRM). Jumlah sampel  adalah 44 pasien yang  dibagi secara random menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok 1 (perlakuan) yang menerima ketamin 0,15 mg/kgbb dan kelompok 2 (kontrol) tanpa menerima ketamin 0,15mg/kgbb. Semua pasien menerima  (multimodal analgesia) yaitu fentanyl (opioid), ketorolac (NSID) dan juga obat2an lain untuk  anestesi umum. Intensitas nyeri  pada semua sampel diamati pada  1, 2 dan  3 jam pasca operasi dengan menggunakan Verbal numerical rating scale (VNRS) yang setara dengan VAS (visual Analogue scale). Uji statistik normalitas menggunakan uji saphiro wilk diperoleh hasil bahwa data yang ada tidak terdistribusi normal sehingga dilakukan uji beda non parametrik mann whitney test

Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ketamin 0,15 mg/kgbb mengurangi nyeri akut lebih baik pada  1, 2 dan 3 jam pasca operasi.  Pada  1 jam pasca operasi  kelompok perlakuan memiliki nilai rerata VAS 0 atau lebih rendah 0,77 cm dbandingkan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001. Pada  2 jam pasca operasi kelompok perlakuan memiliki rerata VAS 0,3 cm atau lebih rendah 1,4 cm bila dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001. Pada  3 jam pasca operasi kelompok perlakuan memiliki rerata 0,9 cm atau lebih rendah 1,6 cm dengan nilai p<0,001.

Kesimpulan : Pada penelitian ini preepmtive ketamin 0,15 mg/kgbb iv memberikan pengaruh menurunkan intensitas nyeri  pada  1 jam, 2 jam dan 3 jam pasca pembedahan onkologi mayor kategori nyeri sedang.

 

Keywords
Ketamin; preemptive analgesia; Intensitas nyeri; bedah onkologi mayor; anestesi umum

Article Metrics:

  1. Coda, B.A; Hofman H.G; Pain Syn- droms, The Clinical Journal Of Pain, 2001, p 229-235
  2. Buvanendran, A., Kroin, J.S; Multi- modal Analgesia for Controlling Acute Postoperative Pain. Curr Opin Anaesthesiol, 2009,22(5), 588-593
  3. Vadivelu, N., Mitra, S., Narayan, D; Recent Advances in Postoperative Pain Management. Yale J Biol Med. 2010, 83(1), 11-25.
  4. Amiya K, Mumtaz afzal, et all; Pre emptive Analgesia : Recent Trends And Evidences, Indian Journal Of Pain, 2013, 27(3), 114-120
  5. Liqiao Yang, et all, Pre emptive Anal- gesia Effects of Ketamin in Patient Undergoing Surgery, A Meta Analy- sis. Acta Cirurgica Brasileira, 2014, 29 (12)
  6. Suzuki, M., Tsueda, K., Lansing, PS., Tolan, MM., Fuhrman, TM., Igna- cio, CI., Sheppard, RA,.Small-dose ketamine enhances morphine- induced analgesia after outpatient surgery. Anesthesia & Analgesia, 1999,89(1), 98-103
  7. Miller Ronald D , intravenus anesthe- sia,In : Miller’s Anesthesia, 8th edi- tion. Philadelphia: Churchill Living- stone , 2015, p 845-850
  8. Asyikun nasyid room, Andi husni tan- ra, et all, perbandingan efek ketamin 0,15 mg/kgbb iv prainsisi dan keta- min 0,15 mg/kgbb iv pasca bedah pada pasien operasi Orthopedi Ekstremitas Bawah, Jurnal anestesi- ologi Indonesia, 2014, 6( 1), 34-41
  9. Forozan Millani, et all,The Effect of Low‑Dose Ketamine (Preemptive Dose) on Postcesarean Section Pain Relief,2014, 3(2), 97-100
  10. Raharjo L, Budiono U. Efektifitas Ket- amin Sebagai Analgesia Preemptif Terhadap Nyeri Pasca Bedah Onkologi. Jurnal anestesiologi Indo- nesia, 2009, 1( 3), 132-140
  11. Helmy, N., Badawy, AA., Hussein, M., Reda, H. Comparison of The Preemptive Analgesia Of Low Dose Ketamine Versus Magnesium Sul- fate on Parturient Undergoing Cesar- ean Section Under General Anesthe- sia. Egyptian Journal of Anaesthe- sia,2015, 31(1), 53-58.
  12. Sinatra, R.S., Leon Casasola , O.A.D, Ginsberg, B., Viscusi, Eugene R , Acut pain Management. Cambridge press. United Kingdom, 2009, P.3- 70
  13. Singh, H., Kundra, S., Singh, RM., Grewal, A., Kaul, TK., Sood, D. (2013). Preemptive Analgesia With Ketamine for Laparoscopic Chole- cystectomy. J Anaesthesiol Clin Pharmacol. 2011, 29(4), 478
  14. Stolting R.K et al, Stolting’s hand book of pharmacology and physiology of anaesthetic practice,2006, 4th ed, p 167-175
  15. Price, D.D., Mayer, DJ., Mao, J., Caru- so, FS. (2000). NMDA-receptor an- tagonists and opioid receptor interac- tions as related to analgesia and tol- erance. Journal of pain and symptom management, 19(1), 7-11
  16. Brunton, L., Parker, K., Blumenthal, D., Buxton, I. (2008). Analgesic- Antipyretic and Anti Inflammatory Agents. In Goodman & Gilman’s Manual of Pharmacology and Ther- apeutics, 1st edition, 2008, p 429- 432
  17. Hanna Misiolek, et all, The 2014 Guideline for Post Operative Pain Management, Departement of Anes- thesiology and Intensive Therapy Poland, 2014, 46 (4), 221-244
  18. O’Banion MK, Winn VD, Young DA, cDNA cloning and functional activi- ty of a glucocorticoid-regulated in- flammatory cyclooxygenase. Proc Natl Acad Sci USA, 1992, 89, 4888-4892
  19. Parikh B, Preventive analgesia: Effect of small dose of ketamine on mor- phine requirement after renal sur- gery, J Anaesthesiol Clin Pharmacol. 2011 ; 27(4): 485–488
  20. Hajipour, A; Effects of preemptive Ketamine on post-cesarean analgesic requirement. Acta Medica Irani- ca,2002, 40(2), 100-103
  21. Ahmed, S., Hossain, MM., Khatun, US; Pre-emptive Analgesia: Effect of Low Dose Ketamine as Pre- Emptive Analgesia in Postoperative Pain Management After Lower Ab- dominal Surgery. Journal of the Bangladesh Society of Anaesthesiol- ogists,2004, 17(1), 17-22
  22. Aida T, Penilaian dan Pengukuran Nyeri akut, Panduan tata laksana nyeri perioperatif, Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia,2009, h. 27- 29