Anestesi Spinal pada Pasien Seksio Sesaria dengan Tuberkulosis Multidrug-resistant (TB MDR)

*Satrio Adi Wicaksono  -  Department of Anesthesiology and Intensive Theraphy; Faculty of Medicine; Diponegoro University; Semarang, Indonesia
Yusmein Uyun  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Gadjah Mada; Yogyakarta, Indonesia
Ratih Kumala Fajar Apsari  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Gadjah Mada; Yogyakarta, Indonesia
Published: 1 Jul 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) adalah adanya resistensi terhadap obat TB minimal 2 (dua) obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan rifampisin secara bersama-sama atau disertai resistensi terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisin dan pirazinamid. Pemilihan anestesi spinal pada pasien ini merupakan bahan diskusi yang menarik.

Kasus: Seorang wanita G2P1A0 dirujuk ke RSUP Dr Kariadi dengan diagnosa TB MDR. Pasien memiliki riwayat flek paru sejak usia 15 tahun. Pasien memiliki keluhan batuk lama saat kehamilan yang pertama dan sempat mengalami putus obat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien tampak sesak dengan kesadaran composmentis, BB 43kg, TB 160cm. Tekanan darah 130/80 mmHg, frekuensi nadi 112x/menit, laju napas 28 x/menit, dengan temperatur 37oC. Pada pemeriksaan mata didapatkan konjungtiva palpebra anemis. Pemeriksaan jantung normal dan paru terdengar suara ronki basah kasar di kedua lapang paru. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia dan trombositopenia. Pasien menjalani operasi seksio sesaria dengan anestesi spinal dengan bupivakain 0,5% 10 mg dengan tekanan darah awal 130/80 mmHg. Selama operasi dan pascaoperasi seksio sesaria, hemodinamik pasien stabil, tidak ditemukan hipotensi yang berat maupun kenaikan tekanan darah. Pasien kemudian dirawat di ruangan dengan perawatan pascaoperasi.

Pembahasan: Pada penderita TB MDR, hampir seluruh lapang paru diisi oleh infiltrat. Anestesi regional sering disukai pada pasien dengan penyakit paru-paru kronis seperti tuberkulosis daripada anestesi umum untuk menghindari risiko hipersensitivitas pada otot polos bronkhial dan penyempitan saluran udara akibat proses inflamasi, yang dapat berdampak pada morbiditas dan mortalitas selama persalinan operatif. Ketersediaan tes fungsi paru akan sangat membantu ahli anestesi.

Kesimpulan: Keadaan paru yang kurang baik dapat menjadi kontra indikasi untuk dilakukan anestesi umum.

Keywords: anestesi spinal; kehamilan; preeklampsia berat; seksio sesaria; TB MDR

Article Metrics:

  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis, Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta; 2006
  2. Hamusse SD, Teshome D, Hussen MS, Demissie M, Lindtjørn B. Primary and secondary anti-tuberculosis drug resistance in Hitossa District of Arsi Zone, Oromia Regional State, Central Ethiopia. BMC Public Health. 2016; 16:593
  3. Seung KJ, Keshavjee S, Rich ML. Multidrug-Resistant Tuberculosis and Extensively Drug-Resistant Tuberculosis. Cold Spring Harb Perspect Med. 2015;5(9): a017863
  4. Sugarman J, Colvin C, Moran AC, Oxlade O. Tuberculosis in pregnancy: an estimate of the global burden of disease. Lancet Glob Health. 2014; 2: e710
  5. El-Messidi A, Czuzoj-Shulman N, Spence AR, Abenhaim HA. Medical and obstetric outcomes among pregnant women with tuberculosis: a population-based study of 7.8 million births. Am J Obstet Gynecol. 2016; 215: 797.e1
  6. Tjokronegoro A. Tuberkulosis paru: pedoman penataan diagnostik dan terapi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 1985, 1–11 p
  7. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Tuberkulosis: pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Pertama. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2011
  8. Aditama TY. Petunjuk Teknik Pemeriksaan Laboratorium Tuberkulosis. kedua. Jakarta: Laboratoirum Mikrobiologi RS Persahabatan; 2002
  9. Gilpin C, Korobitsyn A, Migliori GB, et al. The World Health Organization standards for tuberculosis care and management. Eur Respir J 2018; 51: 1800098
  10. Cudahy P, Shenoi SV. Diagnostics for pulmonary tuberculosis. Postgrad Med J. 2016;92(1086):187–193
  11. Hiremath VR, Kurhekar PM, Kumar D. Anaesthetic Management in the Patient with Pulmonary Tuberculosis. Int J Contemp Med Res [Internet]. 2016;3(3):2454–7379
  12. Duggappa DR, Rao G V, Kannan S. Anaesthesia for patient with chronic obstructive pulmonary disease. Indian J Anaesth. 2015;59: 574-83
  13. Patel PR, McFarland HD, Pesa NL, Snyder ND. Avoiding General Anesthesia for a Patient with Severe Pulmonary Compromise. Ann Clin Case Rep. 2017; 2: 1420
  14. Lumb A, Biercamp C. Chronic obstructive pulmonary disease and anaesthesia. Continuing Education in Anaesthesia Critical Care & Pain. 2014;14(1):1–5
  15. Bajwa SJ, Bajwa S, Ghuman G. Pregnancy with co-morbidities: Anesthetic aspects during operative intervention. Anesth Essays Res. 2013;7(3):294

Last update: 2021-03-04 14:58:09

No citation recorded.

Last update: 2021-03-04 14:58:10

No citation recorded.