Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena

*Sukmiasi Sismadi  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
uripno Budiono  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Published: 1 Jul 2009.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Sitokrom P450 berperan penting dalam metabolisme obat, zat kimia dan karsinogen. CYP2C19 sering menjadi perhatian utama karena tingginya perbedaan ditiap individu maupun tiap populasi. Berdasarkan kapasitas CYP2C19 dalam metabolisme sustrat, seseorang dapat dikelompokkan sebagai extensive me tabolizers (EM), intermediate metabolizers (IM) dan poor metabolizers (PM). Midazolam yang mempunyai efek sedasi, ansiolitik dan anterograde amnesia dimetabolisme melalui enzim CYP2C19. Obat ini sering digunakan sebagai obat premedikasi ataupun sebagai koinduksi. Pada praktek klinis sering dijumpai dosis midazolam yang lazim, ternyata tidak semua pasien menunjukkan efek yang diharapkan. Diteliti seberapa besar pengaruh genetik terhadap biotransformasi midazolam intravena.

Tujuan: Menilai efek midazolam intravena pada genotipe EM, IM dan PM

Metode: Penelitian pada 24 pasien yang menjalani bedah elektif di Instalasi Bedah Sentral RS UP Dr Kariadi Semarang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan status fisik ASA I. Sebelumnya penderita mendapatka n penjelasan tentang prosedur yang akan dijalani serta menyatakan kesediaannya dalam informed consent. Desain penelitian uji klinik fase II ini menggunakan cross sectional untuk menilai efek midazolam terhadap fungsi metabolisme tubuh. Alel/polimorfisme CY P2C19 diidentifikasi dengan tehnik PCR- RFLP.

Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum penderita tidak terdapat kelainan laboratorium, tidak mengalami komplikasi atau efek samping terhadap midazolam. Skor sedasi 5 menit setelah pemberian midazolam midazolam tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara laki -laki dan perempuan (3,3 ± 0,59), serta tidak ditemukan hubungan yang bermakna antar usia dengan nilai skor sedasi (r=0,250 ; P=0,183). Distribusi genotip CYP2C19 ditemukan masing-masing 6 (20%) EM, 16 (53,3%) IM dan 8 (26,7%) PM. Ketiga genotip tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan usia, jenis kelamin maupun skor sedasi.

Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara nilai skor sedasi dengan genotip EM, IM dan PM dari CYP2C19.

Keywords: midazolam intravena; metabolisme; CYP2C19

Article Metrics:

  1. Holford NHG, Benet. LZ. Farmakokinetik & Farmakodinamik: Pemilihan Dosis yang rasional & Waktu Kerja Obat. Dalam : Katzung BG (ed). Farmakologi Dasar & Klinik. Terjemahan Anwar Agus. Jakarta : EGC, 1998 : 36-51)
  2. Correia MA. Biotransformasi Obat. Dalam : Katzung BG (ed). Farmakologi Dasar &Klinik. Terjemahan Anwar Agus, Jakarta : EGC, 1998 : 53-64)
  3. Setiawati A, Bustami ZS, Setiabudy R. Pengantar Farmakologi. Dalam : Gan S. Farmakologi dan Terapi. Edisi 3. Jakarta: Bagian Farmakologi FKUI, 1987 : 49-63
  4. Yusuf I, Djojosubroto MW, Ikawati Lum K, Kaneko A, Marzuki M Ethnic and geographical distributions of CYP2C19 alleles in the populations of southeast asia. Adv Exp Med Biol. 2003
  5. Lamba JK, Dhiman RK, Kohli KK. CYP2C19 genetic mutations in North Indian. Clin Pharmacol Ther 2000; 68:328-35
  6. Kimura M, leiri I, Mamiya K, Urae A, Higuchi S, Genetic Polymorphism of cytochrome P450s, CYP2C19 and CYP2C9 in Japanese population. Ther Drug Monit 1998;20:243-7
  7. Amrein R,Hetzel W, Allen SR. Co-induction of Anaesthesia: The Rationale.Euro J of Anaesth 1995;12:5-11
  8. Clarke RSJ. Intravenous Anaesthetic Agent: Induction and Maintenance. In: Healy TEJ, Cohen PJ,eds. A Practice of Anaesthesia, 6thed London: Edward Arnold 1995: 91-101
  9. Collin VJ. Intravenous Anesthesia: Nonbarbiturates-Nonnarcotics. In: Collin VJ, Ed. Principles of Anesthesiology, 3rd ed. Philadelphia: Lea and Febiger 1993: 756-63
  10. Setiawat A, Setiabudy R. Adrenergik. Dalam: Gan S. Farmakologi dan Terapi. Edisi 3. Jakarta: Bagian Farmakologi FKUI 1987: 49-63
  11. Hamaoka N, Oda I and Asada A. Cytochrome P4502B6 and 2C6 do not metabolize midazolam: kinetik analisis and inhibition study with monoclonal antibodies. Br J Anaesth 2001; 86:540-4

Last update: 2021-02-24 16:24:05

No citation recorded.

Last update: 2021-02-24 16:24:05

No citation recorded.