Penatalaksanaan Anestesi pada Koreksi Atresia Esophagus dan Atresia Esofagus

*Fadli Armi Lubis -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/ RSU Haji Adam Malik Medan, Indonesia
Hasanul Arifin -  Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara/ RSU Haji Adam Malik Medan, Indonesia
Published: 1 Nov 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Laporan Kasus
Language: ID
Full Text:
Statistics: 3657 585
Abstract
Pendahuluan : Atresia esofagus adalah suatu kondisi medis bawaan (cacat lahir) yang mempengaruhi saluran pencernaan. Cacat bawaan anatomi disebabkan oleh perkembangan embrio abnormal fistula esofagus membentuk tracheoesofageal. Bedah perbaikan adalah pengobatan definitif untuk EA dan TEF. Karena fistula, saluran napas diubah dan ahli anestesi harus menghadapi tantangan unik pada manajemen.

Kasus : Seorang bayi laki-laki, masuk rumah sakit dengan keluhan utama muntah setelah disusui. Temuan fisik ditemukan ronki basah kasar pada suara napas. Intubasi menggunakan teknik intubasi sadar. Selama operasi, hemodinamik stabil, maintanance dengan sevofluran MAC 1 %, fentanil 4 mg / jam, dan rocuronium 0,5 mg / jam. Durasi operasi adalah sekitar 4 jam. Hemodinamik stabil selama operasi, dan menemukan TEF tipe C. Ketika desaturasi terjadi, kami menghentikan sejenak operasi, kami memeriksa posisi ETTat, memberikan ventilasi yang cukup, setelah beberapa saat saturasi naik dan kemudian operasi dilanjutkan. Meski demikan anastomose esofagus gagal dilakukan karena jarak antara cacat itu terlalu jauh. Setelah pasien operasi diambil dirawat di NICU dan 3 hari kemudian pasien meninggal.

Ringkasan: Manajemen anestesi baik menggunakan "intubasi sadar" dan ventilasi yang baik adalah teknik yang dipilih dalam kasus ini. Operasi berlangsung 4 jam dengan hemodinamik stabil. Namun, karena operasi tidak berhasil memperbaiki cacat tersebut, maka hasil pasca operasi kurang baik.

 
Keywords
manajemen anestesi; kelainan kongenital; fistula trakeoesofageal

Article Metrics:

  1. Holzman.S.Robert. Kang Bhavandefl Veenu, Koka V. Babu. The Forgut and Chest In. Pediatric Anesthesia. Philadelphia, Lippicoth Willian & Wilkins, 2008; 383-9
  2. Yao.F. Funsun, Malhotra Vinod, Fontes.L. Manuel, Jacques H. Seharoun. Tracheoesophageal Fistula.In Yao & Artusio’s Anesthesiology Problem-Oriented Patient Management. 6th ed. Philadelphia: Lippicoth Willian & Wilkins, 2008; 105-14
  3. Miller.D Ronald, Eriksson I Lars. Fleisher. Alee, Young L William, Wiere-Krunesia Jeammine, Pediatric Anesthesia. In Miller’s Anesthesia 7th ed. San Fransisco; Elsevier,2010; 2590-1
  4. Morgan Edward, Mikhail S. Maget, Murray J. Michael, Pediatric Anesthesi, In Clinical Anesthesiology, 4th ed. San Francisco; McGraw-Hill, 2006; 941-2
  5. Bready.LL, Rasch K Deborah, Ratnamurthy S. Rajam. Tracheoesophageal Fistula. In Decision Making inAnesthesiology. 4th ed.Texas ; Mosby Elsevier, 2007;368-9
  6. Lonnquist P.A, Morton.N.S. Postoperative Analgesia in Infants and Children. British Journal of Anaesthesia, 2005: 95(1); 59-68
  7. Conacher I.D. Anaesthesia and Tracheobronhial Stenting for Central Airway Obstruction in Adults. British Journal of Anaesthesia, 2003: 47(3); 176-7.
  8. Davis.N, Madden B.P, Sheth A, Crerar. Gilbert.J. Airway Management of Patients with Tracheobronhial stent. British Journal of Anaethesia, 2006: 96 (1); 132-5