Pengaruh Blok Paravertebral Injeksi Tunggal dan Multipel Terhadap Kadar Kortisol Plasma Pasien Tumor Payudara Yang Dilakukan Eksisi Biopsi

*Dian Nugraha -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif/ RS Harapan Keluarga Mataram, Nusa Tenggara Barart, Indonesia
Himawan Sasongko -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Semarang, Indonesia
Witjaksono Witjaksono -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Semarang, Indonesia
Published: 1 Nov 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 340 34
Abstract

Latar Belakang: Tindakan bedah definitif payudara banyak dilakukan dengan anestesi umum. Namun, dengan anestesi umum ada sebagian rangsang nyeri yang tidak terhambat ke otak dan medulla spinalis. Anestesi umum juga dikaitkan dengan insidensi mual dan muntah. Beberapa tehnik anestesi regional yang pernah disebutkan dalam literatur untuk operasi payudara antara lain dengan infiltrasi lokal, anestesi epidural torakal dan blok paravertebral torakal. Blok paravertebral torakal merupakan teknik injeksi lokal di samping vertebra torakal yang menyebabkan blokade saraf somatik dan simpatik ipsilateral pada dermatom torakal di atas dan di bawah lokasi injeksi. Trauma pembedahan menyebabkan respon inflamasi lokal dan respon metabolik endokrin sistemik. Respon sistemik setelah pembedahan meliputi peningkatan hormon katabolik seperti katekolamin, kortisol, renin, aldosteron, dan glukagon.

Tujuan: Membandingkan pengaruh antara blok paravertebral injeksi tunggal dan multipel terhadap kadar kortisol plasma dan VAS pasien yang dilakukan operasi eksisi biopsi.

Metode: Penelitian ini dilakukan pada 20 penderita tumor payudara yang menjalani operasi eksisi biopsi. Pengambilan sampel darah perifer untuk pemeriksaan kortisol pada jam 8 pagi sebelum operasi dan jam 8 pagi besoknya. Nilai VAS diperiksa pada jam ke-0 (saat pasien masuk ruang pemulihan), dan jam ke-24. Penderita dikelompokkan secara random menjadi 2 kelompok. Kelompok M mendapat injeksi multipel dan kelompok T mendapat injeksi tunggal. Dilakukan uji normalitas distribusi kadar kortisol darah dan VAS dengan menggunakan Shaphio-Wilk test. Apabila p>0,05 maka distribusinya disebut normal. Analisis statistik dilakukan untuk menguji perbedaan kelompok dengan pre dan post test group design, signifikan bila p<0,05.

Hasil: Data karakteristik sampel penelitian tiap kelompok terdistribusi normal(p>0,05). Kadar kortisol plasma pasca operasi pada kelompok M (224,73 ± 0,73) dan T (234,01 ± 0,84) lebih rendah dibandingkan sebelum operasi pada kelompok M (256,55 ± 0,91) dan T (258,34 ± 0,91) tetapi tidak berbeda bermakna (p>0,05). VAS pasca operasi jam ke-0 pada kelompok M (3,5 ± 0,2) lebih rendah dibanding kelompok T (3,9 ± 0,2) dan berbeda bermakna (p=0,02). VAS pasca operasi jam ke-24 pada kelompok M (3,3 ± 0,7) lebih rendah dibanding kelompok T (3,7 ± 0,7) tetapi tidak bermakna (p=0,388).

Kesimpulan: VAS pasca operasi jam ke-0 kelompok M lebih rendah secara signifikan dibanding kelompok T. Tidak didapatkan perbedaan bermakna pada kadar kortisol plasma dan VAS jam ke-24 pasca operasi antara injeksi multipel (M) dan injeksi tunggal (T) pada pasien yang menjalani eksisi biopsi.

Keywords
blok paravertebral injeksi tunggal; blok paravertebral injeksi multipel; kortisol; VAS

Article Metrics:

  1. Klein SM, Bergh A, Steele SM, Georgiade GS, Greengrass RA. Thoracic paravertebral block for breast surgery. Anesth Analg 2000;90:1402-5
  2. Coveney E, Weltz CR, Greengrass R, Iglehart JD, Leight GS, Steele SM, Lyerly HK. Use of paravertebral block anesthesia in the surgical management of breast cancer. Ann. Surg 1998;227(4):496-501
  3. Greengrass R, O’Brien F, Lyerly K, Hardman D, Gleason D, D’Ercole F, et al. Paravertebral block for breast cancer surgery. Can J Anaesth 1996;43(8):858-61
  4. Loader J, Ford P. Thoracic paravertebral block [clinical overview articles]. Update in anaesthesia. Available from: http://www.anaesthesiologists.org
  5. Durieux ME, Hollmann MW. Perioperative local anaesthetics and the inflammatory response administration [Proceeding book]. European society of anaesthesiologist. 2004 Jun 5. 107-10
  6. Kumar CM, Bellamy M, editor. Gastrointestinal and colorectal anesthesia. New York: Informa Healthcare USA. 2007
  7. Pendleton J. The role of cortisol in human physiology [internet homepage]. Updated 2009 Apr, Cited 2010 Nov. Available from: http://www.suite101.com/content/cortisol-a106593
  8. American association for clinical chemistry. Cortisol [internet homepage]. Updated 2011 Mar, cited 2011 Apr. Available from: http://www.labtestonline.org/understanding/ analytes/cortisol/tests.html
  9. Raj P Prithvi. Textbook of regional anesthesia. Philadelphia: Churchill livingstone. 2002
  10. Wemer M, Lowe K. A critical review of VAS in the measurement of clinical phenomena. Research in Nursing and Health 1990 : 227-236
  11. Davies RG, Myles PS, Graham JM. A comparison of the analgesic efficacy and side-effects of paravertebral vs epidural blockade for thoracotomy – a systemic review and meta-analysis of randomized trials. Br J Anaesth 2006;96(4):418-26
  12. Moller JF, Nikolajsen L, Rodt SA, Ronning H, Carlsson PS. Thoracic paravertebral block for breast cancer surgery: a randomized double-blind study. Anest Analg 2007;105(6):1848-51
  13. Jankowski RM, Royce ME, Lee SJ, Kang H, Amdt C, Rosett RL, et al. Paravertebral block for breast surgery: a cost analysis [poster]. The university of new mexico. 2008
  14. Richardson J, Sabanathan S, Jones J, Shah RD, Cheema, Mearns AJ. A prospective, randomized comparison of preoperative and continuous balanced epidural or paravertebral bupivacaine on post thoracotomy pain, pulmonary function and stress responses. Br J Anaesth 1999;83(3):387-92
  15. Sandra E, Robert M, David S. Diurnal cortisol rythim as a predictor of breast cancer survival. J Ntl Cancer Institute 2000;92:994-1000
  16. Hill ES, Keller RA, Smith M, et al. Efficacy of single dose, multilevel paravertebral nerve for analgesia after thorascocopic procedures. American Society of Anesthesiologists. Anesthesiology 2006; 104:1047–53
  17. Pusch F, Freitag H, Weinstabl C, Obwegeser R, Huber E, Wildling E. Single-injection paravertebral block compared to general anaesthesia in breast surgery. Acta Anaesthesiol Scand 1999;43(7):770-4
  18. Kumar A, Srivastava U, Saxena S, et al. Single injection paravertebral block for major breast surgery. J Anaesth Clin Pharmacol 2009; 25(3): 281-284