Pemberian Lidokain 1,5 mg/Kg/Jam Intravena untuk Penatalaksanaan Nyeri Pasien Pasca Laparatomi

*Dicky Hartawan -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif/ RSUD Tarakan, Kalimantan Timur, Indonesia
Hariyo Satoto -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Uripno Budiono -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Nov 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1257 144
Abstract

Latar Belakang: Penanggulangan nyeri post operasi yang efektif merupakan salah satu hal yang penting dan menjadi problema bagi ahli anestesi. Salah satu jenis pembedahan dengan tingkat nyeri pasca operasi tinggi adalah laparotomi. Menurut penelitian terdahulu IVLI (intravenous lidokain infusion) berpotensi dan efektif untuk mengurangi nyeri paska operasi pada kasus bedah abdominal.

Tujuan: Mengetahui apakah penggunaan lidokain intravena 1,5mg/kg/jam dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan nyeri paska operasi laparotomi

Metode: Penelitian ini merupakan uji eksperimental klinis dengan desain acak tersamar di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel diambil dari pasien yang menjalani operasi laparatomi menggunakan “consecutive sampling” dan dibagi menjadi dua kelompok : Kelompok 1 (K1) diberikan lidokain 1mg/kg/iv 30 menit sebelum insisi kulit dan dilanjutkan dengan lidokain 1,5mg/kg/jam sampai 48 jam paska operasi; Kelompok 2 (K2) diberikan plasebo. Pasien dinilai Score Analog Visual dan parameter hemodinamik post operatif, bila SAV >5 pasien mendapatkan rescue analgesia. Analisis statistik dengan SPSS for Windows versi 17.

Hasil: Pasca operasi terdapat perbedaan bermakna pada kebutuhan rescue analgesia (4 vs 15 subjek , p=0.01), waktu dimulainya rescue analgesia(jam ke 18.0±6.92 vs 14.5±5.19, p=0.01), penggunaan opioid (12,9±1,53 vs 16,57±2,59 mg , p=0.01), VAS 12 jam (3,8±0,88 vs 5,3±0,56, p=0.00),VAS 24 jam (4,1±0,54 vs 5,6±0,62, p=0.00),VAS 48 jam (4,5±0,51 vs 5±0,0,p=0,02), dan laju jantung (p=0,00) kedua kelompok

Simpulan: Pemberian Lidokain 1,5 mg/kg intravena cukup efektif dalam pengelolaan nyeri post laparotomi dan dapat menurunkan kebutuhan penggunaan analgetik opioid dalam pengelolaan nyeri post laparotomi

Keywords
lidokain intravena; SAV; nyeri paska laparatomi

Article Metrics:

  1. Caio Marcio Barros de Oliveira, TSA, et al. Intraoperative intravenous lidocaine.Revista Brasileira de Anestesiologia, 2010;60(3): 325-333
  2. Louise Vigneault, MD, et al. Perioperative intravenous lidocaine infusion for postoperative pain control : a meta-analysis of randomized controlled trials. Canadian J.Anesthesiologists Society, 2011;58:22-37
  3. BK Baral, et al. Perioperative intravenous lidocaine infusion on postoperative pain relief in patients undergoing upper abdominal surgery.Nepal Med Coll J, 2010; 12(4): 215-220
  4. Weihua Cui, et al. Systemic administration of lidocain reduces morphine requirements and postoperative pain of patients undergoing thoracic surgery after propofol-remifentanil-based anaesthesia. European Journal of Anesthesiology, 2010;27:41- 6
  5. Abdourahamane Kaba, MD, et al. Intravenous lidocaine infusion facilitates acute rehabilitation after laparoscopic colectomy. American Society of Anesthesiologists, 2007; 106:11-8
  6. Kaba.A, et al. Acute rehabilitation program after laparascopic colectomy using intrvenous lidocain. Annual Meeting of the European Society of Anesthesiologists, 2005;105:53- 8
  7. Marsaban A, Maas EM, Bagianto H. Ilmu Pengetahuan dasar, mekanisme fisologi nyeri. In: Chandra S. Panduan Tatalaksana Nyeri Perioperatif. Jakarta:Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi Dan Reanimasi Indonesia. 2009 .p. 1-25