Analisis Paparan Kadmium, Besi, Dan Mangan Pada Air Terhadap Gangguan Kulit Pada Masyarakat Desa Ibul Besar Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir

DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.17.2.68-73
Copyright (c) 2018 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 23-04-2018
Published: 01-10-2018
Section: Research Articles
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Latar Belakang : Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Kualitas air bersih menurun akibat tingkah-laku manusia seperti sisa pembuangan pabrik-pabrik kimia/industri, zat-zat detergen, dan asam belerang.  Dampak dari terpaparnya air yang mengandung bahan kimia seperti kadmium, besi, dan mangan dapat menimbulkan efek gangguan terhadap kesehatan kronis maupun akut.

Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional) dengan teknik purposive sampling. Besar sampel yang diambil sebanyak 100 sampel.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata kadmium (Cd) 0,277 mg/L, besi (Fe) 0,414 mg/L, dan mangan (Mn) 0,213 mg/L masih memenuhi syarat Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Proporsi responden yang mengalami gangguan kulit sebanyak 45%. Variabel lama pajanan dan status alergi mempunyai hubungan yang bermakna (p value < 0,05), sedangkan variabel konsentrasi Cd, Fe, Mn, jenis kelamin, dan umur tidak mempunyai hubungan yang bermakna (p>0,05) terhadap gangguan kulit.

Simpulan : Konsentrasi rata-rata Cd, Fe, Mn masih memenuhi syarat Permenkes, tetapi belum memenuhi syarat fisik karena memiliki rasa dan berwarna keruh. Gangguan gatal pada kulit disebabkan lama pajanan terhadap air sungai dan status alergi responden. Perlu dilakukan upaya promotif dan edukasi seperti pembuatan pengolah air sederhana skala rumah tangga kepada masyarakat.

 

ABSTRACT

Title: Analysis of Cadmium, Iron, and Manganese Exposure on Water Cause of Skin Disorders in Desa Ibul Besar Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir

Background : Water is a vital element in human life. The quality of clean water decreases because of human behavior such as waste disposal of chemical / industrial plants, detergent, and sulfuric acid. The impact of exposure from water containing chemicals such as cadmium, iron, and manganese that cause chronic and acute health effects.

Methods : This study used cross sectional study design with purposive sampling technique. There are 100 samples.

Results : The results showed that the average concentration of cadmium (Cd) 0.277 mg / L, iron (Fe) 0.414 mg / L, and manganese (Mn) 0.213 mg / L still appropriate quality standard from Permenkes Number 32 Year 2017. The proportion of respondents got skin disorders 45%. The variables of exposure and allergic status had significant relationship (p value < 0.05). The concentration variables Cd, Fe, Mn, sex, and age had no significant relationship (p > 0.05) to skin disorders.

Conclusion : The average concentrations of Cd, Fe, Mn still appropriate quality standard from Permenkes, but they are not appropriate the physical requirements because they have a taste and muddy. Itchy skin disorders are caused by exposure of river water and allergic status of respondents. It needs promotive and educational efforts such as making simple household water processing to the community.

 

Keywords

Cadmium; Iron; Manganese; Skin Disorders

  1. Elvi Sunarsih 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  2. Achmad Fickry Faisya 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  3. Yuanita Windusari 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  4. Inoy Trisnaini 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  5. Dini Arista 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  6. Dwi Septiawati 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  7. Yustini Ardila 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  8. Imelda Gernauli Purba 
    Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Palembang, Indonesia
  9. Rahmi Garmini 
    Program Studi Kesehatan Lingkungan STIKes Muhammadiyah Palembang, Palembang, Indonesia
  1. Kusnaedi. Mengolah Air Gambut dan Air Kotor Untuk Air Minum. Penerbit Swadaya. Jakarta; 2004.
  2. Supardi, I. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Penerbit PT. Alumni Bandung; 2003.
  3. Peraturan Kemenkes RI. Nomor 32 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk KeperluanHigiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. Jakarta; 2017.
  4. Pahruddin, Muhammad. Risiko Pajanan Logam Berat Pada Air Sungai. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2017, 14(2).
  5. Febrina, Laila. Studi Penurunan Kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Dalam Air Tanah Menggunakan Saringan Keramik. Volume 7 No.1 Januari 2015 ISSN : 2085 – 1669. DOI: 10.24853/jurtek.7.1.35-44.
  6. Maigari et al. Health Risk Assessment for Exposure to Some Selected Heavy Metals via Drinking Water from Dadinkowa Dam and River Gombe Abba in Gombe State, Northeast Nigeria 2016. World Journal of Analytical Chemistry, 2016, 4(1): 1-5.
  7. Irfandi, Ahmad, dkk. Analisis Kandungan Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) Pada Air Sumur Gali Penduduk di Sekitar Industri Daur Ulang Aki dan Gangguan Kesehatan Pada Masyarakat Desa Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Jurnal Kesehatan Lingkungan USU, 2014, 3(2).
  8. Sudarmaji. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2006, 2(2): 129 -142.
  9. Soemirat, J. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta; 2007.
  10. Suryani, F. Faktor-faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak pada pekerja bagian processing dan filling PT Cosmas Indonesia. Tangerang Selatan; 2011.
  11. Taylor JS, Sood A, Amado A. Irritant contact dermatitis. Dalam: Fitzpatricks et al, editors. Dermatology in general medicine vol.1 7th ed. New York: Mc Graw Hill Medical;2008.p.395-401.
  12. HSE. The Prevalence of Occupational Dermatitis among Work in The Printing Industry and Your Skin. hsebooks.co.uk; 2000.
  13. Indrawan, Irvan Ade et al. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Bagian Premix Di PT. X Cirebon. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 2014, 2(2).
  14. Azhar, Khadijah et al. Hubungan Proses Kerja Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Petani Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 2011, 10(1): 1-9.
  15. Achmadi. Dasar-dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Jakara: Universitas Indonesia Press; 2010.