Biodegradasi Fosfat pada Limbah Laundry menggunakan Bakteri Consorsium Pelarut Fosfat

*Zairinayati Rina Zairinayati  -  STIKes Muhammadiyah Palembang, Palembang, Indonesia
Heri Shatriadi  -  STIKes Muhammadiyah Palembang, Palembang, Indonesia
Received: 2 Nov 2018; Revised: 1 Mar 2019; Accepted: 7 Mar 2019; Published: 2 Apr 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 768 4254
Abstract

Latar Belakang: Limbah laundry yang dihasilkan oleh deterjen mengandung bahan aktif yang berbahaya bagi kesehatan mahluk hidup dan lingkungan. Penelitin bertujuan untuk mengurangi kandungan fosfat pada limbah laundry dengan metode biodegradasi dengan menggunakan bakteri yang tergolong dalam consorsium bakteri spesies Bacillu. sp dan Pseudomonas. sp. Sebelum perlakuan bakteri dilakukan equalisasi dengan pupuk NPK dan air gula selama 1 hari setelah itu bakteri siap digunakan sebagai bahan degradasi fosfat dengan 3 perlakuan.

Metode penelitian: ini merupakan penelitian eksperimen. Sampel air limbah laundry diambil dari 3 tempat usaha jasa laundry yang berada dikawasan Silaberanti Palembang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menyajikan data dalam bentuk tabulasi dan analssis bivariat menggunakan uji Anova untuk melihat perbedaan dari setiap perlakuan.

Hasil: menunjukkan  terjadi peningkatan jumlah kadar fosfat sebelum dilakukan proses biodegradasi yakni 9,8 m/L sebelum dilakukan penambahan baketeri menjadi Rata-rata kadar fosfat pada penambahan bakteri 50 ml adalah 27,13 dengan standar deviasi 2,73. Pada dosis penambahan bakteri 100 ml rata-rata kadar fosfat adalah 23,87 dengan standar deviasi 2,08 dan pada dosis penambahan bakteri 150 ml rata-rata kadar fosfat 22,62 dengan standar deviasi 4,41, dan hasil uji statistic didapat nilai p = 0,306 berarti pada alpha 5%.

Simpulan: bahwa tidak ada perbedaan penambahan bakteri dengan berbagai dosis dengan kadar fosfat pada air limbah laundry.

 

ABSTRACT

Title: Phosphate Biodegradation in Laundry Waste Using Consorsium Bacteria Phosphate

Background: Laundry waste produced by detergent contains active ingredients that are harmful to the health of living things and environment. Research aims to reduce phosphate content in laundry waste by biodegradation method by using bacteria belonging to the bacterial consortium of Bacillu species. sp and Pseudomonas. sp. Before the treatment of the bacteria was equalized by adding NPK fertilizer and sugar liquid for 1 day and the bacteria were ready to be used as phosphate degradation material with 3 treatments.

Methods: of this research is experimental research. Laundry waste water samples were taken from 3 laundry service located in the Silaberanti area of Palembang. Data analysis used univariate by presenting data in the form of tabulations and bivariate analssis using the ANOVA test to see differences in each treatment.

Results: showed an increase in number of phosphate levels before the biodegradation process of 9.8 m / L before adding the bakeries to the average phosphate level in the addition of 50 ml bacteria was 27.13 with a standard deviation of 2.73. At the dose of adding 100 ml of bacteria the average phosphate level was 23.87 with a standard deviation of 2.08 and at the dose of addition of 150 ml bacteria the average phosphate level was 22.62 with a standard deviation of 4.41, and the results of statistical tests obtained p values = 0.306 means at alpha 5%

Conclusion: : is that there is no difference in the addition of bacteria with various doses with phosphate levels in laundry wastewater.

 

Keywords: Kadar Fosfat; limbah Laundry; Bakteri (Phosphate; laundry wastewater; bakteria)

Article Metrics:

  1. Made, S.D., dan Sugito. Penurunan Tss Dan Phospat Air Limbah Puskesmas Janti Kota Malang Dengan Wetland. Jurnal Teknik Waktu. 11 (01): 93-101.2013.
  2. Kurniati, Elly.“Penurunan Konsentrasi Detergent Pada Limbah Industri Laundry Dengan Metode Pengendapan Menggunakan Ca(OH)2”, Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan.2008, 1(1): 41-47.
  3. Nailufary, L., Pengolahan Air Limbah Pencelupan Tekstil Menggunakan Biofilter Tanaman Kangkung (Ipoemoea crassicau-lis) dalam Sistem Batch (Curah) Teraerasi, Skripsi, Universitas Udayana, Denpasar WHO, 2012. Global database on anemia. 2008.
  4. Adit. Bahan Kimia Berbahaya dalam Kehidupan Sehari-hari, http://klikbelajar. com/pelajaran-sekolah/pelajaran-kimia/bahan-kimia-berbahaya-dalam-kehidupan sehari-hari/, 2010.
  5. Astuti, Widya Sari & Mersi S.S Pengolahan Limbah Laundry Menggunakan Metode Biosand Filter Untuk Mendegradasi Fosfat. Jurnal Teknik Kimia Usu, Juni 2015, 4(2): 53-58.
  6. Ernastin. M & Puspitasari A. Optimasi Penyerapan Limbah Fosfat Dan BOD Industri
  7. Laundry Dengan Variasi Media Tanam Pada Ssf-Wetland. Jurnal Teknologi Technoscientia. Agustus 2017, 10(1): 5-10
  8. Metcalf dan Eddy, Inc.Wastewater Engineering: Treatment, Disposal and Reuse. McGraw-Hill, Inc: USA. 2003.
  9. Paytan, A., dan McLaughin,.K. Phosporus in Our Waters. Oceanography 2007, 20(2): 200-208.
  10. Dewi, F, Faisal. dan Mariana. Efisiensi Penyerapan Phospat Limbah Laundry Menggunakan Kangkung Air (Ipomoea Aquatic Forsk) dan Jeringau (Acorus Calamus). Jurnal Teknik Kimia USU. 2015, 4 (1):7-10.
  11. Sugiharto. Dasar-dasar pengelolaan air limbah. Universitas Indonesia: Jakarta;2015
  12. Sastrawijaya, T. Pencemaran lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta; 2009.
  13. Widiyani, P., 2010, Dampak dan Penanganan Limbah Deterjen, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor dalam Apriyani. Nani. Penurunan Kadar Surfaktan dan Sulfat dalam Limbah Laundr. Media Ilmiah Teknik Lingkungan Februari 2017, 2(1): 37-44.
  14. Furi, T.A., dan Coniwanti, P. Pengaruh perbedaan ukuran partikel dari ampas tebu dan konsentrasi natrium bisulfit (NaHSO3) pada proses pembuatan surfaktan. Jurnal Teknik Kimia 2012 4 (18): 49-58.
  15. Sopiah, R.N, dan Chaerunisah. Laju degradasi surfaktan liniear alkil benzene sulfonat (LAS) pada limbah deterjen secara anaerob pada reaktor lekat diam bermedia sarang tawon. Jurnal Teknik Lingkungan 2006, 7(3): 243-250.
  16. Bitton, G. Watewater Microbiology, 2¬nd edition. Wiley-Liss. New York;1998
  17. Wardhana, I. W., Siwi, D. H., dan Ika, D. R, Penggunaan Karbon Aktif dari Sampah Plastik untuk Menurunkan Kandungan Phosphat pada Limbah Cair (Studi Kasus: Limbah Cair Industri Laundry di Tembalang, Semarang), Jurnal Presipitasi 2013, 10(1): 30-40.