Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman

Sucinah Wijirahayu  -  Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
*Tri Wahyuni Sukesi orcid scopus  -  Faculty of Public Health Ahmad Dahlan University, Yogyakarta, Indonesia
Received: 26 Nov 2018; Revised: 3 Mar 2019; Accepted: 6 Mar 2019; Published: 2 Apr 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 4370 3675
Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit berbasis lingkungan yaitu Demam Berdarah Dengue yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat dikarenakan penyebaran penyakit ini yang begitu cepat dan berpotensi menimbulkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari 4 virus dengue yang berbeda, cara penularan penyakit DBD ini melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penularan penyakit DBD dapat dipengaruhi dari faktor lingkungan yang meliputi lingkungan fisik, kimia dan biologi. Kondisi lingkungan fisik, keadaan suatu rumah juga mempengaruhi dalam penyebaran penyakit DBD ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian DBD.

Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian case control study, subyek penelitian yaitu 8 kasus dan 24 kontrol. Sampel untuk kontrol ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan fisher exact sebagai uji alternatif.

Hasil: Ada hubungan antara ventilasi dengan p value (p=0,039) dan nilai (OR=0,072, CI= 0,006-0,849), Tidak ada hubungan antara kelembaban dengan nilai p value (p=0,642) dan nilai (OR=0,347,CI= 0,036-3,367) dan Ada Hubungan antara pencahayaan dengan nilai p value (p=0,039) dan nilai (OR=0,072, CI=0,006-0,849) dengan kejadian demam Berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman.

Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara ventilasi berkasa dan pencahayaan, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kelembaban dengan  kejadian demam Berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman.

 

ABSTRACT

Title : Relationship between Physical Environmental Condition and the incidence of dengue hemorrhagic fever in the working area of Kalasan Health Center, Sleman Regency

Background: Transmission of DHF can be influenced by several factors, namely environmental factors which include the physical, chemical and biological environment. The condition of the physical environment, the condition of a house also affects the spread of dengue disease. The purpose of this study was to determine the relationship between the physical condition of the house and the incidence of DHF.

Methods: This research was based on the observational analytic  using a case control study design, the research subjects were 32 samples with purposive sampling technique. The research instrument were observation sheets. Data analysis used Chi-square test and fisher exact as an alternative test.

Results: There was a relationship between ventilation and p value (p = 0.039) and value (OR = 0.072, CI = 0.006-0.849), there weren’t relationship between humidity and p value (p = 0.642) and value (OR = 0.347, CI = 0.036-3.336) and there was a relationship between lighting with p value (p = 0.039) and value (OR = 0.072, CI = 0.006-0.849) with the incidence of dengue hemorrhagic fever in Kalasan Public Health Center Working Area at Sleman Regency.

Conclusion: There was significant relationship between ventilation and lighting, while there wasn’t significant relationship between humidity and the incidence of dengue hemorrhagic fever in Kalasan Public Health Center Working Area at  Sleman Regency.

Keywords: Ventilasi; Kelembaban; Pencahayaan; DBD (ventilation; humidity and lighting; DHF)

Article Metrics:

  1. Infodatin, 2016, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Demam Berdarah Dengue
  2. Rahman, D.A., 2012, Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Praktik 3M dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Blora Kabupaten Blora, Unnes Journal of Public Health, 1(2):1-7, ISSN 2252-6781
  3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2016, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016, Jakarta : Kementrian Kesehatan RI.
  4. Adyatma, Ishak, H., Ibrahim, E., 2011, Hubungan Antara Lingkungan Fisik Rumah, Tempat Penampungan Air dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian DBD di Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Bagian Kesehatan Lingkungan, FKM, Universitas Hasanuddin,1-10
  5. Handoyo, W., Hestiningsih,R., Martini, 2015, Hubungan Sosiodemografi dan Lingkungan Fisik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat Pesisir Pantai Kota Tarakan (Studi Kasus Pada Daerah Buffer Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan), Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3):188-195, ISSN: 2356-3346.
  6. Sari, E., Wahyuningsih, N.E., Murwani, R., 2017, Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5):609-618, ISSN : 2356-3346
  7. Yudhastuti, R., Vidiyani, A., 2005, Hubungan Kondisi Lingkungan, Kontainer, dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti Di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Surabaya, Jurnal Kesehatan Lingkungan, 1(2):170-182.
  8. Susilani, A.T. dan Wibowo, T.A., 2015, Dasar-dasarMetodologi untuk Penelitian untuk Mahasiswa Kesehatan. Yogyakarta: Graha Cendekia.
  9. Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.
  10. Ayun, L.L., Pawenang, E.T., 2017, Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik dan Perilaku Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Public Health Perspective Journal, 2(2):97-104.
  11. Sari, E., Wahyuningsih, N.E., Murwani, R., 2017, Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5): 609-618,ISSN : 2356-3346.
  12. Bangkele, Y.E., 2016, Hubungan Suhu dan Kelembaban Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Palu Tahun 2010-2014, Medika Tadulako, Jurnal Ilmiah Kedokteran, 3(2):40-50.
  13. Ridha, M.R., Rahayu, N., Rosvita, N.A., Setyaningtyas, E.D., 2013, Hubungan Kondisi Lingkungan Dan Kontainer Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti Di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Di Kota Banjarbaru, Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Binatang (Epidemiology and Zoonosis Journal), 4(3):133-137.
  14. Maria, I., Ishak, H., Selomo, M., 2013, Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Makassar Tahun 2013, Bagian Kesehatan Lingkungan,FKM, UNHAS, Makassar.
  15. Gafur, A., Jastam, M.S., 2015, Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Batuan Kota Makassar Tahun 2015, Al-Sihah : Public Health Science Journal, 7(1): 50-62.
  16. Novitasari, I., Sugiyanto, Z., 2013, Hubungan Suhu, Kelembaban Rumah, Dan Perilaku Masyarakat Tentang PSN Dan Larvasida Dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Penularan Demam Berdarah Dengue Di RW 01 Kelurahan Sendangguwo Semarang, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro,1-8
  17. Ekel, Y.L., Kepel, B.J., Tulung, M., 2017, Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tikala Baru Manado,1-16
  18. Purba, D., 2012, Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik dan Kebiasaan Keluarga Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai Tahun 2012, Thesis, Medan : Universitas Sumatera Utara.