Analisis Spasial Karakteristik Lingkungan dan Dinamika Kepadatan Anopheles sp. Pengaruhnya terhadap Kejadian Malaria di Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku

Efraim Watmanlusy  -  Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas II Ambon, Maluku, Indonesia
Mursid Raharjo  -  Staf Pengajar Program Studi Magister Kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
*Nurjazuli Nurjazuli  -  Staf Pengajar Program Studi Magister Kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 10 Dec 2018; Revised: 24 Jan 2019; Accepted: 15 Feb 2019; Published: 2 Apr 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 713 927
Abstract

Latar belakang: Kecamatan Seram Barat merupakan salah satu wilayah di bagian timur Indonesiayang endemis malariadan dikategorikan tinggi dengan indikator API diatas angka nasional. Angka kesakitan malaria per 1000 penduduk pada tiga tahun terakhir fluktuatif dimana API tahun 2014 (22,8‰), 2015(6,147‰) dan 2016 (9,03‰) dengan441kasus klinis,248kasus positif, ditemukan 23 spesies namun belumterkonfirmasi sebagai vektor malaria.

Tujuan : Menganalisis secara spasial karakteritik linkungan dan dinamika kepadatan Anopheles sp. pengharunya terhadap kejadian malaria di Kecamatan Seram Barat.

Metode : Jenis Penelitian ini adalah observasional analitik, desainnyacross sectionalyang pelaksananya di Kecamatan Seram Barat terhadap 100 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi  dan Penangkapan nyamuk dengan metode upan orang didalam dan di halaman rumah. Analisis data menggunakan uji chi-square.

Hasil :Hasil penelitian ditemukan 41 reponden positif malaria, 5 spesies Anopheles sp. yakni An.vagus, An.teselaltus, An.kochi, An.barbirotris, An.farautidan tidak terkonfirmasi sebagai vektor malaria, variabel yang mempengaruhi kejadian malaria adalah Suhu udara (p= 0,022, PR = 2,082), Kelembaban (p= 0,003, PR = 3,421),Kepadatan Anopheles sp. (p=0,001, PR = 2,853), Jarak Breeding places (0,000, RP= 10,054). Kesimpulanadalahtedapat 41 kasus, 5 spesies Anopheles sp. Suhu udara, kelembaban, kepadatan Anopheles sp, jarak breeding placesmempengaruhi kejadian malaria, tidak ditemukan Anopheles sp sebagai vektor malaria di Seram Barat berdasakan hasil uji PCR

 

ABSTRACT

Title: Spatial Analysis of Environmental characteristics and Dynamics of Density Anopheles sp. As The Effect on Malaria Case in West Seram District, Western Area of Seram Regency, Maluku.

Background: West Seram District is one of the regions in eastern Indonesia that became malaria endemic area and categorized as high with the API indicator above the national figure. The number of malaria morbidity, per 1000 of population, had been fluctuating in last three years which shown by API in 2014 (22.8 ‰), 2015 (6,147 ‰) and 2016 (9.03 ‰) with 441 clinical cases, 248 positive cases, 23 species have been found but it has not been confirmed yet as a malaria vector. The purpose of the study is to analyze spatially the characteristics of the environment and the dynamics of the density from Anopheles sp. as the effect on the case of malaria in West Seram District.

Methods: the type of this research is boservational analytic with cross sectional design. The research was held in West Seram District toward 100 people that were selected by purposive sampling.The collecting data had been done through interview, observation, and catching the mosquitoes using bait people method inside and outside the house yard. The analysis were using chi-square test.

Result : The results of the study found 41 respondents positive for malaria, 5 species of Anopheles sp. namely An.vagus, An.teselaltus, An. kochi, An. barbirotris, and An. farauti. The variables affecting the case of malaria were air temperature (p = 0.022, PR = 2.082), humidity (p = 0.003, PR = 3.421), density of Anopheles sp. (p = 0.001, PR = 2,853), breeding places distances (0,000, RP = 10,054). The result of PCR test shows that there are no species containing Plamodium were found.

Conclusion;The result detected  41 cases, identified 5 species of Anopheles sp. air temperature, humidity, density of Anopheles sp, distance of breeding places affecting the case of malaria. There are no Anopheles sp were found as a malaria vector in Seram Barat based on PCR test result.

Keywords: Spasial; Malaria; Lingkungan; Kepadatan Anophelessp.

Article Metrics:

  1. World Health Organization. World Malarai Report. Geneva: WHO, 2017
  2. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kementerian Kesehatan 2016. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta, 2017.
  3. Dinas Kesehatan Propinsi Maluku. Profil Dinas Kesehatan Propinsi Maluku 2017.
  4. Dinas Kesehatan Seram Bagian Barat. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2016.
  5. Puskesmas Piru. Laporan Tahunan Puskesmas Piru Tahun 2016.
  6. Sandy S.Ayomi I. Melda S. Suebu MS. Maladan Y. Pardi M. Lewier J. Entomological surveillance of malaria vectors in saumlaki, maluku tenggara barat regency maluku province. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2017;12(2): 98-103
  7. Kementerian Kesehatan RI. Peta sebaran Vektor Malaria di Indonesia, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Resevoir Penyakit, Salatiga, 2015
  8. Harijanto PN. Nugroho A dan Gunawan CA. Malaria Dari Molokuler ke Klinis. EGC. Jakarta, 2000.
  9. Rahardjo M. Malaria Vulnerability Index (Mli) Untuk Manajemen Risiko Dampak Perubahan Iklim Global Terhadap Ledakan Malaria di Indonesia. Jurnal Vektora 2011, 3(1): 53-80
  10. Depkes RI, Ekologi dan Perilaku Vektor. Depatemen Kesehatan RI Dij. Jen. PP&PL. Jakarta 2007.
  11. Munif A, Sudomo M, Selaksono S. Agus DP. Maelita R. Korelasi Kepadatan Populasi An.barbirostris dengan Prevalensi Malaria di Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya. Media Litbang Kesehatan 2003, 13(3):20-28
  12. Bhattacharya, S., Sharma, C., Dhiman, R., dan Mitra, A,A.Climate Change and Malaria in India. Current Science 2006, 90 (3):369-375.
  13. Craig, M.H., Snow, R.W., dan Le Sueur, D.A. Climate-based Distribution Model of Malaria Transmission in Sub-Saharan Africa, Parasitology Today 1999, 15(3):105-111.
  14. Kumar, V., Mangal, A., Panesar, S., Yadav, G., Talwar, Dan R., Raut, D. Forecasting Malaria Cases Using Climate Factors in Delhi, India: A Time Series Analysis. Malaria Research and Treatment. 2014; DOI: 10.1155/2014/482851
  15. Wangdi, K., Singasivanon, P., Silawan, T., Lawpoolsri, S., White, N.J., dan Kaewkungwal, J. Development of Temporal Modelling for Forecasting and Prediction of Malaria Infections using timeseries and Analysis: A Case Study in Endemic Districts of Bhutan. Malaria Journal 2010, 9(251):1-9
  16. Murti, B. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi Edisi Kedua Jilid Pertama, Yogyakarta: Gadjah Mada University Prees, 2003
  17. Huang. F., Zhou, S., Zhang, S., Wang, H., dan Tang, L., Temporal Correlation Analysis BetweenMalaria and Meteorological Factors in Motuo County, Tibet. Malaria Journal 2011, 10(54):1-8
  18. Friaraiyanti. Pengaruh Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Malaria Di Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2006, 2(2):121-128.
  19. Suwito, Hadi U.K, Sigit S.H, Sukowati S. Hubungan Iklim, Kepadatan Nyamuk Anopheles dan Kejadian PenyakitMalaria. Jurnal Entomol. Indononesia 2010, 7 (1): 42-53
  20. Arsin AA. Malaria Di Indonesia Tinjauan Aspek Epidemiologi.Makasar. Masagena Press, 2012.
  21. Munif A. Imron M. Panduan Pengamatan Nyamuk Vektor Malaria. Jakarta: CV. Sagung Seto, 2010.
  22. Rachman I. Harahap PS. Alanuari A.Suhermanto. Suhu, Kelembaban Dan Penggunaan Kelambu Berkaitan Dengan Tingginya Kejadian Malaria Di Desa Durian Luncuk. Journal Endurance 2017, 2(2):194-202
  23. Yudhastuti, R. Gambaran Faktor Lingkungan Daerah Endemis Malaria di Daerah Berbatasan (Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Trenggalek. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2008, 4 (2):9-20.
  24. Zacarias, Orlando P. dan Anderson M. Spatial and Temporal Patterns of malaria incidence in Mozambique. Malaria Journal 2011, 10(189):1-11
  25. Hermendo, Enda NW. Raharjo M. Faktor Risiko Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puekesmas Kenangan Kecamatan sungailiat Kabupaten Bangka Propinsi Bangka Belitung. Jurnal kesehatan lingkungan Indonesia 2009; 8(1): 15-19
  26. Puspaningrum DT. Rahardjo M. Nurjazuli, Analisis Spasial Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Persebaran Kasus Malaria di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjar Negara. Jurnal Keseharah Masyarakat 2016, 4(4): 882-891
  27. Hanida SF. Potensi Tinggi Faktor Lingkungan Fisik Dan Biologis Terjadinya Penularan Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Pandean Trenggalek. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2018; 10(1): 82–91