Polusi Udara Dalam Rumah Terhadap Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di TPA Sukawinatan Palembang

*Rahmi Garmini  -  Program Studi Kesehatan Lingkungan STIKes Muhammadiyah Palembang, Palembang, Indonesia
Rachmadhi Purwana  -  Dept. Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
Received: 28 Nov 2018; Revised: 11 Nov 2019; Accepted: 1 Feb 2020; Published: 1 Apr 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.1-6 View
CTA
Subject
Type Copyrigh Transfer Agreement
  Download (530KB)    Indexing metadata
Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak-anak. ISPA bisa terjadi karena pencemaran kualitas udara di luar maupun di dalam ruangan. Salah satunya gas sulfur dioksida (SO2) yang ada di tempat pembuangan sampah dapat mengganggu sistem pernapasan pada balita. Balita lebih berisiko tertular ISPA karena kekebalan tubuh yang dialami balita belum terbentuk sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi udara dalam rumah dan karakteristik balita terhadap kejadian ISPA pada balita di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Palembang.

Metode: Jenis penelitian analitik, desain penelitian cross sectional. Variabel terukur adalah kondisi udara dalam rumah, karakteristik balita, dan kejadian ISPA pada balita. Populasi penelitian adalah anak balita berumur 12-59 bulan yang bertempat tinggal di Kelurahan Sukajaya dan sampel berjumlah 94 orang. Data dianalisis dengan uji chi-square, t-test independent, dan regresi logistik. 

Hasil: Period Prevalence kejadian ISPA pada balita sebesar 59,6%. Variabel penggunaan obat anti nyamuk, perokok dalam rumah, ventilasi, status gizi dan status imunisasi secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita, sedangkan variabel kadar SO2 dalam rumah dan umur balita secara statistik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita. Hasil analisis multivariat diperoleh bahwa variabel ventilasi rumah merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita.

Simpulan: Ventilasi dapat menjadi faktor risiko terhadap terjadinya ISPA, karena ventilasi mempunyai fungsi sebagai sarana sirkulasi udara sehingga dapat mengurangi pencemaran udara dalam rumah.

 

ABSTRACT

Title: Indoor Air Pollution And Acute Respiratory Infection In Child    Under Five Years In Sukawinatan Landfills Palembang.

Background: Acute Respiratory Infections (ARI) is a major cause of morbidity and mortality in young children. ARI can occurs because indoor and outdoor air pollution. One of them is gas sulfur dioxide (SO2) in landfills that it can be irritate the respiratory tract in young children. Young children have higher risk of contracting ARI because the immune of young children not yet fully formed. This research aims to find out Indoor air Pollution and Characteristics of acute respiratory infection in under-fives in Sukawinatan Landfills.

Methods: Type of research was analitic, cross-sectional study design. Measurement of indoor air pollution, characteristics of young children, and prevalence of acute respiratory infection. The population of this research was young children aged 12-59 months who lived in Kelurahan Sukajaya and 94 samples. Data were analyzed by chi-square, t-test independent, and logistic regression.

Results: Period Prevalence of acute respiratory infection in young children about 59,6%. Using mosquito repellent, smokers in the house, ventilation, nutrition and immunization status were significant correlation to acute respiratory infection in young children. While SO2 levels in the home and age of young children were insignificant correlation to acute respiratory infection in young children. Multivariate analysis showed that the variables of ventilation with SO2 levels were the most dominant variable related to acute respiratory infection in young children.

ConclusionOne of risk factor of acute respiratory infection is ventilation, because its function as air circulation to reduce indoor air pollution.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: ISPA; Sulfur dioksida; Ventilasi (Acute Respiratory Infections; Sulfur Dioxide; Ventilation)

Article Metrics:

  1. World Health Organization. Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanankesehatan. Geneva: WHO, 2007. 6p
  2. Rudan, Igor, et al. Epidemiology and etiology of childhood pneumonia. Bulletin of the World Health Organization. 2008 May 01; 86 (5): 408-16
  3. Agrina, dkk. Analisa Aspek Balita Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Rumah. Jurnal Keperawatan. 2 Juli 2014; 5 (2): 115-120
  4. Ditjen PP & PL.Rencana Aksi Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2015-2019. Jakarta: Ditjen PP & PL, 2018. 15p
  5. Kemenkes RI. Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Jakarta: Kemenkes RI, 2011. 1p
  6. Roy, Papiya and Arghya Sardar. SO2 Emission Control and Finding a Way Out to Produce Sulphuric Acid from Industrial SO2 Emission. Journal Chemical Engineering &Process Technology. 2015 June 10, 6 (2): 1-7
  7. Weli, Vincent Ezikornwor dan Obisesan. Meteorological Conditions in the Vicinity of Landfill and its Implications for Atmospheric Pollutant Stagnation in Rumuolumeni, Port Harcourt, Nigeria. Journal of Natural Sciences Research. 2014 April 15; 4 (15): 2224-3186
  8. Sinaga, Shinta Dewi Putri, dkk. Hubungan Antara Komponen Rumah dan Jarak Rumah Terhadap Kadar SO2 Dalam Rumah di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal USU Lingkungan dan Kesehatan Kerja.02 Januari2013; 2 (1): 1-9
  9. Widowati, Ruri dkk. Hubungan Antara Tingkat Konsentrasi NO2, SO2, dan PM10 di Udara Ambient Dengan Kejadian ISPA Penduduk Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat 2006-2013. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014. 10p
  10. Kumar, Raj. et.al. Impact of Domestic Air Pollution from Cooking Fuel on Respiratory Allergies in Children in India. Asian Pacific Journal of Allergy and Immunology. 2008 December 01; 26(4): 213-22
  11. Chahaya, Indra & Nurmaini. Faktor-Faktor Kesehatan Lingkungan Perumahan Yang Mempengaruhi Kejadian ISPA Pada Balita di Perumahan Nasional. Majalah Kedokteran Nusantara. 3 Maret 2005;38 (3): 1-5
  12. Depkes RI. Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut Untuk Penanggulangan Pneumonia Pada Balita. Jakarta:Depkes RI, 2002.1p
  13. Marlina, Lenni, dkk. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Anak Balita di Puskesmas Panyabunganjae Kabupaten Mandailing Natal 2014. Jurnal USU Gizi, Kesehatan Reproduksi, dan Epidemiologi. 5 Mei 2015; 1 (1): 1-9
  14. Mahalastri, Ni Nyoman Dayu. Hubungan Antara Pencemaran Udara Dalam Ruang Dengan Kejadian Pneumonia Balita. Jurnal Berkala Epidemiologi. 3 September 2014; 2 (3): 392–403
  15. Dewi, Putu Saptari, dkk. Hubungan Faktor-faktor Sanitasi Rumah dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas IV Denpasar Selatan Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Lingkungan 01 November 2014; 4 (2): 175-180
  16. Meadow, Roy & Simon J. Lecture Notes: Pediatrika Edisi 7. Jakarta: Erlangga Medical Science, 2005. 233p
  17. Mishra, Vinod. Indoor air pollution from biomass combustion and acute respiratory illness in preschool age children in Zimbabwe. Int J Epidemiol. 2003 October 01; 32(5):847-53
  18. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Buku Imunisasi di Indonesia. Jakarta: Satgas Imunisasi, 2001. 1p
  19. Biradar, Mallikarjun K. et.al. Immunization Status and Occurence of Acute Respiratory Infection in Under Five Children. Journal of Advanced Scientific Research. 5 Maret 2014; 5(3): 31-33

Last update: 2021-02-26 09:11:00

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 09:11:00

No citation recorded.