Pengaruh Pajanan Gas Hidrogen Sulfida (H2S) terhadap Keluhan Saluran Pernafasan pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet Kota Tanjungpinang Tahun 2018

*Veronika Amelia Simbolon  -  Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
Nurmaini Nurmaini  -  Dosen Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Wirsal Hasan  -  Dosen Program Studi S2 Kesehatan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Received: 28 Jan 2019; Revised: 5 Mar 2019; Accepted: 6 Mar 2019; Published: 2 Apr 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 1321 3372
Abstract

Latar belakang : Hidrogen Sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak mudah terbakar, tidak berwarna dan berbau seperti telur busuk dan masuk ke tubuh manusia terutama melalui udara yang dihirup. Paparan konsentrasi rendah Hidrogen Sulfida (H2S) dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan gas Hidrogen Sulfida (H2S) terhadap keluhan saluran pernafasan pada pemulung, di TPA Ganet Kota Tanjungpinang.

Metode : Jenis penelitian ini adalah survei bersifat analitik deskriptif  dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu pemulung yang pekerjaannya hanya sebagai pemulung dengan lama bekerja ≥ 3 tahun  dan durasi terpapar  ≥ 40 jam/minggu dengan jumlah sampel memenuhi syarat 27 pemulung.

Hasil : Berdasarkan uji statistik dengan Fisher,s Exact Test diketahui ada pengaruh jenis kelamin (p = 0,019 PR = 1,9) dan intake (p = 0,039 PR = 2,1) terhadap keluhan saluran pernafasan. Variabel yang paling berpengaruh dominan pada uji regresi logistik antara jenis kelamin, konsentrasi H2S dan intake terhadap keluhan saluran pernafasan pada pemulung di TPA Ganet Tahun 2018 yaitu jenis kelamin dan intake dengan probabilitas 97,9 %.

Simpulan : Ada pengaruh yang signifikan antara jenis kelamin dan intake dengan keluhan saluran pernafasan pada pemulung di TPA Ganet Kota Tanjungpinang.

 

ABSTRACT

Title: The Effect of Exposure Hydrogen Sulfide Gas (H2S) on the Complaints of Respiratory Track in Scavengers at the Ganet’s Final Waste Disposal of Tanjungpinang 2018

Background : Hydrogen Sulfide (H2S) is a gas that is not flammable, colorless and smells like rotten eggs and enters the human body primarily through inhaled air. Exposure on low concentrations of Hydrogen Sulfide (H2S) can cause irritation to the eyes, nose or throat. This study aims to determine the effect of exposure to Hydrogen Sulfide (H2S) gas the respiratory tract complaints in scavengers at the Ganet’s final waste disposal of Tanjungpinang.

Methods : This type of research is a descriptive analytic survey with a cross sectional design. The samples in this study were scavengers whose works were only as scavengers with length of work ≥ 3 years and duration of exposure ≥ 40 hours / week with the number of samples fulfilling the requirements of 27 scavengers.

Results : Based on the statistical test with Fisher,s Exact Test it is  found that there was influence of sex (p = 0.019 PR = 1.9) and intake (p = 0.039 PR = 2.1) on respiratory complaints. The most dominant variable influenced the logistic regression test between gender, H2S concentration and intake of respiratory tract complaints on scavengers in 2018 TPA Ganet, were gender and intakes with a probability of 97.9%.

Conclusion : There is a significant influence between gender and intake with complaints of respiratory tract on scavengers in TPA Ganet, Tanjungpinang City.

Keywords: Hidrogen Sulfida; Pemulung; Tempat Pembuangan Akhir (Hydrogen Sulfide; Scavenger; Final Disposal Site)

Article Metrics:

  1. ATSDR. Toxicological Profile For Hydrogen Sulfide And Carbonyl Sulfide. Agency for Toxic Substances and Disease Registry: Atlanta, Georgia. Us Departement of Health and Human Services, Public Health Services ; 2016.
  2. Zulkifli A. Dasar-dasar Ilmu Lingkungan. Salemba Teknika. Jakarta; 2014.
  3. Zulkarnain M , Flora R, Novrikasari, Harto T, Apriani D, Adela N. The Risk Quotient of Sulfide Hydrogen toward Lung Vital Capacity of People Living Around Landfill Area. National Public Health Journal 2018, 12(3): 142-147
  4. Fahmi T. Hubungan Masa Kerja dan Penggunaan APD dengan Kapasitas Fungsi Paru pada Pekerja Tekstil Bagian Ring Frame Spinning I Di PT.X Kabupaten Pekalongan. Jurnal Kesehatan Masyarakat 2012, 1(2) : 828-835.
  5. Pangaribuan, S., Siddig, S.S. Intensitas Ibu Rumah Tangga Pemulung dalam Mewujudkan Kehidupan Keluarga di Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya. Jurnal Online Mahasiswa 2017, 4(1) : 186-201
  6. Sari IK, Azrin M. Suyanto. Gambaran Pengetahuan Pemulung Terhadap Aspek Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Dalam Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kota Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa 2016, 1(1) : 183-193
  7. Rifa’i B. Joko T. Hanani Y. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Gas Hidrogen Sulfida (H2s) pada Pemulung Akibat Timbulan Sampah di TPA Jatibarang Kota Semarang ; Jurnal Kesehatan Masyarakat 2016, 4(3) : 692-701.
  8. KepMenLH. No.KEP-50/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. Jakarta; 1996
  9. U.S, EPA. Integrated Risk Information Sistem Toxicity Summary for Hidrogen Sulfide. 2003.
  10. Sianipar RH. Analisis Risiko Paparan Hidrogen Sulfida pada masyarakat sekitar TPA Sampah Terjun Kec. Medan Marelan Tahun 2009. Tesis Universitas Sumatera Utara. Medan; 2009.
  11. KepMen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. Jakarta; 2004.
  12. Nasutionan STD. Alisis Risiko Paparan Hidrogen Sulfida pada Masyarakat Sekitar Kawasan Industri Medan di Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2016. Tesis Universitas Sumatera Utara. Medan; 2016.
  13. Suma’mur PK. Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Gunung Agung. Jakarta; 2002.
  14. Wursattana NH. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pemulung Di TPA Jatibarang Kota Semarang. Skripsi Universitas Diponegoro. Semarang; 2013.
  15. Putri GL. Kadar Hidrogen Sulfida dan Keluhan Pernapasan pada Petugas di Pengolahan Sampah Super Depo Sutorejo Surabaya ; Jurnal Kesehatan Lingkungan 2018, 10(2) : 211–219.
  16. Sholihah M. Tualeka AB. Studi Faal Paru dan Kebiasaan Merokok pada Pekerja yang Terpapar Debu pada Perusahaan Konstruksi di Surabaya ; The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health 2015, 4(1) : 1-10.
  17. Putri RT. Joko T. Dangiran. HL. Hubungan Karakteristik Pemulung dan Penggunaan Alat Pelindung Pernapasan dengan Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pemulung di TPA Jatibarang, Semarang ; Jurnal Kesehatan Masyarakat 2017, 5(5) : 838-849.
  18. Andhika RAR. Agung TEP. Pengaruh Paparan CH4 dan H2S terhadap Keluhan Gangguan Pernafasan Pemulung di TPA Mrican Kabupaten Ponorogo ; Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health 2016, 1(1) : 1-14.