Analisis Pencemaran Kromium (VI) berdasarkan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada Hulu Sungai Citarum di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat 2018

*Arif Sumantri  -  Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia
Rifqi Zakiya Rahmani  -  Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
Received: 9 Jun 2020; Revised: 8 Sep 2020; Accepted: 16 Sep 2020; Published: 1 Oct 2020; Available online: 16 Sep 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.19.2.144-151 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (27KB)    Indexing metadata
Open Access Copyright 2020 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Limbah industri tekstil menghasilkan limbah logam berat kromium (VI)) untuk digunakan dalam proses produksi. Kromium (VI) yang masuk ke dalam air bisa menjadi masalah kesehatan baik jangka pendek maupun panjang. Salah satu wilayah industri yang banyak berkembang terdapat di sektor hulu Sungai Citarum terdapat di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung sebagai kawasan zona industri.Terdapat sekitar 1500 industri dengan potensi jumlah limbah yang dibuang mencapai 2.800 ton per hari  yang sekaligus sebagai sumber pencemaran paling dominan.

Metode: Instrumen penelitian ini adalah observasi dan pengujian sampel di laboratorium.Sampel diambil selama 3 hari berturut-turut di 7 stasiun di setiap lokasi. Variabel yang diuji yaitu, kromium (VI), COD, DO, dan pH. Metode pengambilan yang digunakan adalah grab sampel dengan teknik purposive sampling. Waktu untuk mengambil sampel air dilakukan pada malam hari. Sampel air diawetkan dengan cara pengasaman dan pendinginan sesuai dengan SNI 6989.57: 2008. Hasil penelitian ini dianalisis dengan membandingkan dengan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001.

Hasil: Hasil penelitian menunjukan konsentrasi kromium (VI)di stasiun A1 adalah 0,042 mg/l, stasiun A2 0,44 mg/l, di stasiun A3 adalah 0,075 mg/l dan stasiun A4 adalah 0,093 mg/l. Selain itu, di stasiun B1, B2, dan B3 konsentrasi di bawah 0,04 mg/l (batas alat minimum). Kadar kromium (VI) A3 dan A4 tidak memenuhi persyaratan menurut PP No.82 tahun 2001 standar kualitas kromium (VI)di badan air kelas II adalah 0,05 mg/l.

Simpulan: Air Sungai Citarum di Kabupaten Majalaya telah tercemar oleh kromium (VI). Dari hasil, kromium (VI)telah melebihi perairan sungai dari stasiun A3 dan A4 dengan kadar 0,075 mg/l dan 0,093 mg/l.

 

ABSTRACT

Title: Analysis of Chromium IV pollution based on Chemical Oxygen Demand at Citarum River, Majalaya District, Bandung Regency, West Java

Background: Textile industrial waste produces heavy metal waste chromium (VI) for use in the production process. Chromium (VI) that gets into water can be a health problem both in the short and long term. One of the most developed industrial areas is in the upstream sector of the Citarum River in Majalaya District, Bandung Regency as an industrial zone. There are around 1500 industries with the potential for the amount of waste disposed of up to 2,800 tons per day which is also the most dominant source of pollution.

Methods: The research instrument was observation and sample testing in the laboratory. Samples were taken for 3 consecutive days at 7 stations in each location. The variables tested were chromium (VI), COD, DO, and pH. The method used is grab sampling with purposive sampling technique. Time to take water samples is done at night. The water samples were preserved by means of acidification (HNO3 and H2SO4) and cooling according to SNI 6989.57: 2008. The results of this study were analyzed by comparing with PP No.82 of 2001.

Results: The results showed that the chromium (VI) concentration at station A1 was 0.042 mg / l, station A2 was 0.44 mg / l, at station A3 was 0.075 mg / l and station A4 was 0.093 mg / l. In addition, at stations B1, B2, and B3 the concentration was below 0.04 mg / l (minimum equipment limit). Chromium (VI) A3 and A4 levels do not meet the requirements according to PP No. 82 of 2001 the quality standard for chromium (VI) in class II water bodies is 0.05 mg / l.

Conclusion: Citarum River water in Majalaya Regency has been polluted by chromium (VI). From the results, chromium (VI) has exceeded the river waters of stations A3 and A4 with levels of 0.075 mg / l and 0.093 mg / l.


 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Kromium; Sungai Citarum; Limbah Industri

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik (BPS). Kecamatan Majalaya dalam Angka. Publication Number: 3204.1709. Katalog BPS : 1102001.3204.120. Jawa Barat; 2017
  2. Badan Pusat Statistik (BPS). Jawa Barat dalam Angka. ISSN :0215-2169. Bandung; 2016
  3. Desriyan R, dkk. Identifikasi Pencemaran Logam Berat Kromium (Cr) pada Perairan Sungai Citarum Hulu Segmen Dayeuh kolot sampai Nanjung. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung. 2015 Februari, 3(1) : 2
  4. Miryanti dan Witono. Pengembangan Adsorben Activated Fly Ashuntuk Reduksi Ion Cu2+ dan Cr6+ dalam Limbah Cair Industri Tekstil. Universitas Katolik Parahyangan. 2015, 15(3) : 4-5
  5. Lakherwal, D. Adsorption of Heavy Metals: A Review. International Journal of Environmental Research and Development. 2014, 4(1): 41-48
  6. Prastyo, Deni, dkk. Bioakumulasi Logam Kromium (Cr) Pada Insang, Hati, dan Daging Ikan Yang Tertangkap di Hulu Sungai Cimanuk Kabupaten Garut. Jurnal Perikanan Kelautan. Universitas Padjadjaran. 2016, 7(2) :2
  7. Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta; 2001
  8. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 115 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Jakarta; 2003
  9. Cahyaningsih Andriati, Harsoyo Budi. Distribusi Spasial Tingkat Pencemaran Air di DAS Citarum. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. 2010, 11(2): 1-2. doi: 10.29122/jstmc.v11i2.2180
  10. Lumaela Asih Kurniasih dkk. Pemodelan Chemical Oxygen Demand (COD) Sungai di Surabaya Dengan Metode Mixed Geographically Weighted Regression. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2013, 2(1) : 2337-3520
  11. Harsono, Eko. Evaluasi Kemampuan Pulih Diri Oksigen Terlarut Air Sungai Citarum Hulu. LIMNOTEK. 2010, 17 (1) : 17-36
  12. Paramita, Rindu Wahyu dkk. Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) di Air Permukaan dan Sedimen Studi Kasus Waduk Saguling Jawa Barat. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional. 2017 Oktober . 5(2) : 1-12
  13. Sumantri, Arif. Kesehatan Lingkungan. Edisi Revisi. Jakarta; 2010
  14. Pusparini, Nia. Pengendalian dalam Penertiban Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pabrik Di Kawasan Industri Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung (Studi Pada BPLHD Kabupaten Bandung). Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Langlang buana Bandung. 2017 Agustus, 19 (2):2
  15. Marganingrum, Dyah dan Estiaty, Lenny Marilyn. Evaluasi Kebijakan Baku Mutu Air Limbah (Studi Kasus: Limbah Cair Industri Tekstil Di Bandung). Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi. 2016 April, 7(1): 9 – 17
  16. Wikiandi N., Rosidah,. Herawati, T. Dampak Pencemaran Limbah Industri Tekstil Terhadap Kerusakan Struktur Organ Ikan yang Hidup di Daerah Aliran Sungai (Das) Citarum Bagian Hulu. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 2013, 4(3) : 215 – 225
  17. Permanawati Yani dkk. Kandungan Logam Berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) dalam Air dan Sedimen di Perairan Teluk Jakarta. Jurnal Geologi Kelautan. 2013, 11(1) : 9-16
  18. Lewaru Syafrudin dkk. Identifikasi Bakteri Indigenous Pereduksi Logam Berat Cr (VI) dengan Metode Molekuler di Sungai Cikijing Rancaekek, Jawa Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 2012, 3(4) : 81-92
  19. Fahrul, Islam., Hartono, Budi. Pajanan Kromium dan Kerusakan Ginjal Pada Pekerja Pelapisan Logam. BKM Journal of Community Medicine and Public Health. 2016, 32(8) : 257-262

Last update: 2021-03-02 22:13:41

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 22:13:42

No citation recorded.