skip to main content

Identifikasi dan Kuantifikasi Antosianin dari Fraksi Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L) dan Pemanfaatannya sebagai Zat Warna Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC)

1Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia

2Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas Maret University, Surakarta, Indonesia

Published: 1 Aug 2016.
Open Access Copyright 2016 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Identifikasi antosianin dari fraksi bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L.) dan pemanfaatannya sebagai zat warna dye-sensitized solar cell (DSSC) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi kadar antosianin dari fraksi bunga rosela dan menentukan hubungan kadar antosianin terhadap efisiensi sel pada DSSC. Metode yang digunakan adalah (i) ekstraksi antosianin dengan maserasi, (ii) fraksinasi ekstrak antosianin secara kromatografi kolom dengan fasa gerak air-metanol (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) dan fasa diam sephadex LH-20, (iii) identifikasi senyawa antosianin dengan KLT dan penampak bercak (AlCl3 dan uap amoniak), (iv) kuantifikasi kadar antosianin, (v)  aplikasi zat warna antosianin ke DSSC dan (vi) karakterisasi senyawa antosianin pada fraksi yang memiliki performansi DSSC paling tinggi menggunakan spektroskopi UV-Vis dan IR. Hasil penelitian menunjukan kadar relatif antosianin mempengaruhi nilai efisiensi sel surya DSSC. Semakin besar kadar relatif antosianin maka nilai efisiensi sel surya semakin tinggi. Fraksi 1 menunjukkan nilai kadar relatif antosianin 3,56% dan nilai efisiensi sel surya yaitu 1,014 x 10-4%, sedangkan fraksi 2 menunjukkan nilai kadar relatif antosianin 40,29% dan nilai efisiensi sel surya fraksi 2 yaitu 6,59 x 10-4 %.
Fulltext View|Download
Keywords: antosianin; rosela; kadar; sel surya DSSC

Article Metrics:

  1. Catur Hilman, A Sa’diah, Analisis Pemanfaatan Anthocyanin Tumbuhan Tropis sebagai Sensitizer pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC), Seminar Nasional Material, (2013)
  2. Akhiruddin Maddu, Mahfuddin Zuhri, Irmansyah Irmansyah, Penggunaan Ekstrak Antosianin Kol Merah Sebagai Fotosensitizer pada Sel Surya TiO2 Nanokristal Tersensitisasi Dye, Makara, 11, 2, (2009) 78-84
  3. Laila Ika Anggraini, Abdul Haris, Didik Setiyo Widodo, Pembuatan Dye-Sensitized Solar Cell dengan Memanfaatkan Fotosensitizer Ekstrak Kol Merah (Brassica oleracea var. capitata f. Rubra), Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 13, 3, (2010) 101-108
  4. Khwanchit Wongcharee, Vissanu Meeyoo, Sumaeth Chavadej, Dye-sensitized solar cell using natural dyes extracted from rosella and blue pea flowers, Solar Energy Materials and Solar Cells, 91, 7, (2007) 566-571 http://dx.doi.org/10.1016/j.solmat.2006.11.005
  5. LU Okoli, JO Ozuomba, AJ Ekpunobi, PI Ekwo, Anthocyanin-dyed TiO2 electrode and its performance on dye-sensitized solar cell, Research Journal of Recent Sciences, 1, (2012) 22-27
  6. E. M. Abdou, H. S. Hafez, E. Bakir, M. S. A. Abdel-Mottaleb, Photostability of low cost dye-sensitized solar cells based on natural and synthetic dyes, Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy, 115, (2013) 202-207 http://dx.doi.org/10.1016/j.saa.2013.05.090
  7. Anna Carissa M. San Esteban, Erwin P. Enriquez, Graphene–anthocyanin mixture as photosensitizer for dye-sensitized solar cell, Solar Energy, 98, (2013) 392-399 http://dx.doi.org/10.1016/j.solener.2013.09.036
  8. Luigia Longo, Anna Scardino, Giuseppe Vasapollo, Identification and quantification of anthocyanins in the berries of Pistacia lentiscus L., Phillyrea latifolia L. and Rubia peregrina L, Innovative Food Science & Emerging Technologies, 8, 3, (2007) 360-364 http://dx.doi.org/10.1016/j.ifset.2007.03.010
  9. Jeffrey Barry Harborne, Metode fitokimia, Padmawinata K, S. I, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 1987
  10. Hendri Widiyandari, Agus Purwanto, Kuncoro Diharjo, Jatmiko Endro Suseno, Facile method for synthesis of TiO 2 film and its application in high efficiency dye sensitized-solar cell (DSSC), AIP Conference Proceedings, (2014)
  11. Sawarni Mardiah, Reki W Ashadi, Arifah Rahayu, Budidaya dan Pengolahan Rosela Si Merah Segudang Manfaat, Agromedia Pustaka. Jakarta, 23, (2009)
  12. Meiny Suzery, Sri Lestari, Bambang Cahyono, Penentuan Total Antosianin dari Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L) dengan Metode Maserasi dan Sokshletasi, Jurnal Sains dan Matematika, 18, 1, (2010) 1-6
  13. Reuben Alexander Day, Arthur Louis Underwood, Analisa Kimia Kuantitatif, Erlangga, 1994
  14. W Aligitha, Isolasi Antosianin dari Ketan Hitam (Oriza Sativa L Forma Glutinosa), J. Farmasi, 31, 1, (2007) 26-27
  15. K. R. Markham, Techniques of flavonoid identification, Academic Press, 1982
  16. Robert M Silverstein, G Clayton Bassler, Terence C Morrill, Spectroscopic identification of organic compounds, Wiley, New York, (1981) 196
  17. Wiwin Supiyanti, E Dwi Wulansari, L Kusmita, Uji aktivitas antioksidan dan penentuan kandungan antosianin total kulit buah manggis (Garcinia mangostana L), Majalah Obat Tradisional, 15, 2, (2010) 64-70
  18. Monica Jordheim, Isolation, identification and properties of pyranoanthocyanins and anthocyanin forms, Department of Chemistry, The University of Bergen, Norway

Last update: 2021-07-30 21:15:11

  1. Ruellia tuberosaL Anthocyanin extract as a pH sensitive substance

    IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 , 2019. doi: 10.1088/1755-1315/364/1/012015
  2. Ruellia tuberosa L Anthocyanin extract as a pH sensitive substance

    IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 , 2019. doi: 10.1088/1755-1315/364/1/012015

Last update: 2021-07-30 21:15:11

No citation recorded.