Jl. Prof. Sudharto, SH, Tembalang, Semarang, 50275, Telp/Fax: (024)7460058, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{METANA14753, author = {Vita Paramita and Zainal Abidin and Deddy Wikanta and Falasifah Aini and Afifta Adiatma}, title = {EMULSIFIKASI EKSTRAK KULIT DAN BUAH NAGA MERAH MENGGUNAKAN XANTHAN GUM: ANALISIS KADAR FENOLIK, KADAR FLAVONOID DAN KESTABILAN EMULSI}, journal = {METANA}, volume = {11}, number = {02}, year = {2015}, keywords = {}, abstract = { Abstrak Pertumbuhan produksi buah naga di Indonesia meningkat dengan munculnya kebun buah yang memproduksi buah naga. Pertumbuhan ini perlu diikuti pula dengan pemanfaatan zat aktif dalam buah naga, terutama senyawa fenolik dan flavonoid. Pengembangan ekstrak buah naga dalam bentuk emulsi merupakan tantangan utama dalam bidang pangan maupun farmasi untuk meningkatkan efektifitas kinerja komponen-komponen zat antioksidan. Selain itu, pemanfaatan ekstrak tumbuhan jauh lebih murah secara ekonomis dibandingkan dengan hasil purifikasi dari senyawa tertentu yang mahal. Penelitian ini menggunakan buah naga merah lokal (Hylocereus polyrhizus ) dalam bentuk emulsi dengan menggunakan xanthan gum sebagai zat penstabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh kadar fenolik dan kadar flavonoid dalam buah naga merah sebagai antioksidan serta kestabilannya dalam bentuk emulsi. Metode analisa yang diterapkan meliputi analisa kadar fenolik, kadar flavonoid, kadar air dan tes kestabilan emulsi. Dapat disimpulkan bahwa kadar fenolik ekstrak buah naga (9,66 mg/g) 14 kali lebih besar dibandingkan dengan kadar fenolik pada ekstrak kulit buah naga (0,69 mg/g). Sementara, hampir tidak ada perbedaan terhadap hasil kadar flavonoid antara kulit maupun daging buah naga. Suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kestabilan emulsi ekstrak kulit (0,14 mg/g) maupun buah naga (0,15 mg/g). Emulsi yang disimpan pada suhu 8 ° C tidak menunjukkan adanya perubahan warna selama masa penyimpanan (7 hari). Kata kunci : H. polyrhizus, emulsi, xanthan gum, fenolik, flavonoid Abstract Production growth of dragon fruit in Indonesia increased and supported by the fruit farms. This production growth should be followed by the utilization of the active substances from the dragon fruit. i.e. phenolic and flavonoid. The development of dragon fruit extract as an emulsion provided a challenge in food and pharmaceutical application. The active substances from dragon fruit extract provided the antioxidant capability and cost effectiveness while comparing them to the expensive purified of specific component. This work studied the emulsification of the peel and the flesh of local dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) by applying xanthan gum as stabilizer and evaluated the phenolic, flavonoid content and their emulsion stability. Analysis applied were including phenolic content, flavonoid content, moisture content and organoleptically of emulsion stability test. Phenolic concentration contained on the flesh (9,66 mg/g) fourteen times higher than on the peel of local dragon fruit (0,69 mg/g). Meanwhile, both peels and flesh of the dragon fruit were containing no differences on their flavonoid content (0,14 and 0,15 mg/g). Storing emulsion on the 8 ° C did not show any color change for periode of 7 days. Keywords : H. polyrhizus, emulsion, xanthan gum, phenolic, flavonoid }, issn = {2549-9130}, doi = {10.14710/metana.v11i02.14753}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/metana/article/view/14753} }
Refworks Citation Data :
Abstrak
Pertumbuhan produksi buah naga di Indonesia meningkat dengan munculnya kebun buah yang memproduksi buah naga. Pertumbuhan ini perlu diikuti pula dengan pemanfaatan zat aktif dalam buah naga, terutama senyawa fenolik dan flavonoid. Pengembangan ekstrak buah naga dalam bentuk emulsi merupakan tantangan utama dalam bidang pangan maupun farmasi untuk meningkatkan efektifitas kinerja komponen-komponen zat antioksidan. Selain itu, pemanfaatan ekstrak tumbuhan jauh lebih murah secara ekonomis dibandingkan dengan hasil purifikasi dari senyawa tertentu yang mahal. Penelitian ini menggunakan buah naga merah lokal (Hylocereus polyrhizus) dalam bentuk emulsi dengan menggunakan xanthan gum sebagai zat penstabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh kadar fenolik dan kadar flavonoid dalam buah naga merah sebagai antioksidan serta kestabilannya dalam bentuk emulsi. Metode analisa yang diterapkan meliputi analisa kadar fenolik, kadar flavonoid, kadar air dan tes kestabilan emulsi. Dapat disimpulkan bahwa kadar fenolik ekstrak buah naga (9,66 mg/g) 14 kali lebih besar dibandingkan dengan kadar fenolik pada ekstrak kulit buah naga (0,69 mg/g). Sementara, hampir tidak ada perbedaan terhadap hasil kadar flavonoid antara kulit maupun daging buah naga. Suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kestabilan emulsi ekstrak kulit (0,14 mg/g) maupun buah naga (0,15 mg/g). Emulsi yang disimpan pada suhu 8 °C tidak menunjukkan adanya perubahan warna selama masa penyimpanan (7 hari).
Kata kunci: H. polyrhizus, emulsi, xanthan gum, fenolik, flavonoid
Abstract
Production growth of dragon fruit in Indonesia increased and supported by the fruit farms. This production growth should be followed by the utilization of the active substances from the dragon fruit. i.e. phenolic and flavonoid. The development of dragon fruit extract as an emulsion provided a challenge in food and pharmaceutical application. The active substances from dragon fruit extract provided the antioxidant capability and cost effectiveness while comparing them to the expensive purified of specific component. This work studied the emulsification of the peel and the flesh of local dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) by applying xanthan gum as stabilizer and evaluated the phenolic, flavonoid content and their emulsion stability. Analysis applied were including phenolic content, flavonoid content, moisture content and organoleptically of emulsion stability test. Phenolic concentration contained on the flesh (9,66 mg/g) fourteen times higher than on the peel of local dragon fruit (0,69 mg/g). Meanwhile, both peels and flesh of the dragon fruit were containing no differences on their flavonoid content (0,14 and 0,15 mg/g). Storing emulsion on the 8 °C did not show any color change for periode of 7 days.
Keywords: H. polyrhizus, emulsion, xanthan gum, phenolic, flavonoid
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-09 04:59:25
slot deposit 5000
dewagaruda
situs togel
badak138
slot gacor
koin55
togel online
paris888
Spotbet
slot pragmatic
slot online
bandar toto macau
situs toto
bandar slot
jnetoto
toto macau
TESLATOTO
olxtoto
toto togel
Luck8
situs slot gacor
link slot gacor
slot gacor hari ini
Slot Bonus
slot
slot thailand
bandar slot gacor
danatoto
QQ188
bandar togel online
teslatoto
situs slot
spaceman slot
slot gacor 4d
Dewaslot88
Escobartoto
dewaslot88
agenolx
togel casino
casino online
padukabet
depo 10k
padukabet slot
exototo
838win
slot depo 5k
gacor77
alexistogel
slot88
SALDO777
pestoto
demo slot
bangsawan88 slot
slot pulsa
prediksi togel 4d
toto 4d
hadiah138
togel 4d
situs gacor
slot demo pg
Bandar Toto Macau
toto slot
bandar togel
slot depo 10k
bandar gacor
bintaro88
slot demo
https://karmartsg.karmarts.co.th/css/
https://granap.org/wp-content/themes/
https://promotion4u.in/demo/wp-content/logs/
https://financemen.nl/wp-content/
slot dana
link slot
agen toto
jadibos99
server png resmi
slot777
tentoto
gaji777