Bioplastik Berbasis Galaktomanan Hasil Ekstraski Ampas Kelapa Dengan Campuran Polyvinyl Alkohol

*Nofita Sari  -  Politeknik Katolik Mangunwijaya, Indonesia
Maudy Mairisya  -  Politeknik Katolik Mangunwijaya, Indonesia
Riska Kurniasari  -  Politeknik Katolik Mangunwijaya, Indonesia
Sari Purnavita  -  Politeknik Katolik Mangunwijaya, Indonesia
Received: 10 Aug 2019; Published: 27 Nov 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 194 659
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum yang meliputi luas permukaan dan jumlah solven pada proses ekstraksi galaktomanan dari ampas kelapa terhadap yield yang dihasilkan dan mendapatkan kondisi optimumpada proses pembuatan bioplastik yang meliputi jumlah sorbitol dan waktu pencampuran terhadap karakteristik bioplastik yang meliputi ketebalan, ketahanan air, kuat tarik, elongasi, waktu degradasi dan morfologi.Bioplastik merupakan plastik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam waktu yang singkat, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik konvensional.Bioplastik terbuat dari bahan polimer alami seperti pati, selulosa atau lemak.Penelitian pembuatan bioplastik ini berbasis dari galaktomanan ampas kelapa dan PVA. Galaktomanan merupakan polimer alami yang memiliki kemampuan membuat lapisan film.Polyvinyl alkohol (PVA) merupakan polimer sintetik namun memiliki sifat mudah larut dalam air sehingga dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan bioplastik. PVA juga mampu meningkatkan elastisitas dan kuat tarik bioplastik. Penelitian ini menghasilkan bioplastik dengan ketebalan terbaik 0,18 mm dan prosentase ketahanan air tertinggi 74,76%. Tensile strength bioplastik terbaik dengan nilai 7,55 MPa, sedangkan prosentase elongation terbaik 46,81%. Bioplastik pada penelitian ini memiliki titik leleh (MP) 120°C dan terdegradasi sempurna dalam 24 jam.

 

This study aims to obtain optimum conditions which are including surface area and amount of solvent in the galactomannan extraction process from coconut pulp to the produced yield and obtaining the optimum conditions in the bioplastic manufacturing process which are included the amount of sorbitol and mixing time of the bioplastic characteristics including thickness, water resistance, tensile strength, elongation, degradation time and morphology. Bioplastics are plastics that can be decomposed by microorganisms in a short time, making them more environmentally friendly than conventional plastics bioplastics made from natural polymer materials such as starch, cellulose, or fat. The research in making bioplastics was based on galactomannan coconut pulp and PVA. Galactomannan is a natural polymer that can make film layers. Polyvinyl alcohol (PVA) is a synthetic polymer but has properties that are soluble in water so it can be used as a mixture of bioplastics. PVA is also able to increase the elasticity and strong pull of bioplastics. This study produced bioplastics with the best thickness of 0,18mm and the highest percentage of water resistance in 74,76%. The best bioplastic tensile strength at 7,55 MPa value, while the best percentage of elongation 46,81%. Bioplastics in this study had a melting point (MP) of 120 ° C and were degraded correctly in 24 hours.
Keywords: bioplastics; galactomannan; PVA

Article Metrics: