skip to main content

Hubungan Higiene Sanitasi Depot Air Minum dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen

*Fina Arumsari  -  Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Joko  -  Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Yusniar Hanani Darundiati  -  Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Air minum isi ulang merupakan salah satu sumber air minum yang lebih dipilih oleh masyarakat dibandingkan air kemasan bermerek dengan alasan harganya yang relatif lebih murah. Dalam praktiknya usaha depot air minum isi ulang yang tidak dikelola dengan baik dapat menghasilkan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan, yaitu tidak sesuai dengan Permenkes RI Nomor 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan higiene sanitasi depot air minum dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian  observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh usaha depot air minum di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen sebanyak 27 unit depot air minum dan penjamah depot air minum berjumlah 45 responden. Sampel dalam penelitian menggunakan teknik total population sampling. Instrumen yang digunakan untuk memeriksa keberadaan bakteri Escherichia coli dengan metode Most Probable Number (MPN), sedangkan untuk variabel sanitasi tempat, sanitasi peralatan dan higiene penjamah dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji fisher exact test.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22,2% keberadaan bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang tidak memenuhi syarat. Sebanyak 40,7% sanitasi tempat, 22,2% sanitasi peralatan, dan 62,2% higiene penjamah depot air minum kategori kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara sanitasi tempat dengan keberadaaan bakteri Escherichia coli (p value = 0,187), tidak ada hubungan sanitasi peralatan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli (p value = 0,284), dan ada hubungan antara higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli (p value = 0,016).

Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kondisi sanitasi tempat dan sanitasi peralatan depot air minum dengan keberadaan bakteri Escherichia coli, serta terdapat hubungan antara higiene penjamah depot air minum dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen.

Kata kunci: Air minum isi ulang, higiene sanitasi, Escherichia coli

 

ABSTRACT

Title: The Connectivity between Hygiene Sanitation of Drinking Water Depot with the Existence Escherichia coli Bacteria at Refill Drinking Water in Mondokan District Sragen Regency

Background: Refill drinking water is one of the drinking water sources that is preferable by the community because the cost is cheaper than bottled water. The water treatment is not appropriate enough, it will produce water that does not fulfil the health requirement as written in Minister of Health Regulations Number 492 Year 2010 regarding drinking water quality requirements. The aim of the research was to analyse the correlation between the hygiene and sanitation of drinking water depot and the existence of Escherichia coli bacteria in refill drinking water in Mondokan sub-district Sragen regency.

Method: This research was an observational research with cross sectional approach. The population of this research is all of the drinking water depots at Mondokan sub-district Sragen regency which were consist of 27 units of drinking water depot with 45 handler respondents. All of them were used as samples of this research.Instrument used to check  existence Escherichia coli bacteria using the method Most Probable Number (MPN), meanwhile for the premises sanitation, ewuipment sanitation and handlers hygiene by observation and interviews. The data is analysed by fisher exact test.

Result: The result of this research shows that 22,2% of Escherichia coli bacteria at refill drinking water and it doen’t meet the standard. There are 40,7% premises sanitation, 22,2% equipment sanitation and 62,2% handlers of drinking water depots hygiene categorized as not good enough. The result of bivariat analysis showed that no correlation between the premises sanitation with the existence of Escherichia coli bacteria (p value = 0,187), no correlation between the sanitation of equipment with the existence of Escherichia coli bacteria (p value = 0,284) and correlation between the handlers hygiene with Escherichia coli bacteria (p value = 0,016).

Conclusion: The conclusion of this research is that there is no correlation between the premises sanitation condition, drinking water depot equipment sanitation and the existence of Escherichia coli bacteria also there is correlation between handlers of drinking water depot hygiene with Escherichia coli bacteria in the refill drinking water in Mondokan sub-district Sragen regency.

Keywords: Refill drinking water, hygiene and sanitation, Escherichia coli

 

Fulltext View|Download
Keywords: Air minum isi ulang; higiene sanitasi; Escherichia coli

Article Metrics:

  1. Apriliana E, Ramadhian, Gapila M. Bakteriological Quality of Refill Drinking Water at Refill Drinking Water Depots in Bandar Lampung. Jurnal Kedokteran. 2014; 4(7): 142-146
  2. Alwi M, Maulina. Pengujian Bakteri Coliform dan Escherichia coli pada Beberapa Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Jurnal Biocelebes. 2012;6(1): 40-47
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta. 2010
  4. Pracoyo NE. Penelitian Bakteriologi Air Minum Isi Ulang di Daerah Jabodetabek. Cermin Dunia Kedokteran. 2006; 15(2): 37-40
  5. Halim F, Warouw SM, Rampengan NH. Salendu Praevilia. Hubungan Jumlah Koloni Escherichia coli dengan Derajat Dehidrasi Diare Akut. Sari Pediatri. 2017; 19 (2): 81-85
  6. Rahayu CS, Setiani O, Nurjazuli. Faktor Resiko Pencemaran Mikrobiologi pada Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Tegal. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2013; 12 (1): 1-9
  7. Astuti SD, Suhartono, Suwondo A. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Angka Kuman dalam Air Produk Air Minum Isi Ulang di Pemalang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2014; 13 (1): 20-25
  8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor 43 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Jakarta. 2014
  9. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen. Statistik Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2019. Sragen. 2019
  10. Yulia. Higiene Sanitasi Makanan, Minuman dan Sarana Sanitasi terhadap Angka Kuman Peralatan Makandan Minum pada Kantin. Jurnal Vokasi Kesehatan. 2016; 11 (1): 55-61
  11. Suriadi, Husaini, Marlinae L. Hubungan Hygiene Sanitasi dengan Kualitas Bakteriologis Depot Air Minum di Kabupaten Balangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2016 ; 15 (1): 28 - 35
  12. Walangitan MR, Sapulete M, Pangemanan J. Gambaran Kualitas Air Minum dari Depot Air Minum Isi Ulang di Kelurahan Ranotana Weru dan Kelurahan Karombasan Selatan Menurut Parameter Mikrobiologi. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik. 2016; 4(1): 49-58
  13. Baharuddin A, Rangga L. Kualitas Air Minum Isi Ulang pada Depot di Wilayah Kerja Puskesmas Dahlia Kota Makassar. Higiene Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2017; 3(2): 62-68
  14. Pratiwi AS. Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kota Bogor. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2007 ; 2 (2): 58-63
  15. Natalia LA, Bintari SH, Mustikaningtyas D. Kajian Kualitas Bakterilologis Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Blora. Unnes Journal of Life Science. 2014; 3(1): 31-38
  16. Kasim KP, Setiani O, Wahyuningsih NE. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Cemaran Mikroba dalam Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2014; 13(2): 39-44
  17. Rita R, Budiyono, Darundiati YH. Studi Identifikasi Keberadaan Escherichia coli pada Es Batu yang Digunakan oleh Pedagang Warung Makan di Tembalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016 ; 4 (2) : 176-185
  18. Lestari, DP, Nurjazuli, Darundiati YH. Hubungan Higiene Penjamah dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Minuman Jus Buah di Tembalang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2015; 14 (1) : 202-211
  19. Sundari DW, Merta W, Sarihati D. Hubungan Faktor Predisposisi, Pemungkin dan Penguat dengan Praktik Cuci Tangan serta Keberadaan Mikroorganisme Pada Penjamah Makanan di Pantai Kedonganan. Jurnal Skala Husada. 2014; 11 (1): 67-73
  20. Trisnaini I, Sunarsih E, Septiawati D. Analisis Faktor Risiko Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2018; 9(1) : 28-40
  21. Wulandari S, Siwiendrayanti A, Wahyuningsih AS. Higiene dan Sanitasi serta Kualitas Bakteriologis DAMIU di Sekitar Universitas Negeri Semarang. Unnes Journal of Public Health. 2015 ; 4(3): 8-15
  22. Utami ES, Martini, Saraswati LD, Purwantisari S. Hubungan Kualitas Mikrobiologi Air Baku dan Higiene Sanitasi dengan Cemaran Mikroba pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Tembalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Jounal). 2017; 5(4): 236-244
  23. Sofiyanto HO, Joko T, Wahyuningsih NE. Hubungan Sanitasi Lingkungan Personal Higiene dengan Jumlah Bakteri Escherichia coli pada DAMIU di Kawasan Universitas Diponegoro Tembalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016; 4 (4): 925-932

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.