skip to main content

Analisis Implementasi Program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor Dalam Menangani Kasus Maternal di Kota Semarang (Studi Kasus di Puskesmas Bangetayu)

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Received: 17 Feb 2021; Revised: 4 Mar 2021; Accepted: 8 Mar 2021; Published: 1 Apr 2021.
Open Access Copyright (c) 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Latar belakang: Dalam rentan waktu 2018 hingga pertengahan tahun 2020 Puskesmas Bangetayu memiliki jumlah penderita preeklamsia tertinggi di Kota Semarang. Salah satu masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh tim medis Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor adalah preeklamsia. Sayangnya, layanan Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor yang terdapat pada Puskesmas Bangetayu masih minim digunakan oleh masyarakat khususnya dalam menangani preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preekamsia di Puskesmas.Bangetayu Kota.Semarang.

Metode: Penelitian kualitatif.dengan pendekatan.deskriptif analitik yang dilakukan melalui.wawancara mendalam, sampel dipilih menggunakan teknik.purposive sampling. Penelitian ini.dilakukan pada.bulan Oktober-Desember 2020. Subjek penelitian merupakan penanggung jawab program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor,dokter, bidan, dan perawat pelaksana program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor. Sedangkan informan triangulasi yaitu kepala Seksi Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kepala Puskesmas Bangetayu, Bidan Koordinator Puskesmas Bangetayu, dan Ibu hamil atau melahirkan dengan preeklamsia. Aspek yang dianalisis terdiri dari aspek standar dan sasaran kebijakan, aspek komunikasi, aspek sumber daya, aspek disposisi pelaksana, aspek.karakteristik badan pelaksana, dan aspek lingkungan0ekonomi, sosial dan politik.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dokter pada malam hari tidak stand by untuk melaksanakan program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, sikap bidan pelaksana dinilai tidak ramah, tidak adanya Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diberikan oleh pihak Dinas Kesehatan0Kota Semarang kepada Puskesmas Bangetayu mengenai pelaksanaan program dalam menangani kasus preeklamsia untuk kedepannya, kepatuhan dan kejujuran petugas dalam menjalankan tugas masih rendah, serta tidak adanya insentif ataupun reward  yang diberikan kepada petugas medis.

Simpulan: Implementasi program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preeklamsia masih belum optimal dikarenakan masih ditemukan beberapa kendala dalam pengimplementasiannya. Penelitian ini menyaraknkan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memberikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) mengenai program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preeklamsia kepada pihak puskesmas bangetayu, melakukan pembinaan kepada petugas medis yang melakukan kesalahan, menambah sumber daya manusia, dan memberikan insentif maupun reward sebagai motivasi kerja.

Kata kunci: Preeklamsia, Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor, Wilayah Timur Kota Semarang

 

ABSTRACT

Title: Analysis  The Implementation  Of The Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program In Handling Maternal Case In Semarang City (Case Study At East Region Of Semarang City)

Background: From 2018 to 2019 East Region Of Semarang City had the highest0number of preeclampsia patients in Semarang City. One of the health problems that can be handled by the medical team for the Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle is preeclampsia. Unfortunately, the Service of the Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle that is available at the East Region Of Semarang City is not used optimally by the community especially in dealing with preeclampsia, there is only 1 user in the 2018-2019 period. This study aims to.analyze the implementation of the Ambulan.Hebat (Si Cepat) motorcycle program in handling preeclampsia at East Region Of Semarang City.

Method: Qualitative research0with a descriptive-analytic0approach was conducted0through in-depth interviews where the sample was selected using a purposive sampling technique. This research0was conducted in October-December 2020. The research subjects were the person in charge of the Ambulance.Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program, the doctors, midwives, and nurses that are implementing the Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program. Meanwhile, the triangulation informants were the Head of the Health Service Section of the Health Office of Semarang City, the Head of the Public Health Center of Bangetayu, the Coordinating Midwife for the Public Health Center of Bangetayu, and pregnant mothers with preeclampsia. The aspects analyzed consisted of standards and policy objectives, communication, resource, implementing disposition, characteristics0of the implementing agency, and economic, social, and political environmental aspects.

Result: The results show the availability of doctors at night does not stand by, the midwife’s attitude is considered unfriendly, there is no follow up plan given by the Public Health Office of Semarang City or the medical team to the Public Health Center of Bangetayu, compliance and honesty of officers in carrying out their duties is still low, and the absence of incentives or rewards given to medical personnel.  

Conclusion and Recommendations : The implementation of the Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle program in dealing with preeclampsia is not optimal because there are some obstacles in its implementation. This research encourages the Health Office of Semarang City to provide a Follow-Up Action Plan program to the Public Health Center of Bangetayu, guide medical personnel who did mistakes, distributing photos containing the Ambulance Hebat (Si Cepat) call center number to the public through the Whatsapp group distributed by the FKK, changing doctor shifts to 2 shifts, and provide incentives and rewards as work motivation, and tighten sanctions.

Keywords: Preeclampsia, Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle, East Region Of Semarang City

Fulltext View|Download
Keywords: Preeklamsia; Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor; Wilayah Timur Kota Semarang

Article Metrics:

  1. Wiwid Novitaria, Putri Asmita Wigati AS. Analisis Kesiapan Pelaksanaan Sosialisasi Program Ambulance Hebat Dalam Rangka Dukungan Terhadap Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Di Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2017;5(4)
  2. Muhani N dan B. Pre-eklamsia Berat dan Kematian Ibu. J Kesehat Masy Nas. 2015;10(2):80–6
  3. Keman. Patomekanisme Preeklamsia Terkini Mengungkapkan Teori-teori Terbaru tentang Patomekanisme Preeklampsia dilengkapi dengan Deskripsi Biomolekuler. UB Press. 2014
  4. Hamarno R. Keperawatan Kegawatdaruratan & Manajemen Bencana. In: Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016. p. 1–194
  5. Rembet M, Mulyadi N, Malara R. Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepercayaan Keluarga Pasien Pada Triase Kuning (Urgent) Di Instalasi Gawat Darurat Rsu Gmim Kalooran Amurang. J Keperawatan UNSRAT. 2015;3(2):105854
  6. Fauziah AU, Kusumawati D. Informasi Kesehatan melalui Penyuluhan , Poster dan Leaflet di Dusun Talang Parit Desa Kemingking Dalam Kecamatan Taman Rajo Provinsi Jambi. J Abdimas Kesehat. 2020;2(2):157–62
  7. Asih Pratiwi; Bambang Budi Raharjo. Pemanfaatan Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Universitas Negeri Semarang. Higeia. 2017;1(4):49–60
  8. Setiyadi S. Pengaruh Pelaksanaan Pelatihan Terhadap Peningkatan Keterampilan Kerja Karyawan Pada PT. Sipatex. 2005;1(2)
  9. Yanti ID. Gambaran faktor faktor yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas Liu Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo. Universitas Islam Negeri Alaudin. 2010
  10. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Strategi Komunikasi. In Jakarta; 2018
  11. Erviana O. Pengruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Soewondo Kendal. Universitas Negeri Semarang; 2013
  12. Widarini DA. Pemanfaatan Media Sosial Dalam Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Dan Nutrisi Untuk Perempuan. J Komun Pembang. 2019;17(1):92–101
  13. Elentika Siahaan S. Pengaruh Peltihan, Kompetensi, dan Pemberian Insentif Terhdap Kinerja Perawat Pada Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Thamrin Medan. Universitas Sumetera Utara; 2018
  14. Dewi NP. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pekerja dalam Melaksanakan Standar Prosedur Kerja (Standard Operasional Procedure/SOP) DI PT Suzuki Indomobil Motor Roda 4 Plant Tambun II BEKASI TAHUN 2010. 2010
  15. Hayati. Hubungan Faktor Internal dan Eksternal Tingkat Kepatuhan terhadap Pelaksanaan SOP pada Pekerja Bagian Welding PT Krama Yudha Ratu Motor. Universitas Indonesia; 2004
  16. Hasan N. Pengaruh Sosial Budaya dan Sikap Petugas Terhadap Keberhasilan Kesembuhan TB di Puskemsas Semula Jadi Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai. Universitas Sumatera Utara; 2018
  17. Sudarmono. Hubungan Kompensasi , Motivasi dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Dokter. J Manaj Kesehat Indones. 2017;5(1):43–6
  18. Pemerintah RI. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan. 2014 p. 14
  19. Triana V. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2015. J Kesehat Masy Andalas. 2017;10(2):123
  20. Suhardi, Shaluhiyah Z, Patriajati S. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kemauan Masyarakat Menjadi Peserta JPKM Mandiri di Wilayah Kota Salatiga. J Promosi Kesehat Indones. 2014;9(1)
  21. Apriyanti L, Widjanarko B, Laksono B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Jamban Keluarga di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. J Promosi Kesehat Indones. 2019;14(1)
  22. Emma S, Jatmika D, Shaluhiyah Z, Suryoputro A. Dukungan Tenaga Kesehatan Untuk Meningkatkan Niat Ibu Hamil Dalam Memberikan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gondokusuman , Kota Yogyakarta. J Promosi Kesehat Indones. 2014;9(2)

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-07-22 05:29:16

No citation recorded.