skip to main content

Hubungan Keragaman Pangan dengan Kecukupan Gizi dan Status Gizi Ibu Menyusui di Daerah Pertanian Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga

*Annisa Restu Rofiana  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Siti Fatimah Pradigdo  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Dina Rahayuning Pangestuti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Pola makan beragam dan memenuhi kecukupan gizi akan mempengaruhi status gizi ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keragaman pangan dengan kecukupan gizi dan status gizi ibu menyusui di daerah pertanian Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.

Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 60 ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan dengan pengambilan sampel secara purposive. Keragaman pangan diukur menggunakan MDD-W dari FAO, kecukupan gizi diukur menggunakan food recall 2x24 jam, status gizi menurut IMT dan ukuran LILA, serta persen lemak tubuh dihitung menggunakan rumus prediksi Paul Deurenberg. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Rank Spearman.

Hasil: Ibu menyusui berusia 20-35 tahun, 61,7% menyelesaikan pendidikan dasar, 88,3% IRT, 86,7% menggunakan kontrasepsi hormonal, 63,3% pendapatan keluarga <UMR, 66,7% jumlah anggota keluarga ≥ 4 orang, rerata skor keragaman pangan 5,57 (beragam), tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan karbohidrat ≤89% AKG (kurang), tingkat kecukupan lemak 90-110% AKG (normal),  tingkat kecukupan vitamin A ≥77% AKG (cukup), 65% persen lemak tubuh normal, 48,3% IMT kategori obesitas, dan 96,7% tidak berisiko KEK. Ada hubungan keragaman pangan dengan tingkat kecukupan vitamin A (p=0,000). Ada hubungan tingkat kecukupan protein dengan LILA (p=0,024). Ada hubungan persen lemak tubuh dengan IMT (p=0,000) dan LILA (p=0,000). Tidak ada hubungan keragaman pangan dengan IMT (p=0,426) dan LILA (p=0,433).

Simpulan: Status gizi ibu menyusui tidak dipengaruhi secara langsung oleh keragaman pangan, namun, dipengaruhi oleh tingkat kecukupan protein, vitamin A dan persen lemak tubuh.

Kata kunci: Keragaman Pangan; Kecukupan Gizi; Status Gizi; Ibu Menyusui; Daerah Pertanian

 

ABSTRACT

Title: Relationship between Food Diversity with Nutritional Adequacy and Nutritional Status of Breastfeeding Mothers in Agricultural Area of Karangreja, Purbalingga Regency

Background: The nutritional intake of breastfeeding mothers is still less than the nutrition adequacy rate because this is due to a less diverse diet. Consumption of various foods must be by the nutritional needs to achieve an ideal nutritional status. This study aims to analyze the relationship between food diversity with nutritional adequacy and nutritional status of breastfeeding mothers in agricultural area of Karangreja, Purbalingga Regency.

Method:This type of research is analytic observational with a cross sectional design. Sample of 60 breastfeeding mothers infants aged 0-6 months with purposive sampling. Measurement of food diversity variables using Minimum Dietary Diversity for Women (MDD-W) from FAO, nutritional adequacy using food recall 2x24 hours, nutritional status using Body Mass Index (BMI) and Mid Upper Arm Circumference (MUAC) measurements, and percent body fat using Paul Deurenberg's predictive formula. Data analysis used the Pearson correlation test and Rank Spearman.

Result: The average food diversity score was 5.57(various); average energy adequacy, protein adequacy, carbohydrate adequacy level ≤89% RDA (lacking); average fat adequacy level 90-110% RDA (normal); average vitamin A adequacy level ≥77% RDA (adequate); as much as 65% percent of body fat is normal, 48,3% of BMI is obese, and 96.7% is not at risk of chronic energy deficiency. There was a relationship between food diversity and the adequacy level of vitamin A (p-value=0.001). There was a relationship between the protein adequacy level with MUAC (p-value=0.024). There was a relationship between percent body fat with BMI (p-value=0.001) and MUAC (p-value=0.001). There was no relationship between food diversity with BMI (p-value=0.426) and MUAC (p-value=0.433).

Conclusion: Nutritional status of breastfeeding mothers was not directly affected by food diversity. However, it was influenced by protein adequacy level, vitamin A adequacy level, and percent of body fat.

Keywords: Food  Diversity; Nutritional Adequacy; Nutritional Status, Breastfeeding Mothers; Agricultural Area

Fulltext View|Download
Keywords: Keragaman Pangan; Kecukupan Gizi; Status Gizi; Ibu Menyusui; Daerah Pertanian

Article Metrics:

  1. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka 1000 HPK. Kemenkes RI: Jakarta.2013;10–7
  2. Kemenkes. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Kemenkes RI: Jakarta.2018. 1–200 p
  3. Kemenkes RI. Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan RI. 2018. 88–94 p
  4. Wardana RK, Widyastuti N, Pramono A. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Ibu Menyusui Dengan Kandungan Zat Gizi Makro Pada Air Susu Ibu (ASI) di Kelurahan Bandarharjo Semarang. J Nutr Coll. 2016;4(5):360–7
  5. Nadimin AB, Zakaria A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Ibu Menyusui Wilayah Kerja Puskesmas Moncobalang Kabupaten Gowa. Media Gizi Pangan. 2010;IX:52–7
  6. Boke MM, Geremew AB. Low dietary diversity and associated factors among lactating mothers in Angecha districts, Southern Ethiopia: Community based cross-sectional study. BMC Res Notes. 2018;11(1):1–6
  7. Pujiastuti N. Korelasi Antara Status Gizi Ibu Menyusui dengan Kecukupan Asi di Posyandu Desa Karang Kedawang Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. J Keperawatan. 2010;1(2):126–37
  8. Fauzia Y, Rote E. Nutrition Fulfillment Behaviors In Breastfeeding Mothers In Several Ethnicities In Indonesia. Bul Penelit Kesehat. 2019;22:236–44
  9. Kusumawati I, Indarto D, Hanim D, Suminah S. Hubungan Asupan Makanan, Suplementasi Fe dan Asam Folat dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Riwayat Kurang Energi Kronis dan Anemia Saat Menyusui (The Relationship Of Food Intake, Fe And Folic Acid Supplementation On Hemoglobin Level In Pregnant Women). Penelit Gizi dan Makanan (The J Nutr Food Res). 2017;39(2):103–10
  10. Sulistyawati S, Margawati A, Rosidi A, Suhartono S. Riwayat paparan pestisida dan kekurangan asupan zat gizi sebagai faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil di daerah pertanian. J Gizi Indones. 2019;7(2):69
  11. Pusporini, Anggraeni Dyah, Dina Rahayuning Pangestuti, and M. Zen Rahfiludin. "Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik ASI Eksklusif di Daerah Pertanian Kabupaten Semarang (Studi pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia 0− 6 Bulan)." Media Kesehatan Masyarakat Indonesia 20.2 (2021): 83-90
  12. FAO. Minimum Dietary Diversity for Women- A Guide to Measurement [Internet]. 2010. 71 p
  13. Nurohmi S, Leily A. Pengetahuan Gizi , Aktivitas Fisik , Dan Tingkat Kecukupan Gizi. J Gizi dan Pangan. 2012;7(11):151–6
  14. Gibson, Rosalind S. Principles of nutritional assessment. Oxford university press, USA, 2005
  15. Ismail M, CL. T. Redefining obesity and its treatment [Internet]. World Health Organization. Geneva; 2000. 56 p
  16. Ernawati A. Hubungan Usia Dan Status Pekerjaan Ibu Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil. J Litbang Media Inf Penelitian, Pengemb dan IPTEK. 2018;14(1):27–37
  17. Ernantje H, Wiendiyati, Pudjiastuti SS., Bernadina L, Levis L. Pengelolaan lingkungan pertanian dan hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga pada kelompok tani hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga pada kelompok tani “eden” di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Bul Excell [Internet]. 2019;VIII(2):186–95
  18. Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Purbalingga. Upah Minimum pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 [Internet]. 2020 p. 1–5
  19. Wahyuni Y, Sadiah HT et al. Pengukuran Lemak Tubuh Ibu Hamil Berbasis Mikrokontroller. Prosiding- SEMASTER Semin Nas Teknol Inf Ilmu Komput. 2018;1–9
  20. Deurenberg P, Weststrate JA, Seidell JC. Body mass index as a measure of body fatness: age- and sex-specific prediction formulas. Br J Nutr. 1991;65(2):105–14
  21. Fikawati, Sandra, dkk. Gizi Ibu dan Bayi. Depok: Rajawali Pers. 2018
  22. Fauziana S, Fayasari A. The relationship of knowledge, food diversity and micro nutrition intake into KEK. Binawan Student J. 2020;2(4):191–9
  23. Melani V. Hubungan Keragaman Konsumsi Pangan Dan Status Gizi Wanita Usia 19-49 Tahun Di Provinsi Dki Jakarta (Analisis Data Riskesdas 2010). Nutr Diaita. 2016;8(2):80–4
  24. Prasetyaningtyas D, Nindya TS. Hubungan antara Ketersediaan Pangan dengan Keragaman Pangan Rumah Tangga Buruh Tani. Media Gizi Indonesia.2018;12(2):149
  25. Hariani H, Paukiran T, Taskawati S. Relationship Between Family Income, Health Check-Up and Nutritional Status of Badjao Pregnant Mothers in Southeast Sulawesi, Indonesia. Public Heal Indones. 2017;3(2):67–72
  26. Haileslassie K, Mulugeta A, Girma M. Feeding practices, nutritional status and associated factors of lactating women in Samre Woreda, South Eastern Zone of Tigray, Ethiopia. Nutr J [Internet]. 2013;12(1):1-11
  27. Jago F. Pengetahuan Ibu, Pola Makan Balita, dan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Danga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo. Lontar J Community Heal. 2019;1(1):16–22
  28. Wijayanti A, Margawati A, Wijayanti HS. Hubungan Stres, Perilaku Makan, Dan Asupan Zat Gizi Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. J Nutr Coll. 2019;8(1):1
  29. Sriwahyuni E, Wahyuni CU. Hubungan antara Jenis dan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Hormonal dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor. Indones J Public Heal. 2012;8(3):112–6
  30. Oktaviary C, Wagiyo. Efek Penggunaan Alat Kontrasepsi Pil dan Suntik 3 Bulan Terhadap Status Gizi dan Tekanan darah Pada Akseptor KB Di Puskesmas Kedungmundu Semarang. J Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2015:1-13
  31. Yusuf RN, Sandara R, Annita, Fransisca D. Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik DMPA Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor KB. J Kesehat Saintika Meditory. 2018;1(8):79–88

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.