skip to main content

Analisis Postur Kerja pada Usaha Gorengan Rumahan dengan Metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA)

*Mike Marlina  -  Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang|Universitas Andalas, Indonesia
Taufiq Ihsan  -  Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang|Universitas Andalas, Indonesia
Resti Ayu Lestari  -  Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang|Universitas Andalas, Indonesia
Open Access Copyright 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Usaha Gorengan Bunda merupakan home industry yang bekerja dengan cara Manual Material Handling (MMH) selama proses produksinya. Mengingat aktivitas MMH mempunyai peranan vital, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) pada pekerja Usaha Gorengan Bunda yang berlokasi di Siteba.

Metode: Metode RULA merupakan metode observasi untuk menganalisis postur kerja tubuh bagian atas. Pengambilan data diperoleh melalui observasi lapangan untuk memperoleh skor RULA, pengisian kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk memperoleh data keluhan pekerja, dan data korelasi variabel usia dan masa kerja terhadap postur kerja yang digunakan.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja pada proses membuat kulit gorengan dan proses membuat isi gorengan berada pada level action 4 yang berarti perlu dilakukan perubahan. Pada pekerja proses mengisi gorengan dan mengemas cabe berada pada level action 3 yang berarti diperlukan investigasi, perubahan diperlukan segera, sedangkan, pada proses mempersiapkan bahan berada pada level action 2 yang berarti investigasi diperlukan, perubahan mungkin diperlukan. Pada penelitian ini diperoleh korelasi antara usia dan masa kerja terhadap postur kerja pekerja dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,06 dan 0,039.

Simpulan: Penelitian ini menunjukkan masa kerja mempunyai hubungan terhadap risiko postur kerja (p < 0,05). Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan menambah fasilitas kerja seperti menyediakan kursi yang memiliki penyangga punggung, memperbaiki fasilitas kerja sesuai dengan antropometri tubuh pekerja, melakukan kebiasaan berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Kata kunci: Industri; Postur Kerja; Ergonomi; Rapid Upper Limb Assesment (RULA); Nordic Body Map (NBM)

 

ABSTRACT

Title: Work Posture Analysis in Gorengan Home Industry using Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Method

Background: Gorengan Bunda Business is a home industry that works by means of Manual Material Handling (MMH) during the production process. Given that MMH activities have a vital role, it is necessary to conduct research to identify and analyze worker postures. This study aims to analyze work posture using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method on the workers of the Gorengan Bunda Business located in Siteba.

Method: The RULA method is an observational method for analyzing the work posture of the upper body. Data collection was obtained through field observations to obtain RULA scores, filling in the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to obtain worker complaint data, and data on the correlation of age and working period variables to the work posture used.

Result: The results showed that workers in the process of making fried skin and in the process of making fried fillings were at action level 4, which means that changes need to be made. In the process of filling the fry and packing chilies it is at action level 3 which means investigation is needed, changes are needed immediately, meanwhile, in the process of preparing ingredients it is at action level 2 which means investigation is needed, changes may be needed. In this study, it was found that the correlation between age and years of service on the work posture of workers with a significance value (p) of 0.06 and 0.039.

Conclusion: This study shows that tenure has a relationship with the risk of work posture (p <0.05). Corrective actions that can be taken are adding work facilities such as providing chairs that have back support, improving work facilities according to the worker's body anthropometry, doing exercise habits to maintain body fitness.

Keywords: Industry; Work Posture; Ergonomy; Rapid Upper Limb Assesment (RULA); Nordic Body Map (NBM)

Fulltext View|Download
Keywords: Industri; Postur Kerja; Ergonomi; Rapid Upper Limb Assesment (RULA); Nordic Body Map (NBM).

Article Metrics:

  1. Tarwaka, Bakri SHA. Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. 2004. 383 p
  2. Ismara KI. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). YOGYAKARTA: TIM K3 FT UNY; 2014. 163 p
  3. Lee P, Helewa A, Goldsmith CH, Smythe HA, Stitt LW. Low back pain: Prevalence and risk factors in an industrial setting. J Rheumatol. 2001;282:346–51
  4. International Labour Organization (ILO). XIX World Congress on Safety and Health at Work : Estambul, Turquía. 2011. 1–53 p
  5. Hartono B. Profil Kesehatan Indonesia. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. 2005. 5–24 p
  6. McAtamney L. RULA A Survey Method For The Investigation Of Worldrelated Upper Limb Disorders. 1993;91–9
  7. Fajar KI. PENGARUH POSISI KERJA TERHADAP KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DI KAMPUNG SEPATU, KELURAHAN MIJI, KECAMATAN PRAJURIT KULON, KOTA MOJOKERTO. 2014;59–66
  8. Anityasari M. Human Factor in Sustainable Manufacturing, The Indonesian Journal of Ergonomic. 2001;22
  9. Grandjean E. Fitting the Task to the Man. A Textbook of Occupational Ergonomics. 4th ed. London. Taylor & Francis. 1998;
  10. Tarwaka S. Ergonomi Industri. Surakarta: Harapan Press; 2015
  11. Nurliah A. Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Operator Forklift di PT. LLI 2012. Universitas Indonesia; 2012
  12. Rivai WT, Ekawati, Jayanti S. Hubungan Tingkat Risiko Ergonomi Dan Muskuloskeletal Pada Pekerja Pemecah Batu. J Kesehat Masy. 2014;23:227–31
  13. Riningrum H, Widowati E. Pengaruh Sikap Kerja, Usia, dan Masa Kerja Terhadap Keluhan Low Back Pain. J Pena Med. 2016;62:91–102
  14. Handayani W. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan. 2011;
  15. Siswiyanti. Perancangan meja kursi ergonomis pada pembatik tulis di kelurahan kalinyamat wetan kota tegal. J Ilm Tek Ind. 2013;12 No. 2:179–91

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-04-19 18:00:43

No citation recorded.