skip to main content

Analisa Perilaku Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Santri di Pondok Pesantren Daarul Quran, Karangawen, Kabupaten Demak

*Desi Susilo Putri  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Priyadi Nugraha Prabamurti  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Besar Tirto Husodo  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2022 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Belum adanya sosialisasi baik dalam bentuk media informasi maupun penyuluhan mengenai nyeri punggung bawah di pondok membuat santri memiliki pengetahuan yang relatif sedikit. Sari (2016) menjelaskan bahwa hal utama yang harus dilakukan dalam mencegah nyeri punggung bawah adalah melakukan olahraga dan peregangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan nyeri punggung bawah pada santri.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah santri Pondok Pesantren Daarul Quran sebanyak 113 santri dengan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dengan signifikansi 5%

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden sudah menerapkan praktik pencegahan nyeri punggung bawah dengan baik. Sebanyak 61% responden merupakan remaja awal, 43% berbadan kurus, dan 73% perempuan. Mayoritas responden berpengetahuan baik (54.9%), sikap yang mendukung (59.3%), guru yang mendukung (59.3%), teman yang mendukung (61.1%), instansi yang mendukung (66.4%), terdapat informasi (69%), dan terdapat sarana prasarana (52.2%). 

Variabel usia (p=0.029), pengetahuan (p=0.021), sikap (p=0.019), dukungan guru (p=0.04), dukungan teman (p=0.046), kebijakan instansi (p=0.025), ketersediaan informasi (p=0.049), ketersediaan sarana prasarana (p=0.021), ada hubungan antara variabel usia hingga sarana prasarana dengan perilaku pencegahan nyeri punggung bawah.

Simpulan: Praktik responden dengan kategori baik dalam upaya pencegahan nyeri punggung bawah sebesar 59.3%, yang didukung oleh variabel usia, pengetahuan, sikap, dukungan guru, dukungan teman, kebijakan instansi, ketersediaan informasi, dan ketersediaan sarana prasarana. Perilaku santri yang masih harus diperhatikan adalah kebiasaan melakukan olahraga santri yang masih rendah.

Kata kunci: pondok pesantren; pencegahan nyeri punggung bawah; santri

 

ABSTRACT

Title: Behavioral Analysis of Lower Back Pain Prevention in Santri at Daarul Quran Islamic Boarding School, Karangawen, Demak Regency

Background: The absence of socialization either in the form of information media or counseling about low back pain in boarding schools makes students have relatively little knowledge. Sari (2016) explained that the main thing to do in preventing low back pain is to do sports and stretch. The purpose of this study was to determine the factors associated with the prevention of low back pain in students.

 

Method: This research is an analytical survey research with a cross sectional approach. The research population was the students of the Daarul Quran Islamic Boarding School as many as 113 students with a total sample of sampling. Data collection using a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with Chi-square test with a significance of 5%

Result: The results showed that 59% of respondents had implemented good low back pain prevention practices. As many as 61% of respondents are early teens, 43% are thin, and 73% are women. The majority of respondents have good knowledge (54.9%), supportive attitude (59.3%), supportive teachers (59.3%), supportive friends (61.1%), supportive institutions (66.4%), there is information (69%), and there are infrastructure (52.2%). Variables age (p=0.029), knowledge (p=0.021), attitude (p=0.019), teacher support (p=0.04), friend support (p=0.046), agency policy (p=0.025), availability of information (p = 0.049), the availability of infrastructure (p = 0.021), there is a relationship between the variables of age and infrastructure with the behavior of preventing low back pain.

Conclusion: The practice of respondents with good categories in efforts to prevent low back pain was 59.3%, which was supported by variables of age, knowledge, attitudes, teacher support, friend support, agency policies, availability of information, and availability of infrastructure. The behavior of students that still must be considered is the habit of doing sports by students who are still low.

Keywords: boarding school; prevention of low back pain; students

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Analisa Perilaku Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Santri di Pondok Pesantren Daarul Quran, Karangawen, Kab. Demak
Subject Pondok Pesantren, Pencegahan Nyeri Punggung Bawah, Santri
Type Research Instrument
  Download (131KB)    Indexing metadata
Keywords: pondok pesantren; pencegahan nyeri punggung bawah; santri

Article Metrics:

  1. Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan. Pesantren. Kemendikbud. 15 Juli 2020. Available from: https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/pesantren/
  2. Arifin. Zainal. 2012. Perkembangan Pesantren di Indonesia. Yogyakarta, Vol 9
  3. Yahya, Ahmad. 2017. Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren, Available from: https://www.nu.or.id/post/read/75493/meletakkan-pondasi-kesehatan-di-pesantren
  4. Ehrlich GE. 2020. Low Back Pain. Bulletin o. 241 South Sixth Street, Suite 1101, Philadelphia, PA 19106-3731, USA: World Health Organization, Available from: https://www.who.int/bulletin/volumes/81/9/Ehrlich.pdf
  5. Wulan D, Sumekar Rw, Natalia D. 2019. Nyeri Punggung pada Operator Komputer Akibat Posisi dan Lama Duduk. Jural Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran. No 42. 123-127
  6. Sari, Dian Cita. Ismaningsih. Zein, Renni Hidayat. Hayati W. 2019. Edukasi Kasus Low Back Pain Myrogenik Siswa dengan Modalitas Infrared dan William Flexion EXERCISE. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3. No 15-18
  7. Fitria Ruhayana. Ditjen Yankes. 17 Juni 2019. Available from: http://www.yankes.kemkes.go.id/read-low-back-pain-lbp-5012.html
  8. Notoatmodjo S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
  9. Al Amin M. 2017. Klasifikasi Kelompok Umur Manusia Berdasarkan Analisis Dimensifraktal Box Counting dari Citra Wajah dengan Deteksi Tepi Canny. Jurnal Ilmiah Unesa. Vol 2
  10. Sugiritama I, Wiyawan IGNS, Arijana IGK. 2015. Gambaran IMT (Indeks Masa Tubuh) Kategori Berat Badan Lebih dan Obesitas pada Masyarakat Banjar Demulih Kecamatan Susut, Kbupaten Bangli. Jurnal Fakultas Kedokteran, UNUD. No 151. 10-17
  11. Fertman CI, Allensworth DD. 2016. Health Promotion Book
  12. Desmita S. 2015. Peningkatan Kemampuan Berjalan Anak Melalui Permainan Jalan Rupa-rupa di Taman Kanak-kanak Wardatul Jannah Kabupaten Agam. Jurnal Ilmiah Pesona PAUD. Vol 4
  13. Fathoni H, Dkk. 2012. Hubungan Sikap dan Posisi Kerja dengan Low Back Pain pada Perawat RSUD Purbalingga. Jurnal Keperawatan. No 11. 261-268
  14. Fadlilah S, Sucipto A, Amestiasih T. 2019. Usia, Jenis Kelamin, Perilaku Merokok, dan IMT Berhubungan dengan Resiko Penyakit Kardiovaskuler. Jurnal Keperawatan. No 11. 261–268
  15. Nurmala, Ira, Rahman, Fauzie, Nugroho, ad, Erlyani, Neka, Laily, Nur; Yulia Anhar V. 2018. Promosi Kesehatan No 51
  16. Putri FKS, Mulyadi N, Lolong J. 2014. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Low Back Pain Terhadap Tingkat Pengetahuan Pegawai Negeri Sipil di Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado. Jurnal Keperawatan. Vol 2
  17. Kartika M, Widagdo L, Sugihantono A. 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Sambiroto 01 Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 4. No 339-346
  18. Umayana HT, Cahyati WH. 2018. Dukungan Keluarga dan Tokoh Masyarakat Terhadap Keaktifan Penduduk ke Posbindu Penyakit Tidak Menular. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 11. No 96-101
  19. Sinaga SEN. 2015. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Menarche di SMP X di Rangkabitung. Jurnal Keperawatan. Vol 3
  20. Notoatmodjo S. 2010. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Yogyakarta : Andi Offset
  21. Anggraeni B, Harnanik H. 2015. Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI Smk Islam Nusantara Comal Kabupaten Pemalang. Dinas Pendidikan. Vol 10. No 42-52
  22. Nuryanti E. 2013. Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk di Masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 9. No 15–23
  23. Kosasih CE, Purba CIH, Sriati A. 2018. Upaya Peningkatan Gizi Balita Melalui Pelatihan Kader Kesehatan. Media Karya Kesehatan. Vol 1. No 90-100
  24. Aminoto T, Berbudi A. 2017. Pengaruh Faktor Resiko Ergonomi Terhadap Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Karyawan Bushindo Training Center Jakarta Timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. Vol 4. No 189-194

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-23 18:54:14

No citation recorded.