PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 DI BALI: KONTEKS PLURALISME HUKUM

Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, Ni Ketut Supasti Dharmawan, Anak Agung Istri Eka Krisna Yanti, Putri Triari Dwijayanthi
DOI: 10.14710/mmh.50.4.2021.447-459
Copyright (c) 2021 Masalah-Masalah Hukum License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Kondisi perekonomian di Bali yang bergantung pada kegiatan pariwisata menjadi terpuruk sebagai dampak dari Covid-19. Hal ini menjadi pelajaran kepada setiap lapisan termasuk Desa Adat di Bali untuk bersama-sama menangani Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji implementasi otonomi Desa Adat serta mengelaborasi model sinergi yang tepat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi Desa Adat dalam penanganan Covid-19 ditempatkan pada peran strategis Desa Adat dalam pembentukan aturan hukum adat yaitu Pararem yang bertujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat hukum adat Bali sesuai dengan hukum nasional yang berlaku di Indonesia. Hal ini menunjukkan model sinergi berlakunya hukum adat dan hukum nasional sesuai dengan konsep pluralisme hukum dan regulatory compliance.

Full Text: PDF

Keywords

Covid-19; Percepatan Penanganan; Pluralisme Hukum; Pararem

References

Agung Putu Wiwik S, L. J. (2020). Penanggulangan Covis-19 Berbasis Desa Adat Dalam Perspektif Perlindungan Hukum Terhadp Aparatur Desa Adat. Prosiding Seminar Nasional Webinar Nasional Universitas Mahasaraswati Denpasar “Percepatan Penanganan COVID-19 Berbasis Adat Di Indonesia,” 71–76.

Atu Dewi, A. A. I. A. (2014). Eksistensi Otonomi Desa Pakraman Dalam Perspektif Pluralisme Hukum. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 3(3), 515–528. https://doi.org/10.24843/jmhu.2014.v03.i03.p13

Dewi, A. A. I. A. A., Pramana, I. G. P., & Tanaya, P. E. (n.d.). Hukum Adat Dan Hukum Nasional: Elaborasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Www. Mpr. Go. Id, 115.

Dwijayanthi, P. T., Jones, K., & Satyawati, N. G. A. D. (2017). Indigenous People, Economic Development and Sustainable Tourism: A Comparative Analysis between Bali, Indonesia and Australia. Udayana Journal of Law and Culture, 1(1), 16. https://doi.org/10.24843/ujlc.2017.v01.i01.p02

Franz von benda Beckman, Keebet Von Benda Beckmann, J. K. (2001). Jaminan Sosial, Sumber Daya Alam dan Kompleksitas Hukum. In Sumber Daya Alam dan Jaminan Sosial (p. 29). Pustaka Pelajar.

Griffiths, J. (1986). What is legal pluralism? Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387

Irianto, S. (2003). Pluralisme Hukum Dan Masyarakat Saat Krisis. In Hukum dan kemajemukan budaya: sumbangan karangan untuk menyambut hari ulang tahun ke-70 Prof. Dr. T.O Ihromi. Yayasan Obor Indonesia.

Irianto, S. (2009). Metode Penelitian Hukum Konstelaasi dan Refleksi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mandasari, Z. (2014). Politik Hukum Pengaturan Masyarakat Hukum Adat (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi). Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 21(2), 227–250.

Mandira, I. M. C., & Yudha, C. K. (n.d.). Peran Desa Adat Bali Dalam Melancarkan Kebijakan Penanggulangan Pandemi Covid-19. Journal Publicuho, 4(1), 1–18.

Marilang. (2017). Menimbang Paradigma Keadilan Hukum Progresif Considering The Progressive Legal Justice Paradigm. Jurnal Konstitusi, 14(2), 315–331. Retrieved from http://ejournal.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php/jk

Moore, S. F. (1973). Law and social change: the semi-autonomous social field as an appropriate subject of study. Law & Society Review, 7(4), 719–746.

Mukminto, E., & Marwan, A. (2019). Pluralisme Hukum Progresif: Memberi Ruang Keadilan Bagi Yang Liyan. Masalah-Masalah Hukum, 48(1), 13. https://doi.org/10.14710/mmh.48.1.2019.13-24

Nurcholis, H. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Dilihat Dari Pasal 18 B Ayat 2 Uud 1945. Masalah-Masalah Hukum, 43(1), 149–159. https://doi.org/10.14710/mmh.43.1.2014.149-159

Nurfurqon, A. (2020). Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Covid-19: Perspektif Hukum Administrasi Negara. Jurnal Yustika: Media Hukum Dan Keadilan, 23(01), 13–23. https://doi.org/10.24123/yustika.v23i01.2864

Nurjaya, I. N., & SH, M. H. (2004). Perkembangan Pemikiran Konsep Pluralisme Hukum. Dikutip Dari Http://Www. Huma. Co. Id, 12, 1–17.

Pasaribu, M. P. J., & Sirait, N. N. (2018). Triangular concept of legal pluralism in the establishment of consumer protection law. E3S Web of Conferences, 52. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20185200032

Pramadita, I. (2017). Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Pariwisata Tanah Lot Antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan Dengan Desa Pakraman Beraban Dalam Perspektif Keadilan dan Kepastian Hukum. Universitas Brawijaya.

Purnama, D. G. A. S. Y., & Dewi, A. A. I. A. A. (n.d.). Desa adat Dalam Pengelolaan Tanah Adat Bali Berbasis Kebijakan Daerah. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 4(2), 343–354.

Putri, K. A. M. P., Puspitasari, N. W. F., Dewi, N. K. K., Ekarini, N. W., Dewi, I. A. P. P., & Mertadana, D. P. K. (2019). Pengaruh Hukum Adat Atau Awig-Awig Terhadap Pengelolaan Dana Desa Di Desa Banjar Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.23887/jinah.v8i1.19856

Rahman, I. N., Triningsih, A., & Kurniawan, N. (2016). Dasar Pertimbangan Yuridis Kedudukan Hukum (Legal Standing) Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Proses Pengujian Undang-Undang di Mahkamah …. Jurnal Konstitusi.

Sarawa, D. I., & Mas’ ud, A. (2020). Strategic public procurement regulatory compliance model with mediating effect of ethical behavior. Heliyon, 6(1), e03132.

Sudantra, I. K. (2014). Pengaturan peradilan adat dalam awig-awig desa pakraman: Studi pendahuluan tentang eksistensi peradilan adat dalam kesatuan masyarakat hukum adat desa Pakraman. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 3(2).

Yulianingsih, W., & CP, A. M. D. (2018). The Effectiveness of Awig-Awig as Customary Law in Balinese Culture (Case Study: The Coastal Areas and Plains). Nusantara Science and Technology Proceedings, 91–97.

Yusa, I. G., & Dharmawan, N. K. S. (2019). The Balinese Traditional Law Instrument: a Realism between the Balance of Cosmic and Human Rights Context. PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 5(3), 447–463. https://doi.org/10.22304/pjih.v5n3.a3