skip to main content

PENINGKATAN KINERJA HIJAU MELALUI RETROFITTING STUDI KASUS : PEKERJAAN PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN PIP2B DIY

*Ani Hastuti Arthasari  -  Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Permasalahan yang terjadi di hampir semua negara adalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan lingkungan. Di sisi lain, pembangunan terus dilakukan untuk mendukung semua kegiatan kehidupan manusia. Arsitektur sebagai ilmu perancangan dapat berperan dalam mengarahkan pembangunan agar dalam proses perancangan dan pelaksanaannya dapat menciptakan harmonisasi ekonomi, sosial dan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan juga didukung oleh pemerintah pada level kebijakan berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep bangunan hijau pada kegiatan pengubahsuaian (retrofitting) Bangunan Kantor Pusat Informasi Pengembangan Pemukiman dan Bangunan yang dinilai dengan tolok ukur dan kriteria Permen PU No 2 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif induktif dengan pendekatan deskriptif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan arsitektur terutama mengenai konsep dan pemeringkatan bangunan hijau. Hasil yang didapatkan adalah gambaran upaya yang bisa dilakukan untuk menaikkan nilai peringkat bangunan pra hijau menjadi bangunan hijau
Fulltext View|Download
Keywords: bangunan hijau; green retrofitting; studi kasus

Article Metrics:

  1. Al-Kodmany, K. (2014) Green Retrofitting Skyscrapers: A Review, MDPI, Vol. 4, Issue 4, 10.3390/buildings4040683 retrieved from https://doi.org/10.3390/buildings4040683
  2. Firnando, N, dkk., (2017) Penilaian Kriteria Green Building Pada Bangunan Gedung Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara, Jurnal Teknik Sipil USU Vol. 6 No. 1 Tahun 2017, retrieved from https://jurnal.usu.ac.id/index.php/jts/article/view/16608
  3. He, Qing, et al. (2019) Factors Influencing Residents’ Intention toward Green Retrofitting of Existing Residential Buildings, Sustainability, Vol 11, Iss 15, p 4246 (2019) (2019-08-01T00:00:00Z) link: https://doi.org/10.3390/su11154246
  4. Priatman, J. (2002) ”Energy-Efficient Architecture” Paradigma Dan Manifestasi Arsitektur Hijau, 2002, Dimensi, Journal of Architecture and Built Environment, Vol 30, No. 2 , retrieved from http://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/15778/15770
  5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau, http://jdih.pu.go.id/peraturan-download.html?id=228
  6. Sudarwani, Maria, M. (2012) Penerapan Green Architecture Dan Green Building Sebagai Upaya Pencapaian Sustainable Architecture, Majalah Ilmiah Universitas Pandanaran Vol 10 No 24 Tahun 2012, retrieved from https://jurnal.unpand.ac.id/index.php/dinsain/article/view/90
  7. Tasya, AF. & Putranto, D. (2017) Konsep Green Building Pada Bangunan Kantor (Studi Kasus : Spasio Office,Surabaya), Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5 No.4 Tahun 2017, retrieved from http://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/418
  8. Husin, SHC. (2017) Retrofitting Existing Building To Reduce Energy Consumption, Thesis/Undergraduate Project Paper, Universiti Teknologi Malaysia, retrieved from https://bic.utm.my/files/2018/09/SITI-MAHIRAH-CHE-HUSSIN-SBEC.pdf
  9. Rahmawati A, Wisnumurti, Nugroho AM, (2018) Pengaruh Penerapan Green Retrofit Terhadap Life Cycle Cost Pada Bangunan Gedung, Vol 12, No 1, retrieved from https://rekayasasipil.ub.ac.id/index.php/rs/article/view/489/397

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-06-17 16:58:21

No citation recorded.