AKIBAT HUKUM SENGKETA PENELANTARAN HAK ATAS TANAHKONVERSI DI KOTA PEKALONGAN

Received: 24 Jun 2020; Published: 11 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Land is a very important and strategic commodity so it must be maximally utilized according to its purpose. However, considering the need for land is not proportional to the needs and rate of population growth, disputes related to land ownership is a social phenomenon that is increasingly prevalent in everyday life. There are a number of things that can cause disputes, including weak ownership administration due to conversion in Western Land Rights. One of the cases of land disputes relating to conversion, issues of land cases and expiration is land that was converted by other owners who came from the conversion of eigendom rights to seizure, neglect of land and others. The method used is empirical juridical with descriptive analytical specifications of data collected with primary data from field research and secondary data from literature studies, while qualitative data. In the case of HGB dispute number 252 originating from the conversion of Eigendom Rights, the defendant has controlled physically over 30 years. Whereas the lawsuit was filed after the HGB land expired and became state land, so the Supreme Court with a decision No.2031 K / Pdt / 2009 decided to reject the plaintiff's claim on the consideration that the HGB originating from Eigendom's rights had ended on September 24, 1980 but the plaintiff had never registered his rights .

 

Keywords: land disputes; legal impacts; land rights; abandoned land

 

Abstrak

Tanah merupakan komoditi yang sangat penting dan strategis  sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan peruntukkannya. Namun mengingat kebutuhan akan tanah  tidak sebanding dengan kebutuhan dan laju pertumbuhan penduduk, maka Sengketa terkait kepemilikan tanah merupakan fenomena sosial yang semakin lazim terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab sengketa, antara lain lemahnya administrasi kepemilikan karena konversi di Tanah Hak Barat. Salah satu kasus sengketa tanah yang berkaitan dengan konversi, persoalan kasus tanah dan daluwarsa  adalah tanah yang dikonversi oleh pemilik lain yang berasal dari konversi hak eigendom penyerobotan, penelantaran tanah dan lain – lain. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis data yang dikumpulkan dengan data primer dari penelitian lapangan dan data sekunder dari studi kepustakaan, sedangkan data kualitatif.Dalam hal sengketa HGB nomor 252  yang berasal dari konversi Hak Eigendom , tergugat telah menguasai secara physik lebih dari 30 tahun. Sedangkan gugatan diajukan setelah tanah HGB berakhir waktunya dan menjadi tanah negara , sehingga Mahkamah Agung  dengan putusan No.2031 K/Pdt/2009 memutuskan menolak gugatan pengugat dengan pertimbangan HGB yang berasal dari  hak Eigendom telah berakhir pada 24 September 1980 namun penggugat tidak pernah mendaftarkan  haknya.

 

Kata kunci : sengketa tanah; akibat hukum; hak atas tanah; tanah terlantar

Article Metrics:

Last update: 2021-02-26 01:05:57

No citation recorded.

Last update: 2021-02-26 01:05:58

No citation recorded.