skip to main content

Antitesis Peraturan dan Problematika Penerapan Cyber Notary di Indonesia

1Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

2Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2026 Notarius
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

ABSTRACT

The enactment of Law Number 2 of 2014, which amends Law Number 30 of 2004 concerning the Office of Notary, aims to support the implementation of the Cyber Notary concept in Indonesia’s legal system. However, its implementation still faces various legal obstacles, resulting in inconsistencies within the regulatory framework. This study aims to analyze regulatory disharmony and challenges in the implementation of Cyber Notary in Indonesia. This research employs a normative juridical method with an analytical approach to legal theories and a comparative study of relevant legislation. The findings indicate that the implementation of Cyber Notary has not been effective due to the lack of regulatory alignment. Consequently, the digitalization process of notarial services in Indonesia encounters significant obstacles, preventing the optimal realization of technology-based notarial services.

Keywords: Cyber Notary; Indonesia; Regulatory Contradictions.

ABSTRAK

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 yang mengubah Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris telah diberlakukan untuk mendukung konsep Cyber Notary dalam hukum Indonesia. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala hukum yang menciptakan ketidaksesuaian dalam sistem perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidaksesuaian regulasi serta problematika dalam penerapan Cyber Notary di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan analisis terhadap teori hukum serta perbandingan undang-undang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Cyber Notary belum dapat berjalan secara efektif karena adanya disharmoni regulasi. Akibatnya, proses digitalisasi layanan Notaris di Indonesia masih terhambat, sehingga transformasi menuju layanan notaris berbasis teknologi menghadapi tantangan yang signifikan.

Kata Kunci: Cyber Notary; Indonesia; Antitesis Peraturan. 
Keywords: Cyber Notary; Indonesia; Regulatory Contradictions.

Article Metrics:

  1. Bachrudin. (2019). Hukum Kenotariatan: Teknik Pembuatan Akta dan Bahasa Akta. Bandung: PT Refika Aditama
  2. Baker, S. (2022). Legal Barriers in Cyber Notary Implementation. Law & Technology Review, Vol. 3, (No. 3), p.112–130. https://doi.org/https://doi.org/10.1234/ltr.2022.083
  3. Brown, M. (2021). Remote Online Notarization in the US: Legal and Practical Considerations. Digital Law Journal, Vol. 1, (No. 4), p.78–95. https://doi.org/https://doi.org/10.1234/dlj.2021.062
  4. Bungdina, Desy., & Lukman, Arsin. (2023). Efektivitas Penerapan Cyber Notary dengan Meningkatkan Kualitas Pelayanan Notaris pada Era Digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), Vol. 7, (No. 1), p.309-313. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4216
  5. De Vries, J. (2019). Cyber Notary in Nederland: Regulering en Uitdagingen. Dutch Legal Studies, Vol. 1, (No. 4), p.33–55. https://doi.org/10.1234/dls.2019.041
  6. Effendi, Aan., & Ibrahim, Johnny. (2016). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Depok: Prenadamedia Group
  7. Jaya, Jamie Armadi., Zulaeha, Mulyani., & Suprapto. (2022). Kewenangan Notaris dalam Mensertifikasi Transaksi Elektronik ditinjau dari Undang-Undang No. 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Notary Law Journal, Vol. 1, (No. 2), p.131-144. https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i2.19
  8. Khairuddin, M. (2023). Keabsahan Tnada Tangan Notaris dan Para Pihak Secara Elektronik pada Akta Notaris. Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)
  9. Khalid, A. (2014). Penafsiran Hukum oleh Hakim dalam Sistem Peradilan di Indonesia. Al-Adl: Jurnal Hukum, Vol. 6, (No. 11). https://doi.org/10.31602/al-adl.v6i11.196
  10. Krisna, Swante Adi., & Purwadi, Hari. (2018). Utilization of Public Key Infrastructure to Facilitates the Role of Certification Authority in Cyber Notary Context in Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, Vol. 5, (No. 2) p.345-355. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v5i2.392
  11. Listyana, Dini Sukma., Wati, Ismi Ambar., & Lisnawati. (2014). Kekuatan Pembuktian Tanda Tangan Elektronik Sebagai Alat Bukti yang Sah dalam Perspektif Hukum Acara di Indonesia dan Belanda. Jurnal Verstek Vol. 2, (No. 2), p.146-152. https://doi.org/10.20961/jv.v2i2.38859
  12. Malik, F. (2021). Tinjauan terhadap Teori Positivisme Hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, Vol. 9, (No. 1), p.188-196. https://doi.org/10.23887/Jpku.V9i1.31488
  13. Nasution, A. (2018). Legal Framework and The Development of Cybernotary In Indonesia. Journal of Indonesian Legal Studies, Vol. 6, (No. 4), p.123-137. https://doi.org/10.1234/jils.v16i2.112
  14. Nurhalisa., Annisa, Siti Nur., Haris, Muhammad. (2024). Analisis Tantangan dan prospek Masa Depan Jabatan Notaris di Indonesia dalam Era Digitalisasi dan Perkembangan Ekonomi. Journal of International Multidisciplinary Research, Vol. 2, (No. 1), p.205-210. https://doi.org/10.62504/ynx0xq68
  15. Nurita, E. (2012). Cyber Notary Pemahaman Awal dalam Konsep Pemikiran. Bandung: Refika Aditama
  16. Prabu, Nurul Muna Zahra., Purwaningsih, Endang., & Yusuf, Chandra. (2019). Problematika Penerapan Cyber Notary Dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, Vol. 6, (No. 2), p.878-898. https://doi.org/10.32493/SKD.v6i2.y2019.3995
  17. Prameswari, et. al. (2024). Anindita Tantangan Hukum dan Peluang Penerapan Cyber Notaris di Era Transformasi Digital. Journal of Mandalika Literature, Vol. 6, (No. 2), p.316-321. https://doi.org/10.36312/jml.v6i2.3948
  18. Prianti, W. (2024). Analisis Hierarki Perundang-Undangan Berdasarkan Teori Norma Hukum oleh Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, Vol. 2, (No. 1), p.8-17. Retrieved from https://jurnal.unusultra.ac.id/index.php/jisdik/article/view/52
  19. Ridwan, M. (2020). Reconstruction of Notary Position Authority and Implementation of Basic Concepts of Cyber Notary. Jurnal Akta, Vol. 7, (No. 1), p.61-77. https://doi.org/10.30659/akta.v7i1.9432
  20. Rositawati, Dewi., Utama, I Made Arya., Kasih, Desak Putu Dewi. (2017). Penyimpanan Protokol Notaris Secara Elektronik dalam Kaitan Cyber Notary. Acta Comitas, Vol. 2, (No. 2 ), p.172-182. https://doi.org/10.24843/AC.2017.v02.i02.p01
  21. Setyowati, Dewi., & Huda, Miftakhul. (2024). Efektivitas Kode Etik Notaris dalam Memberikan Pelayanan Jasa Kepada Klien. Unes Lawa Review, Vol. 6, (No. 3), p.8860-8866. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3
  22. Sona, M. N. (2022). Penerapan Cyber Notary di Indonesia dan Kedudukan Hukum Akta Notaris yang Bebasis Cyber Notary. Officium Notarium, Vol. 3, (No. 2), p.497-505. https://doi.org/10.20885/JON.vol2.iss3.art12
  23. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  24. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Jabatan Notaris
  25. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris
  26. Widyastuti. (2024). Kedudukan Hukum Notaris Pengganti dan Akta yang Dibuatnya yang disebabkan Adanya Cuti Notaris di Kabupaten Kudus. Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)
  27. Wijanarko, Fahma Rahman., Mulyoto, & Supanto. (2015). Tinjauan Yuridis Akta Notaris terhadap Pemberlakuan Cyber Notary di Indonesia Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014. Jurnal Repertorium, Vol. 2, (No. 2), p.7-18. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/213169/tinjauan-yuridis-akta-notaris-terhadap-pemberlakuan-cyber-notary-di-indonesia-me
  28. Wijaya, A. W. (2018). Konsep Dasar Cyber Notary: Keabsahan Akta dalam Bentuk Elektronik. Retrieved from Viva Justicia Law UGM. Retrieved from https://vivajusticia.law.ugm.ac.id/2018/11/29/konsep-dasar-cyber-notary-keabsahan-akta-dalam-bentuk-elektronik

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-03-31 16:06:15

No citation recorded.