skip to main content

Analisis Keadilan Terhadap Legitime Portie Pada Pembatalan Akta Hibah Tanah oleh PPAT

1Kantor ATR/BPN Kota Salatiga Jawa Tengah, Indonesia

2Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2026 Notarius
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
ABSTRACT

Phenomenon of grants in Malang describes the distribution of grants between parents as grantors give their property unevenly to one of their children which causes a big controversy among other children. This study aims to find justice of legitime portie in the cancellation of land grant deeds by PPAT. This study uses doctrinal research with descriptive research specifications and is analyzed through a qualitative approach. This research results legitime portie in cancellation of grant in Malang shows injustice. This division is contrary to the theory of justice according to Aristotle and Articles 913 and 914 of the Civil Code. Injustice in legitime portie results in cancellation of the gift deed so that the rights of the gift giver and recipient are guaranteed legal protection.

Keywords: Legitime Portie; Cancellation; Deed of Grant.

ABSTRAK

Fenomena hibah di Kota Malang menggambarkan pembagian hibah antara orang tua sebagai pemberi hibah menghibahkan hartanya tidak merata kepada salah satu anaknya yang menimbulkan kontra besar diantara anak-anak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadilan legitime portie pada pembatalan akta hibah tanah oleh PPAT. Penelitian ini menggunakan penelitian doktrinal dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan dianalisis melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan pembahasan bahwa legitime portie pada kasus pembatalan akta hibah di Kota Malang menunjukkan adanya ketidakadilan. Pembagian tersebut bertentangan dengan teori keadilan menurut Aristoteles dan Pasal 913 dan 914 KUH Perdata. Ketidakadilan pada legitime portie menimbulkan terjadinya pembatalan akta hibah agar hak-hak pemberi hibah dan penerima terjamin perlindungan hukum.

Kata Kunci: Bagian Mutlak; Pembatalan; Akta Hibah
Keywords: Legitime Portie; Cancellation; Deed of Grant.

Article Metrics:

  1. Abdullah, Marini., Alting, Husen., Anshar., & Alauddin, Rusdin. (2023). Aspek Hukum PembatalanHibah Tanah oleh Pengadilan Agama. Amanna Gappa, Vol. 31, (No. 1), p.16-17. Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/agjl/article/view/25071
  2. Almuntazar, Muhammad Amin., Manfarisyah., & Hamdani. (2019). Analisis Yuridis Pemberian dan Pembatalan Akta Hibah Tanah Nomor 590.4/23/2007 Menurut Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam. Suloh:Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Vol. 7, (No. 2), p.4. https://doi.org/10.29103/sjp.v7i2.2032
  3. Ashar, Nurul Wafiqah., Yunu, Ahyuni., & Baharuddin, Hamza. (2021). Kedudukan Akta Peralihan Hibah terhadap Bagian Mutlak Ahli Waris. Journal of Lex Generalis, Vol. 2, (No. 4), p.1548. Retrieved from https://pasca-umi.ac.id/index.php/jlg/article/view/460
  4. Bobihu, Rizal., Dungga, Weny Almoravid., & Sarson, Mohamad Taufiq Zulfikar. (2023). Akibat
  5. Hukum terhadap Penarikan Kembali Harta yang di Hibahkan Menurut KUH Perdata. Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, Vol. 1, (No. 3), p.5. https://doi.org/10.59246/aladalah.v1i3.348
  6. Budify, Alyatama., Manurung, Jelitamon Ayu Lestari., & Harianja, Satria Braja. (2020). Pembatalan Akta Hibah di Pengadilan Negeri Pematangsiantar: Kajian Putusan Nomor 33/Pdt.G/2019/PN.Pms. SIGn Jurnal Hukum, Vol. 2, (No. 1), p.74. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.77
  7. Fardianzah, Aminuddin., Sudjito, Bambang., & Azizah, Ulfa. (2016). Pembatalan Akta Hibah yang Dibuat di Hadapan PPAT oleh Pemberi Hibah. Brawijaya Law Student Journal, p.3-4. Retrieved from https://hukum.studentjournal.ub.ac.id/index.php/hukum/article/view/1548
  8. Gultom, Nurhayati., & Tjempaka. (2023). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Memutus Perkara Pemberian Hibah yang Ditarik Kembali (Studi Putusan Nomor: 33/Pdt.G/2019/PN/PMS). AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, Vol. 5, (No. 2), p.1051-1052. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3227
  9. Hanafi, Agustin., & Dhiaurrahmah. (2023). Status Hukum Hibah Orang Tua Kepada Anak. NAHDATUL ILMI: Jurnal Hukum Islam, Vol. 1, (No. 1), p.54. Retrieved from https://ejournal.stai-br.ac.id/index.php/nahdatulilmi/article/view/89
  10. Hasibuan, Ahmad Soleh., & Nasution, Nindi Aliska. (2024). Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Stabat No.1062/Pdt. G/2015/PA.Stab tentang Pembatalan Hibah Perspektif Teori Keadilan. Jurnal Ilmiah Global Education, Vol. 5, (No. 2), p.811. https://doi.org/10.55681/jige.v5i2.2626
  11. Jaya, D. P. (2020). Hukum Kewarisan di Indonesia. Bengkulu: Zara Abadi
  12. Kartikawati, D. R. (2021). Hukum Waris Perdata Sinergi Hukum Waris Perdata dengan Hukum Waris Islam. Bekasi: CV. Elvaretta Buana
  13. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)
  14. Kompilasi Hukum Islam (KHI)
  15. Muliana, & Khisni, Akhmad. (2017). Akibat Hukum Akta Hibah Wasiat yang Melanggar Hak Mutlak Ahli Waris (Legitime Portie). Jurnal Akta, Vol. 4, (No. 4), p.743. https://doi.org/10.30659/akta.v4i4.2520
  16. Notaria, I. (2020). Akibat Hukum Pembatalan Akta Hibah yang Objeknya Harta Warisan yang Belum Dibagi Kepada Ahli Waris dan Melebihi Legitieme Portie Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2954 K/PDT/2017. Indonesian Notary, Vol. 2, (No. 3), p.370. Retrieved from https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol2/iss3/17
  17. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
  18. Prasetyo, H. (2016). Analisis Yuridis tentang Pelaksanaan Pembatalan Hibah Tanah oleh Pemberi Hibah (Studi Kasus Putusan PN No. 95/Pdt.G/2004/PN Smg). Ius Constituendum, Vol. 1, (No. 2), p.5-6. https://doi.org/10.26623/jic.v1i2.549
  19. Prayoga, Daffa Arya., Husodo, Jadmiko Anom., & Maharani, Andina Elok Puri. (2023). Perlindungan Hukum terhadap Hak Warga Negara dengan Berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional. Souvereignty: Jurnal Demokrasi dan Ketahanan Nasional, Vol. 2, (No. 2), p.191. Retrieved from https://journal.uns.ac.id/Souvereignty/article/view/865
  20. Sanjaya, Umar Haris., & Suprapton, Muhammad Yusuf. (2017). Kedudukan Ahli Waris yang Penerima Hibah dari Orang Tua terhadap Ahli Waris Lainnya pada Proses Pembagian Waris. Jurnal Yuridis, Vol. 4, (No. 2), p.222-224. https://doi.org/10.35586/.v4i2.253
  21. Solikin, N. (2021). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media
  22. Sriwidodo, Joko., & Kristiawanto. (2021). Memahami Hukum Perikatan. Yogyakarta: Kepel Press
  23. Sunarto, M. Z. (2020). Unsur Kemaslahatan Pada Hibah Suami-Istri. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan, Vol. 7, (No. 1), p.51. https://doi.org/10.32505/qadha.v7i1.1470
  24. Suryadini, Yanuar., & Widiyanti, Alifiana Tanasya. (2020). Akibat Hukum Hibah Wasiat yang Melebihi Legitime Portie. Media Iuris, Vol. 3, (No. 2), p.241. https://doi.org/10.20473/mi.v3i2.18774
  25. Susylawati, E. (2018). Kewenangan Pengadilan Agama dalam Mengadili Perkara Kewarisan Islam Berdasarkan Undang-Undang Peradilan Agama. Surabaya: Duta Media Publishing
  26. Syuhada, M. F. (2019). Pembatalan Akta Hibah oleh Ahli Waris Setelah Putusan Pengadilan Agama. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, Vol. 3, (No. 2), p.196. https://doi.org/10.33474/hukeno.v3i2.3370
  27. Temponbuka, Miranda Wurabulaeng., Umboh, Karel Yossi., & Rumimpunu, Dientje. (2022). Pelaksanaan Hibah yang Melanggar Hak Legitime Portie Anak Kandung Menurut KUH Perdata. Lex Privatum, Vol. 1, (No. 1), p.202. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/38084
  28. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
  29. Utami, D. S. (2016). Akibat Hukum Pemberian Hibah yang Melebihi Batas Legitime Portie (Analisis Kasus Putusan Pengadilan Negeri Nomor 109/PDT.G/2009/PN.MTR. Mengenai Hibah). Jurnal Ius Kajian Hukum dan Keadilan, Vol. 4, (No. 2), p.97-99. https://doi.org/10.12345/ius.v4i2.330
  30. Wattilete, Filbert Cristo., Latupono, Barzah., & Uktolseya, Novita. (2022). Aspek Yuridis Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Proses Hibah. TATOHI Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 2, (No. 6), p.584. https://doi.org/10.47268/tatohi.v2i6.1122
  31. Zulkarnain., Rusli, Deni., & Syafe’i, Zakaria. (2023). Pembatalan Hibah dalam Hukum Islam dan Perdata Indonesia dalam Teori Perikatan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences,Vol. 4, (No. 2), p.271. https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i2.4182

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-03-31 15:09:46

No citation recorded.