skip to main content

Implikasi Etik dan Hukum Pencarian Klien Notaris dan PPAT Melalui Media Sosial

1Program Studi Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Unviersitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

2Fakultas Hukum, Unviersitas Diponegoro Kota Semarang Jawa Tengah, Indonesia

Open Access Copyright (c) 2026 Notarius
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

ABSTRACT

Social media platforms such as Instagram, Facebook, TikTok, and YouTube are increasingly used not only for personal purposes but also for professional activities, including by Notaries and Land Deed Officials (PPAT). This development raises ethical and legal issues, particularly when social media is used as a means of seeking clients. This study aims to analyze the ethical and legal implications of client solicitation by Notaries and PPAT through social media and to examine the applicable regulations governing such practices. This research uses normative legal research with a descriptive qualitative approach. The results show that using social media to seek clients may violate professional ethics and affect the dignity of the office. Therefore, Notaries and PPAT must comply with applicable ethical and legal regulations.

Keywords: Ethics; Law; Notary and PPAT.

ABSTRAK

Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube tidak lagi hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dimanfaatkan dalam aktivitas profesional, termasuk oleh Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pemanfaatan media sosial tersebut menimbulkan persoalan etika dan hukum, terutama ketika digunakan sebagai sarana pencarian klien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi etika dan hukum dari praktik pencarian klien oleh Notaris dan PPAT melalui media sosial serta mengkaji peraturan yang mengaturnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial untuk mencari klien berpotensi menimbulkan pelanggaran etika profesi dan menurunkan kehormatan jabatan, oleh karena itu, Notaris dan PPAT harus mematuhi Kode Etik Notaris, peraturan jabatan PPAT, Undang-Undang Jabatan Notaris.

Kata Kunci: Etika; Hukum; Notaris dan PPAT.
Keywords: Ethics; Law; Notary and PPAT

Article Metrics:

  1. Akhmad., & Hangabei, Sinung Mufti. (2024). Notary Self-Actualization and Promotion in Social Media: an Analysis of Notary Ethics Violations in Indonesia. Journal Scientia Iustitiae, Vol. 2, (No. 1), p.1-14. https://Doi.Org/10.36085/Jsi.V2i1.6370
  2. Edbert, Matthew., & Simanjuntak, Yoan Nursari. (2024). Pembuatan Konten Edukasi Notaris Menggunakan Media Sosial Berdasarkan Kode Etik Notaris dan Teori Kepastian Hukum. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, Vol. 9, (No. 2), p.206-218. https://doi.org/10.24843/AC.2024.v09.i02.p01
  3. Hikmawati, Cahya Agustianing Durrah., Ardini, Sofia., Al Ma'arif, Malika Syaifina., & Arsyta, Nabila. (2025). The Effectiveness of The Prohibition of The Code of Ethics on Self-Promotion of Notaries and Its Impact on Notary Practice in Indonesia. Awang Long Law Review, Vol. 8, (No. 1), p.547-552. https://Doi.Org/10.56301/Awl.V8i1.1627
  4. Iriantoro, Agung., & Yunida, Arlia. (2025). Violation of Notary Code of Ethics in Using Social Media For Self-Promotion Through Video Blog Form. Protection: Journal of Land And Environmental Law, 2, (No. 2), p.45-58. https://Doi.Org/10.38142/Pjlel.V2i2.1186
  5. Machmud, Amir., & Muktar. (2023). Penegakan Hukum terhadap Notaris yang Mempromosikan Diri Melalui Media Sosial. Jurnal Pro Hukum, Vol. 12, (No. 2), p.482-493. Https://Doi.Org/10.55129/.V12i2.2534
  6. Marzuki, P. M. (2022). Penelitian Hukum (Edisi Terbaru). Jakarta: Kencana
  7. Muhammad, Avicenna Galang., & Erni, Daly. (2022). Inclusion of Notary Positions on Social Media as a Form of Self-Promotion Based on The Notary Code of Ethics. Legal Brief, Vol. 11, (No. 3), p.1411-1422. Retrieved from https://legal.isha.or.id/index.php/legal/article/view/274
  8. Nadea, Lydia Verginia., & Ridwan, Fully Handayani. (2025). Etika Notaris di Media Sosial Ketika Profesionalisme Dipertaruhkan. Doktrina: Journal of Law, 8, (No. 1), p.1-18. Https://Doi.Org/10.31289/doktrina.v8i1.13609
  9. Noviyanti, Tri., & MS, Edit Ratna. (2022). Akibat Hukum Notaris Mempromosikan Diri di Social Media Instagram. Notarius: Jurnal Kenotariatan, Vol. 15, (No. 2), p.566-576. Https://Doi.Org/10.14710/Nts.V15i2.33674
  10. Pratama, Anak Agung Ngurah Krisna., & Priyanto, I Made Dedy (2025). Pengaturan Penyuluhan Hukum oleh Notaris dalam Penggunaan Media Sosial. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, Vol. 10, (No. 3), p.7-25. https://Doi.Org/10.24843/AC.2025.V10.I03.P7
  11. Ramadhandiko, Difqa Alvi., & Lewoleba, Kayus Kayowuan. (2025). Tinjauan Yuridis Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Online Oleh Notaris Sebagai Pelanggaran Kode Etik. Media Hukum Indonesia, Vol. 3, (No. 3), p.99-115. https://doi.org/10.5281/zenodo.15639227
  12. Renaldi, Ferdinand., & Allagan, Tiurma M. Pitta. (2024). Perbandingan Publikasi dan Promosi Diri oleh Notaris di Indonesia dan di Belanda. Unes Journal of Swara Justisia, Vol. 8, (No. 1), p.52-68. https://Doi.Org/10.31933/Ujsj.V8i1.478
  13. Septiasari, Eryanindya Erika., Husodo, Jadmiko Anom., & Isharyanto. (2025). A Juridical Study of Social Media in the Digital Age: The Dilemma Between Promotional Needs and Adherence to The Notary Code of Ethics. International Journal of Social Sciences Humanities and Research, Vol. 8, (No. 2), p.120-130. https://Doi.Org/10.47191/Ijsshr/V8-I2-39
  14. Sinaga, M. A. O. (2025). Peran Ikatan Notaris Indonesia dalam Mengawasi Etika Profesi Terkait Promosi Digital. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, Vol. 7, (No. 2), p.80-95. https://Doi.Org/10.38035/Rrj.V7i2.1323
  15. Sukri, Nur Rafiqa., Irwansyah, & Sakharina, Iin Karita. (2025). Penggunaan Sosial Media Sebagai Ruang Promosi Diri Notaris Secara Tidak Langsung. Papua Law Journal, Vol. 5, (No. 2), p.34 -49. https://doi.org/10.31957/plj.v5i2.1692
  16. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  17. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris
  18. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-03-31 15:10:08

No citation recorded.