skip to main content

PENGARUH KONDISI TERUMBU KARANG DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI PULAU KARIMUNJAWA DAN PULAU KEMUJAN, JEPARA, JAWA TENGAH

*Muhammad Arkan Zaky Rahman  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Norma Afiati  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Pujiono Wahyu Purnomo  -  Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2022 Jurnal Pasir Laut under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan merupakan Kawasan dalam Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) yang memiliki ekosistem terumbu karang berupa reef flat dan reef slope. Kedua pulau ini seringkali dikunjungi wisatawan, sehingga aktivitas tersebut diperkirakan mempengaruhi kualitas perairannya. Penurunan kualitas perairan menyebabkan perubahan struktur komunitas biota, dalam studi ini ikan karang dan terumbu karang. Berdasarkan alur pemikiran tersebut, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui keanekaragaman, kelimpahan serta hubungan ikan karang dan terumbu karang pada daerah reef flat dan reed slope. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2020 di perairan Pulau Karimunjawa (Tanjung Gelam dan Legon Lele) dan Pulau Kemujan (Pulau Sintok dan Batulawang), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pengamatan terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode UPT (Underwater Photo Transect) kemudian data diolah menggunakan aplikasi CPCE (Coral Point Count with Excel). Pengamatan ikan karang dilakukan menggunakan metode UVC (Underwater Visual Census). Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan karang hidup di lokasi penelitian termasuk kategori sedang hingga sangat baik (24%-77,89%). Indeks keanekaragaman tertinggi terumbu karang ditemukan di Pulau Sintok (2,322) dan terendah di Legon Lele (1,815). Indeks keanekaagaman dan kelimpahan ikan karang tertinggi ditemukan di Pulau Sintok (H’ = 3,254 dan 500 ind/150m2) dengan dominasi famili Pomacentridae, sedangkan terendah ditemukan di Tanjung Gelam (H’ = 2,372 dan 123 ind/150m2). Kelimpahan ikan karang dipengaruhi oleh kondisi terumbu karang sebesar 95,83% (R2 = 0,9583). Semakin baik kondisi terumbu karang, maka semakin tinggi kelimpahan ikannya. Hasil uji anova menunjukkan nilai F hitung = 54,498 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,0034 (α<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data signifikan dan hipotesis diterima.

Fulltext View|Download
Keywords: Struktur Komunitas, Ikan Karang, Terumbu Karang, Karimunjawa

Article Metrics:

  1. Ardina W. O., L. O. A. R. Nadia dan Abdullah.2016. Studi Keanekaragaman Jenis Ikan Domersal yang Berasosiasi Pada Apertemen Ikan di Perairan Laut Kabupaten Konawe. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(4):405-414
  2. Asaf, R., M. Paena dan Kamariah. 2016. Kondisi Perairan Sekitar Tambak Udang Superintensif Berdasarkan Paramter Fisika Kimia Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, 327 – 336
  3. Aulia, K. N., H. Kasmara, T. S. Erawan dan S. M. Natsir. Kondisi Perairan Terumbu Karang dengan Foraminifera Bentik Sebagai Bioindikator Berdasarkan Foram Index di Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. 2012. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(2):335-345
  4. Aziz, A. 2004. Pengaruh Salinitas Terhadap Sebaran Fauna Ehinodermata. Oseana, 16(2): 23-32
  5. Barus. T. A. 2004. Pengaruh Salinitas Terhadap Sebaran Fauna Echinodermata, Oseana, 16(2): 23-32
  6. Chair, R., A. Haris, I. Yasir dan A. Faizal. 2019. Sebaran Kelimpahan Ikan Karang di Perairan Pulau Liukangloe, Kabupaten Bulukumba. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(3): 527-540
  7. Fahmi, Supriharyono dan Abdul Ghofar. (2017). Hubungan Persentase Tutupan Karang dengan Kelimpahan Ikan Karang di Pulau Menjangan Kecil, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Journal Of Maquares, 6(4):333–338
  8. Giyanto, G. (2017). Status Terumbu Karang Indonesia 2017 i COREMAP-CTI Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI
  9. Hariningtyas, R. A dan M. N. Aisyah. 2015. Pengaruh Asimetri Informasi Terhadap Senjangan Anggaran pada Penganggaran Partisipatif dengan Orientasi Etika Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Nominal, IV(2):1-15
  10. Ipa, N. 2013. Keragaman dan Kelimpahan Ikan Pada Terumbu Karang di Pulau Sarappolompo Kabupaten Pangkep. Skripsi
  11. Kusumaningsari, S. D., B. Hendrarto dan Ruswahyuni. 2015. Kelimpahan Hewan Makrobentos pada Dua Umur Tanam Rhizopora sp. di Kelurahan Mangunharjo, Semarang. Journal of Maquares, 4(2):58-64
  12. Lutfhfi, O. M., R. Alifia., S. R. Putri dan F. B. Dasi. 2017. Pemantauan Kondisi Ikan Karang Menggunakan Metode Reef Check di Perairan Selat Sempu Malang Selatan. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 3(2):171-179
  13. Mainassy, M. C. 2017. Pengaruh Paramter Fisika dan Kimia Terhadap Kehadiran Ikan Lompa (Thryssa Baelama Forsskal) di Perairan Pantai Apui Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 19(2):61-66
  14. Muniaha, H., Andi, I, N dan Rahmadani. 2016. Studi Kelimpahan Ikan Karang Berdasarkan Kondisi Terumbu Karang di Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 2(1): 9-19
  15. Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
  16. Oktiyas. M. L dan P. T. Anugrah. 2017. Distribusi Karang Keras (Scleractinia). Sebagai Penyusun Utama Ekosistem Terumbu Karang di Gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean. Research, 6(1):1-14
  17. Paulangan, Y. P., Fahrudin, A., Sutrisno, D., & Bengen, D. G. (2019). Keanekaragaman Dan Kemiripan Bentuk Profil Terumbu Berdasarkan Ikan Karang Dan Lifeform Karang Di Teluk Depapre Jayapura, Provinsi Papua, Indonesia. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 11:249–262. https://doi.org/http://doi.org/10.29244/jitkt.v11i2.24140
  18. Riza, R., M. Ghalib dan D. Yoswaty. 2016. Pola Sebaran Salinitas dan Suhu pada Saat Pasang dan Surut di Perairan Selat Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Sciences, 1-7
  19. Rumkorem, O. L. Y., Kurnia, R., & Yulianda, F. (2019). Asosiasi Antara Tutupan Komunitas Karang Dengan Komunitas Ikan Terumbu Karang Di Pesisir Timur Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 11, 615–625
  20. https://doi.org/http://doi.org/10.29244/jitkt.v11i3.23375
  21. Setiawan, F., M. Azhar, E. Estradivari, E. Muttaqin, S. A. Tarigan, T. Wijanarko dan S. Sadewa. (2017). Biodiversitas Ikan Karang di Wilayah Bentang Laut Lesser Sunda Banda (Kab. Flores Timur, Alor Dan Maluku Barat Daya), Indonesia. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 10(1). https://doi.org/10.21107/jk.v10i1.1349
  22. Siti, R. 2011. Pertumbuhan Skeletonema Costatum pada Berbagai Tingkat Salinitas Media. Saintek Perikanan, 6(2): 69-76
  23. Suharsono dan O. K. Sumadhiharga. 2014. Panduan Monitoring Kesehatan Terumbu Karang. Lipi. 67 halaman
  24. Sulisyati, R., Poedjirahajoe, E., WF, L. R., & Fandeli, C. (2014). Karakteristik Terumbu Karang di Zona Pemanfaatan Wisata Taman Nasional Karimunjawa (Coral Reef Characteristic of Tourism Zone, Karimunjawa National Park). ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences. https://doi.org/10.14710/ik.ijms.19.3.139-148
  25. Supriharyono. 2000. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. Djambatan, Jakarta
  26. ___________. 2017. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis (edisi 3). Pustaka Belajar. Yogyakarta
  27. Wuwumbene, R. H. S., A. B. Rondonuwu dan V. N. R. Watung, 2017. Ikan Karang pada Terumbu Buatan di Kawasan Taman Nasional Bunaken Desa Arakan Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Ilmiah Platax, 5(2):155-161
  28. Yusuf, M. (2013). Kondisi Terumbu Karang dan Potensi Ikan di Perairan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara. 2(2):54–60
  29. Yuliana, E., M. Boer, A. Fahrudin dan M. M. Kamal. 2017. Biodiversitas Ikan Karang di Kawasan Konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1): 29-43

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-22 02:15:09

No citation recorded.