Partai Politik, Rekrutmen Politik dan Pembentukan Dinasti Politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

*Fitriyah Fitriyah  -  Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 21 Feb 2020; Revised: 15 Apr 2020; Published: 29 Apr 2020.
Open Access Copyright (c) 2020 Politika: Jurnal Ilmu Politik
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract

Pasca terbit Putusan Mahkamah Konstitusi No.33/PUU-Xlll/2015 sebagai pem-batalan larangan politik dinasti, sejumlah calon  dari kerabat petahana maju dalam Pilkada 2015 dan terus berlanjut di pilkada setelahnya. Selain karena hambatan regulasi yang telah dianulir oleh Mahkamah Konstitusi, maraknya calon yang berlatar belakang dinasti terindikasi adanya masalah di partai politik dalam melaksanakan fungsi rekrutmen politik. Artikel ini berusaha menjelaskan bagaimana partai-partai politik melaksanakan proses rekrutmen politik untuk pencalonan pilkada yang ikut menyuburkan politik dinasti. Artikel ini menggunakan data dari studi literatur, hasilnya menunjukkan bahwa rekrutmen politik untuk pencalonan pilkada oleh partai politik  bersifat sentralistis dan informal, serta menggunakan pertimbangan pragmatis dengan menambahkan syarat  kemampuan finansial dan tingkat elektabilitas calon, sehingga lebih memberi jalan bagi calon yang berlatar belakang dinasti. 

Keywords: politik dinasti; rekrutmen politik; partai politik; pilkada serentak

Article Metrics:

  1. Agustino, L. (2010). Dinasti Politik Pasca-Otonomi Orde Baru: Pengalaman Banten. Jurnal Prisma.
  2. Akhtar, N., & Mushtaq, S. (2014). The Dynastic Elites and its Recruitment in Political Process of Pakistan. Berkeley Journal of Social Sciences, 4(4), 1–18.
  3. Aritonang, D. R. (2013). 60 Orang yang Terlibat Politik Dinasti! Retrieved February 2, 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2013/10/18/1850579/60.Orang.yang.Terlibat.Politik.Dinasti.
  4. Asako, Y., Iida, T., Matsubayashi, T., & Ueda, M. (2012). Dynastic Politicians: Theory and Evidence From Japan. Waseda University Organization for Japan-US Studies: Working Paper, (201201).
  5. Bimantara, N., & Harsasto, P. (2018). Analisis Politik Dinasti di Kabupaten Kediri. Journal of Politic and Government Studies, 7(04), 201–210.
  6. Cahyaningtyas, N. (2018). Politik Dinasti di Kabupaten Kediri: Pertukaran Sosial Tim Pemenangan Bupati Haryanti-Masykuri dengan Warga Desa Pare Lor Kecamatan Kunjang. Paradigma, 6(1).
  7. CNN Indonesia. (2015). Kisah Dinasti Fuad: Korbankan Istri Muda demi Putra Mahkota. Retrieved February 2, 2020, from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150709080558-32-65335/kisah-dinasti-fuad-korbankan-istri-muda-demi-putra-mahkota?
  8. Creswell, J. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan (A. Lazuardi, Trans.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.(Original Work Published 1998).
  9. Djojosoekarto, A., & Sandjaja, U. (2008). Transformasi Demokratis Partai Politik di Indonesia: Model, Strategi, dan Praktek. Partnership for Governance Reform dan Strategic Transformation Institute.
  10. Eriyanto. (2007). Incumbent dan Pilkada. ajian Bulanan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
  11. Fiva, J. H., & Smith, D. M. (2018). Political Dynasties and The Incumbency Advantage in Party-Centered Environments. American Political Science Review, 112(3), 706–712.
  12. Haris, S. (2006). Kecenderungan Pencalonan dan Koalisi Partai dalam Pilkada Langsung 2005. In S. Nuryanti (Ed.), Analisis Proses dan Hasil Pilkada Langsung 2005 (pp. 47–68).
  13. Haris, Syamsuddin. (2006). Membangun format baru otonomi daerah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  14. Haryanto. (1984). Partai Politik: Suatu Tinjauan Umum. Jogjakarta: Liberty.
  15. Hazan, R. Y., & Rahat, G. (2006). Candidate Selection:Methods And Consequences. dalam Richard S. Katz and William Crotty. Handbook of Party Politics. London: SAGE Publications.
  16. Hidayat, S. (2008). Shadow State…? Bisnis dan Politik di Provinsi Banten. Politik Lokal Di Indonesia.
  17. Katz, R. S. (2001). The Problem of Candidate Selection and Models of Party Democracy. Party Politics, 7(3), 277–296.
  18. KPPOD. (2015). Meretas Politik Dinasti Kepala Daerah. Retrieved from https://www.kppod.org/berita/view?id=274
  19. Marijan, K. (2006). Demokratisasi di Daerah: Pelajaran dari Pilkada Secara Langsung. Diterbitkan bersama Pustaka Eureka [dan] PusDeHAM.
  20. Mendoza, R. U., Beja Jr, E. L., Venida, V. S., & Yap, D. B. (2016). Political Dynasties and Poverty: Measurement and Evidence of Linkages in The Philippines. Oxford Development Studies, 44(2), 189–201.
  21. Mietzner, M. (2012). Indonesia: Yudhoyono’s Legacy between Stability and Stagnation. Southeast Asian Affairs, 34–119. Retrieved from https://www.jstor.org/stable/41713990
  22. Muhtadi, B. (2018). Komoditas Demokrasi: Efek Sistem Pemilu Terhadap Maraknya Jual Beli Suara. M. Sukmajati & A. Perdana, Pembiayaan Pemilu Di Indonesia, 95–117.
  23. Norris, P. (2006). Recruitment. dalam Richard S. Katz and William Crotty. Handbook of Party Politics. London: SAGE Publications.
  24. Norris, Pippa, & Lovenduski, J. (1995). Political Recruitment: Gender, Race and Class in The British Parliament. Cambridge University Press.
  25. Nyarwi, A. (2007). Siasat Partai Politik dan Strategi Pencalonan. Kajian Bulanan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
  26. Pamungkas, S. (2009). Perihal Pemilu. Yogyakarta: Laboratorium J IP dan JIP Fisipol-UGM.
  27. Pamungkas, Sigit, & Parlindungan, U. (2011). Partai Politik: Teori dan Praktik di Indonesia. Institute for Democracy and Welfarism.
  28. Pramasta, D. B. (2019). Ketika Dinasti Politik Semakin Menguat... Retrieved February 2, 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/06/073000765/ketika-dinasti-politik-semakin-menguat-?page=all
  29. Querubin, P. (2013). Family and Politics: Dynastic Incumbency Advantage in The Philippines. Unpublished Manuscript.
  30. Qurtuby, S. al. (2017). Pro-Kontra Perppu No. 2 Tahun 2017. Retrieved May 8, 2018, from https://www.dw.com/id/pro-kontra-perppu-no-2-tahun-2017/a-39827177
  31. Rusnaedy, Z., & Purwaningsih, T. (2018). Keluarga Politik Yasin Limpo Pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gowa Tahun 2015. Jurnal Politik, 3(2), 301–322.
  32. Surbakti, R. (1992). Memahami Ilmu Politik. Grasindo.
  33. Sutisna Oteng. (2000). Administrasi Pendidikan Dasar Teoretis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa.
  34. Tempo.co. (2015). Melanggengkan Politik Dinasti. Retrieved February 2, 2020, from https://kolom.tempo.co/read/1002510/melanggengkan-politik-dinasti
  35. Tempo.co. (2016). Bupati Ogan Ilir Terjerat Kasus Narkoba, Siapa Penggantinya? Retrieved February 2, 2020, from https://nasional.tempo.co/read/754358/bupati-ogan-ilir-terjerat-kasus-narkoba-siapa-penggantinya
  36. Viva.co, I. (2009). Syahrul Yasin Limpo Pimpin Golkar Sulsel.
  37. Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan, cetakan 1. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.