skip to main content

Pro dan Kontra Pancasila: Pandangan Politik Anak Muda Muslim di Solo

*Mokhamad Zainal Anwar orcid  -  Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Indonesia
Yuyun Sunesti scopus  -  Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Islah Gusmian orcid  -  Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Politika: Jurnal Ilmu Politik under https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Artikel ini mendiskusikan pandangan anak muda muslim di Solo raya terhadap relasi Islam dan Pancasila pasca reformasi. Dengan memakai metode kualitatif, artikel ini menemukan bahwa ada keragaman pandangan anak muda muslim di Solo raya terhadap relasi Islam dan Pancasila mulai dari yang bersikap tegas, mengambang, hingga yang cenderung bersikap menolak. Studi ini menemukan bahwa ada anak muda muslim yang menganggap bahwa Islam merupakan sumber dan inspirasi utama terhadap proses perumusan Pancasila dan menjiwai sila-sila dalam Pancasila. Ada pula pandangan yang mengatakan bahwa Pancasila adalah ideologi yang didalamya terdapat berbagai ideologi mulai Islam, demokrasi hingga sosialisme. Selain dua pandangan tersebut, ada pula pandangan yang memahami bahwa tidak ada kewajiban bagi seorang muslim untuk mematuhi Pancasila. Artikel ini mengajukan argumentasi bahwa beragamnya pandangan anak muda muslim pasca reformasi terhadap Pancasila dan hubungannya dengan Islam dipengaruhi oleh keterlibatan dalam organisasi dan menurunnya perbincangan tentang tentang ideologi dan dasar negara. Artikel ini memperkaya kajian tentang anak muda dan ideologi negara pasca reformasi.

Fulltext View|Download
Keywords: Pancasila; Islam; ideologi negara; reformasi; anak muda muslim

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
Share:
  1. Acac, M. . (2015). Pancasila : A Contemporary Application of Maqashid al-Shariah? Journal of Indonesian Islam, 9(1), 59--78
  2. Ahyar, M. (2015). Membaca Gerakan Islam Radikal Dan Deradikalisasi Gerakan Islam. Jurnal Walisongo, 57(1), 25–50
  3. Al Farisi, L. . (2019). Benturan Ideologis : Mungkinkah Harmonisasi Antara Pancasila dan Islam Politik Pasca Reformasi? Jurnal Aspirasi, 9(2), 81–96
  4. Anwar, M. Z. (2018). Mencegah Regenerasi Radikal Ekstrem. Retrieved from solopos.com/mencegah-regenerasi-radikal-ekstrem-916228
  5. Arif, S. (2016). Kontradiksi Pandangan HTI atas Pancasila. Jurnal Keamanan Nasional, 2(1), 19–34
  6. Azca, N. ., Ikhwan, H., & Arrobi, M. . (2019). Tale of Two Royal Cities : The Narratives of Islamist’ Intolerance in Yogyakarta and Solo” Al-Jāmi‘ah. Journal of Islamic Studies, 57(1), 25–50
  7. Bakar, H. A. (2017). Pemetaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sumatera Barat. Kafaah: Journal of Gender Studies, 7(1), 107–122
  8. Bayat, A., & L, H. (2010). Introduction : Being Young and Muslim in Neoliberal Times. In Being Young and Muslim ; New Cultural Politics in the Global South and North (Linda Herr). Oxford: Oxford University Press
  9. Burdah, I., Kailani, N., & Ikhwan, M. (2019). Ulama, Politik, dan Narasi Kebvangsaan: Fragmentasi Otoritas Keagamaan di Kota-kota Indonesia. Yogyakarta: Pusat Pengkajian Islam Demokrasi dan Perdamaian
  10. Cnbcindonesia.com. (2019). Deretan Direksi BUMN yang Terciduk KPK di Bawah Pimpinan Rini. Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/news/20190801123255-4-89099/deretan-direksi-bumn-yang-terciduk-kpk-di-bawah-pimpinan-rini
  11. CSIS. (2017). Ada Apa Dengan Milenial? Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik
  12. Denzin, N. K., & Lincoln, Y. . (1994). Introduction : Entering the Field of Qualitative Research. In Handbook of Qualitative Research (Norman K.). California: Sage Publication
  13. Foundation, W. (2018). Tren Toleransi Sosial Keagamaan di Kalangan Perempuan Muslim Indonesia. Jakarta
  14. Geertz, C. (1981). Ikatan-Ikatan Primordial dan Politik Kebangsaan Di Negara-Negara Baru. In Pembangunan Politik Dan Perubahan Politik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  15. Hara, A. (2010). Pancasila and The Perda Syariah Debates in the post Suharto Era : Toward a New Political Consensus. In Islam in Contention : Rethinking Islam and State in Indonesi. Kiyoto: Kyoto, Wahid Institute, CSEAS Kyoto University dan Capas Taiwan
  16. Haryanto, J. . (2015a). Perkembangan Gerakan ISIS dan Strategi Penanggulangannya (Kasus Perkembangan Awal ISIS di Surakarta). Analisa Journal of Social Science and Religion, 22(02), 239–253
  17. Haryanto, J. T. (2015b). Relasi, Transformasi dan Adaptasi Tradisionalis Terhadap Puritanisme Di Surakarta Jawa Tengah. Jurnal Harmoni : Jurnal Multikultural & Multireligius, 14(3), 23–40
  18. Hasan, N. (2012). lslam Politik Di Dunia Kontemporer; Konsep, Genealogi dan Teori. Yogyakarta: Suka Press
  19. Heywood, A. (2007). Politics. New York: Palgrave Macmillan
  20. Hiariej, & Stokke. (2018). Politik Kewargaan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia bekerjasama dengan PolGov Fisipol UGM dan Universitas Oslo
  21. Humaidi, Z. (2010). Islam dan Pancasila : Pergulatan Islam dan Negara Periode Kebijakan Asas Tunggal. Jurnal Konstektualita, 25(2), 291–312
  22. Jakarta, C. U. (2010). “Benih-Benih Islam Radikal di Masjid : Studi Kasus Jakarat dan Solo. Center for the Study of Religion and Culture (CSRS) UIN Jakarta
  23. Kafid, N. (2016). Dari Islamisme ke “Premanisme”: Pergeseran Orientasi Gerakan Kelompok Islam Radikal di Era Desentralisasi Demokras. Jurnal Sosiologi, 21(1), 57–79
  24. Kersteen, C. (2018). Berebut Wacana: Pergulatan Wacana Umat Islam Indonesia Pasca Reformasi. Bandung: Mizan Media Utama
  25. Latif, Y. (2018a). The Religiosity, Nationality, and Sociality of Pancasila: Toward Pancasila through Soekarno’s Way. Jurnal Studia Islamika, 25(2), 207–245
  26. Latif, Y. (2018b). Wawasan Pancasila. Bandung: Mizan Media Utama
  27. M., W., & Ghozali, A. M. (2011). Relasi Agama dan Negara : Perspektif Pemikiran Nahdlatul Ulama. Jurnal Islam Indonesia, 4(2)
  28. M.A, C. (2009). Peran Asas Tunggal Pancasila Dalam Membendung Gerakan ideologi Islam Garis Keras. Jurnal Islam-Indonesia, 1(1), 11–31
  29. Mu’ti, A., & Burhani, A. . (2019). The limits of religious freedom in Indonesia: with reference to the first pillar Ketuhanan Yang Maha Esa of Pancasila. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 9(1), 111–134
  30. Qodir, Z. (2016). Kaum Muda, Intoleransi dan Radikalisme Agama. Jurnal Studi Pemuda, 5(1), 429–445
  31. Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: P.T Serambi Ilmu Semesta
  32. Saidi, A. (2009). Relasi Pancasila, Agama dan Kebudayaan : Sebuah Refleksi. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 11(1), 25–50
  33. Secretary-General’s Report to the General Assembly A/36/215. (1981). Definition of Youth. Retrieved from https://www.un.org/esa/socdev/documents/youth/fact-sheets/youth-definition.pdf
  34. Tribunnews.com. (2019). Tolak Matakuliah Pancasila, pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Batal Masuk IAIN Surakarta. Retrieved from https://www.tribunnews.com/regional/2019/06/04/tolak-matakuliah-pancasila-pelaku-bom-bunuh-diri-di-kartasura-batal-masukiain-surakarta
  35. Umardani. (2016). Reinventing Nilai-Nilai Islam, Budaya dan Pancasila dalam Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmiah Darul Ulum, 9(1), 75–106
  36. Wildan, M. (2008). Mapping Radical Islamism In Solo : A Study of the Proliferation of Radical Islamism in Central Java, Indonesia. Aljamiah, 46(1), 35–69

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-09-17 12:59:05

No citation recorded.