skip to main content

Di Bawah Bayang-Bayang Syariat: Islam, Islamisme dan Demokrasi di Kota Surakarta

*Muhammad Adnan  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Politika: Jurnal Ilmu Politik under https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Kajian ini dikhususkan pada dimamika relasi Islam, Islamisme dan demokrasi di Surakarta. Kajian dilaksanakan dengan melakukan wawancara terhadap beberapa aktivis Islam dan aktivis Islam politik. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori sikap dan teori identitas untuk menjajagi sejauhmana sikap mereka terhadap praktik demokrasi, yaitu pemilihan kepala daerah dan pemilihan anggota legislatif. Seberapa kuat peran identitas ke-Islam-an mereka menyikapi pemilihan tersebut. Hasil kajian menunjukkan,  aktivis Islam non-politik terbagi  dalam dua kelompok. Satu kelompok dapat menerima demokrasi secara utuh tanpa dikaitkan dengan persoalan syariat, bahkan demokrasi  diangggap sudah sesuai dengan syariat. Sebaliknya, kelompok kedua  menerima demokrasi tetapi menekankan pentingnya memiliki pemimpin Islam. Kalaupun yang terpilih non Muslim, mereka bisa menerima tetapi dengan kondisi terpaksa. Sikap ini juga berlaku untuk pemilihan anggota legislatif. Kelompok Islam politik juga terbagi menjadi dua sikap yaitu kelompok Islamis-idealis dan Islamis-realis. Kelompok yang idealis total menolak praktik demokrasi termasuk pemimpin non-Islam. Kelompok realis, masih bisa menerima demokrasi tetapi haram memilih pemimpin non Islam. Praktik demokrasi di Surakarta untuk waktu yang tidak bisa ditentukan akan senantiasa dibayang-bayangi tiga fenomema. Pertama, dominasi sikap aktivis Islam yang menggunakan standar syariat menurut interpretasi mereka dalam memilih pemimpin politik. Kedua, dominasi sikap aktivis Islam politik yang lebih total dalam menggunakan standar syariat yaitu menetapkan keharaman dalam memilih pemimpin non Islam. Ketiga, sikap Islamis-idealis yang total menolak sistem demokrasi, meskipun pemimpin yang terpilih beragama Islam.

Fulltext View|Download
Keywords: Islam; Islamisme; demokrasi; syariat

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Adnan, M. (2019). Konflik Keagamaan: Studi Kasus pada Politik Dakwah MTA dan Implikasi Sosialnya. Universitas Diponegoro
  2. Agnieszka, Kanas, Scheepers, Sterkens, P., & Carl. (2016). Religious Identification and Interreligious Contact in Indonesia and the Philippines: Testing the Mediating Roles of Perceived Group Threat and Social Dominance Orientation and the Moderating Role of Context. European Journal of Social Psychology, 46(6), 700–715
  3. Akbar, A. (2016). The Political Discourses of three Contemporary Muslim Scholars: Secular, Nonsecular, or Pseudosecular? Digest of Middle East Studies, 25(2), 393–408
  4. Al Fadl, K. A. (2004). Islam and the Challenge of Democracy. Princeton University Press
  5. Al Raffie, D. (2013). Social Identity Theory for Investigating Islamic Extremism in the Diaspora. Journal of Strategy Security, 6(4), 67–91
  6. An-Naim, A. A. (2008). Islam and the Secular State: Negotiating the Future of Sharia. Harvard University Press
  7. Azwar, S. (2013). Sikap Manusia dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pusat Belajar Offset
  8. Bayat, A. (2005). Islamism and Social Movement Theory. Third World Quarterly, 26(6), 891–908
  9. Bayat, A. (2007). Islam and Democracy: What is the Real Question? Amsterdam: Amsterdam University Press
  10. Buechler, S. M. (1995). New Social Movement Theories. Sociological Quarterly, 36(3), 441–464
  11. Casidy, R., Teah, M., Lwin, M., & Cheah, I. (2014). Moderating Role of Religious Beliefs on Attitudes Towards Carities and Motivation to Donat. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics
  12. Djalante, R., Lassa, J., Setiamarga, D., Sudjatma, A., Indrawan, M., Haryanto, B., … Rafliana, I. (2020). Review and Analysis of Current Responses to Covid-19 in Indonesia: Period of January to March 2020. Progress in Disaster Science, 6, 100091
  13. Esposito, J. L. (2002). What Everyone Needs to Know About Islam. Oxford: Oxford University Press
  14. Esposito, J. L., & Mogahed. (2007). Who Speaks for Islam? Gallup Press
  15. Esposito, J. L., & Voll, J. O. (2003). Islam and the West. Religion in International Relations. Palgarave Macmillan, New York
  16. Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, attitude, intention, and behavior: an introduction to theory and research. Massachusetts: Addison-Wesley Pub. Co
  17. Fukuyama, F. (2006). The end of history and the last man. Simon and Schuster
  18. Greenwald, A. G. (1980). The totalitarian Ego: Fabrication and Revision of Personal History. American Pshycologist, 35(5), 603
  19. Hefner, R. W. (2012). Islamic Radicalism in Democratizing Indonesia. In S. Akbarzadeh (Ed.), Routledge Handbook of Political Islam. Abingdon: Routledge
  20. Huntington, S. P., & Simamora, S. (1983). Tertib Politik di dalam Masyarakat yang sedang Berubah. CV. Rajawali
  21. Karabela, M., & Brenna, D. (2015). A Distinctive Form of Muslem Politics. Reviews, 4(5)
  22. Khurshid, A. (2000). Islam and Democracy: Some Conceptual and Contemporary Dimensions. The Muslim World, 90(1/2), 1
  23. Kunkler, M., & Stepan, A. (2013). Democracy and Islam in Indonesia. Journal of Democracy, 11(4), 37–57
  24. Kuru, T. A. (2009). Secularism and State Policies toward Religion: The United States, France, and Turkey. Cambridge University Press
  25. La Porta, A. F. La. (2008). Islam and Democracy in Indonesia. Junaita Voices, 19(22)
  26. LaPiere, R. T. (1934). Attitudes VS Actions. Social Forces, 13(2), 230–237
  27. Marranci, G. (2006). Jihad Beyond Islam. Oxford: UK-New York: Berg
  28. Maududi, A. al A. (1990). Khilafah dan Kerajaan. Jakarta: Penerbit Kharisma
  29. McClay, W. M. (2002). Two Concepts of Secularism . Baltimore. In In Religion Returns to the Public Square: Faith and Policy in America (Hugh Heclo). MD: The Johns Hopkins University Press
  30. Potrafke, N. (2012). Islam and democracy. Public Choice, 151(1/2), 185–192
  31. Rowley, C. K., & Smith, N. (2009). Islam’s democracy paradox: Muslims Claim to Like Democracy, So Why do they Have so Little? Public Choice, 139(3), 273–299
  32. Schneier, E. (2015). Muslim Democracy: Politics, Religion and Society in Indonesia, Turkey and the Islamic world. Routledge
  33. Sunaryo, A. (2016). Ribuan Umat Islam Solo Kecam Pembantaian di Aleppo. Retrieved from https://www.merdeka.com/peristiwa/ribuan-umat-islam-solo-kecam-pembantaian-di-aleppo.html
  34. Stepan, Alfred. 2000. "Religion, Democracy, and the “Twin Tolerations”." Journal of Democracy 11 (4):37-57
  35. Tansey, S., & Jackson, N. (2008). Politics: The Basics, Routledge 270 Madison Ave. New York: NY 10016
  36. Tibi, B. (2012). Islamism and Islam. Yale University Press
  37. Todorov, T. (2004). The Inner Enemies of Democracy. Inggris: Polity Press
  38. Voanews.com. (2009). You Are Either With Us, Or With the Terrorists

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.